
"Ada masalah, sepertinya hari ini kamu nggak mood?" tanya Erick lagi
"Nggak papa malas ajah" potongnya
Mereka berdua masuk ke ruangan dan mereka terpana melihat yang ada di ruangan tersebut.
"Wa seruh juga ya kalian disini?" tanya Erick segera duduk di samping Cilla
"Ya pastilah Rick, suasana itu kita yang ciptakan, hal - hal sederhana pun bisa membuat kita senang, tidak harus parti yang wao" selah David
"Ya,,, Rich sepertinya kita salah gabung, ini grub pendeta" ujar Regan bercanda
"Nggak papa kok kak Regan, hitung - hitung kakak dengar kabar baik dikit, siapa tahu kalian dijamah Roh Kudus" balas Viera santai
"Kalian ngapain kesini, bukannya acara masih berlangsung?" tanya Ogi
"Bosan" jawab mereka kompak
__ADS_1
"Kita pamit ajah kak gimana?" usul Cilla
"Boleh" Erick langsung setuju
Akhirnya mereka semua pamit ke Josh dan segera meninggalkan Club tempat pesta masih berlangsung.
✍️✍️✍️
Sudah satu bulan Cilla dan Cendana magang dan mereka masih saja sering di kerjain para karyawan senior tapi mereka jalani dengan santai.
Hubungan Erick dan Cilla sudah semakin akrab dan lebih banyak mengenal karakter masing - masing, tiap pagi dan sore selalu berangkat dan pulang kantor bareng. Erick sangat perhatian ke Cilla tapi satu hal yang disembunyikan dari Cilla adalah masih menjalin hubungan diam - diam dengan beberapa wanita.
Cilla belajar menerima sifat tegas dan dingin Erick, Cilla tidak pernah berusaha merubah Erick hanya terus mendoakan supaya kelak semua kekerasan hati Erick di ubahkan. Cilla berusaha keras menunjukkan kasihnya buat Erick dan tidak sedikit -pun menghakimi.
Bahkan jika sudah sangat jengkel dan marah Cilla memilih diam dari pada berdebat, sehingga kadang Erick sadar sendiri.
Cilla memang dibesarkan dengan didikan yang penuh kasih sayang tapi tidak dimanjakan, Cilla diajarkan cara menghadapi orang emosoian yaitu dengan diam, setelah amaranya redah baru ngomong baik -baik, karena marah tidak akan pernah menyelesaikan masalah justru bisa menambah masalah.
__ADS_1
Dan Cilla juga diajarkan untuk tidak mengambil keputusan disaat sedang marah atau emosi.
Berkali - kali Erick menggoda Cilla untuk melakukan hal - hal di luar batas pacaran tapi tidak pernah berhasil. Cilla dengan konsisten mempertahankan kesuciannya, bahkan tak sedikit teman mencibirnya karena di angap sok suci atau kumpungan, di saman sekarang masih perawan apa kata dunia?, Meski budaya timur memang masih menjunjung tinggi nilai itu tapi tak bisa dipungkiri sudah banyak yang pacaran di luar batas normal, tapi Cilla santai ajah.
"Nilai diri aku, bukan ditentukan sama mereka, hidupku adalah milik Tuhan jadi hanya Tuhan yang berhak memberikan dilai dan Dia katakan bahwa aku berharga dan istimewa" pikir Cilla
✍️✍️✍️
Persiapan pernikahan mereka sudah fix , mulai dari gedung, makanan hingga pakaian seragam keluarga dan juga bridesmaid dari pemberkatan hingga resepsi.
Hari H tinggal dua hari lagi, Cilla diberikan cuti untuk persiapan pernikahanya, bersama mama dan mama mertuanya melakukan perawatan di salon dan Erick tetap kerja karena setelah pernikahan baru dia cuti.
Cilla benar - benar menikmati liburannya selama dua hari ini, Cilla memang jarang nyalon meskipun tidak pernah lalai melakukan perawatan tapi perawatan pribadi. Cilla selama ini lebih banyak menghabiskan waktunya dengan pelayanan bersama tim kampus.
Yang menjadi bridesmaid adalah kakak - kakak Cilla dan pasangannya. Bang Adit tentu bersama Meice, Titan bersama Cendana, Erfan bersama Meygan dan tentu Erick meminta kesediaan Ogi dan David bersama pasangan mereka masing - masing. Regan terpaksa pasangan dengan salah seorang sepupunya sendiri karena sejak putus dari Ziona, dia tidak pernah serius pacaran hanya patner senang - senang doang, sihingga bingung ajak ke acara keluarga.
Satu hari sebelum acara pernikahan Erick mengunjungi kubur sang kakak, tanpa sepengetahuan Momi dan dedy-nya.
__ADS_1
"Kak El...apa kabar?, maaf kak... Erick baru ngunjungin kakak," ucapnya sambil meletakkan bunga yang dibawanya, "kak Erick besok menika, seandainya kakak masih hidup pasti kakak yang akan menikahi bocil itu, Erick lakuin semua supaya dad and mom tidak kecewa, kakak jahat ninggalin kami cepat. Tapi Erick percaya kakak sudah senang" lanjutanya menagis,