
Tamu sudah mulai pulang satu persatu, begitu juga Erick dan Cilla setelah berbincang lama dengan sahabat sekaligus beberapa dari mereka adalah rekan bisnis.
"Kakak kenal kak Jonathan?" Cilla bertanya sebagai basa-basi untuk mengusir kecanggungan di mobil.
"Hmm, Joe atau Nathan?" aku mengenal keduanya.
"Oh, Joe anak om Hendry" ucapnya
"Kamu menyukainya?"balas Erick dingin
"Eh,... Hmm iyalah siapa yang tidak suka kak Joe?" baik, cakep, takut Tuhan, pewaris tunggal pula" ucapnya tanpa disadari
Ada kekecewaan Erick mendengar ucapan Cilla memuji pria lain.
"Aku lebih kaya darinya, lebih tampan juga aku" balasnya sinis
"Tapi ketampanannya perfeck karena takut Tuhan, setia pula beruntungnya kak Viera yang bisa taklukkan hatinya kak Joe" balasnya memanasi Erick.
"hmm, menikahlah dengannya kalau begitu"jawabnya singkat.
__ADS_1
"Maunya sih gitu...tapi sayang terlabung Viera" ucapnya sok jujur.
"Pak lebih cepat" Erick sistem Arrogan mode on.
"Hahahahahaha, kak Erick cemburu aku puji laki-laki lain?" Cilla tertawa melihat wajah ditekuk Erick, yang begitu lucu dilihatnya.
Erick tetap diam tanpa ekspresi.
"Kak, Cilla cuma bercanda kok tadi bilang suka sama kak Joe tapi benar sih aku suka karena gak ada alasan untuk membencinya" ucapnya masih cekikan.
"Ayolah kak, Cilla cuma bercanda, maafin yaaa ....yaaa" ucapnya memohon.
Erick masih tetap diam ia merasa harga dirinya diinjak2 oleh gadis kecil yang baru dikenalnya itu, kalau saja itu orang lain mungkin sudah dikirimnya ke antartika.
Erick mengantar Cilla masuk sampai kedalam rumah dengan mode diamnya. Tapi wajahnya berubah ketika Erick menyalami kedua calon mertuanya itu.
"Om,Tante Erick balik ya" ucapnya salim lalu pulang.
Cilla dan kedua orangtuanya mengantar Erick sampai pintu depan.
__ADS_1
"Baiklah, hati-hati nak Erick" Papa Adam
"Iya, Om"Erick
"Tante juga berterimakasih sudah antar anak gadisnya tante dengan selamat" mama Elisa menimpali.
"Anak gadisnya tante ini adalah calon istriku jadi sudah sewajarnya saya menjaganya" ucap Erick dengan menatap Cilla masih dengan perasaan kesal akan ucapan Cilla tadi, siapa sih laki-laki yang mau dibandingkan dengan pria lain? Sedangkan Cilla hanya tunduk diam antara malu dan rasa bersalahnya pada Erick masih berputar-putar dikepalanya.
"hmm, hati-hati kak"ucap Cilla dengan tidak mengangkat wajahnya.
"hmm, kakak pulang... Ingat besok ke kantor bawakan aku makanan yang enak hasil masakanmu sendiri, sebagai ucapan minta maafmu" Erick berbisik lalu mengecup kepala Cilla bahkan di depan orang tua Cilla.
Cilla diam terpaku, antara kaget dan malu bagaimana tidak Erick bahkan berani melakukan itu didepan orangtuanya meskipun itu masih hal wajar.
Akhirnya setelah Erick pulang, Cilla terus saja ke kamarnya untuk berganti pakaian, ia buru-buru ingin rasanya menenggelamkan mukanya di air dingin. Mukanya panas atas kelakuan Erick. Ada perasaan aneh ketika Erick melakukan hal tak terduga padanya.
"Cilla, jangan jatuh pada pesonanya yang palsu" ucapnya bermonolog
Setelah mengenakan baju santai dan bersih-bersih ia turun untuk Ibadah malam seperti biasa karena kak Titan,Erfan dan Bang Adit juga sdh pulang 15 menit lalu ketika Cilla sedang berganti pakaian.
__ADS_1
"Karena Non sudah disini, mulailah ibadahnya" Papa Adam memberi instruksi.
"Adit yang memang mengambil bagian langsung memulai ibadah malam itu, ibadah berlangsung tidak lama karena malam itu mereka hanya melakukan pujian dan jam do'a, juga baca Firman saja tanpa perenungan.