
Hanya Regan saat itu yang duduk santai jadi penonton, karena sudah berjanji untuk tidak melakukan hal seperti itu lagi. Apalagi mengingat perjanjian dengan daddy dan mommy untuk menikah dengan Ziona.
Claudia tak berhenti mencium Erick bahkan tangannya terus meraba di sembarang tempat. Erick yang tak suka hal yang Claudia lakukan langsung berdiri dan menjatuhkan Claudia ke lantai.
"Stop melakukan itu, ingat aku sudah menikah, aku menemuimu kesini untuk mengakhiri hubungan kita. Aku tidak mau membohongi istriku, apalagi dia hamil anak aku" ujar Erick tegas
Claudia langsung memeluk kakinya, "Erick jangan tinggalin aku, kamu hanya alasan kan, kamu tidak pernah mencintai istrimu, aku bisa memberikan servis lebih dari istrimu" ujarnya tak tahu malu
"Memang awalnya aku nggak pernah mencintai dia, bahkan sampai sekarang tapi kami sudah menikah seharusnya aku belajar mencintai dia, lagian jangan pernah menyamakan dia dan dirimu, dia tidak selevel dengan kamu, kamu tidak ada apa -apanya di banding dia" timpal Erick emosi tak terima Cilla di rendahkan
"Erick tidak usah bohong, kamu terus mencari aku, meskipun kamu sudah menikah, itu karena kamu tidak bisa melepas aku" jawab Claudia pede
"Hai, apa kamu tidak sadar... Aku ketemu loh hanya minum bareng, apa aku masih tidur denganmu setelah aku menikah?, tidak kan? Jadi ambil kesimpulan sendiri, lagian masih banyak yang butuh loh, aku sudah nggak butuh" ujar Erick sarkas melangkah Meninggalkan Club dan langsung di susul Regan.
Alasan Erick memutuskan Claudia bukan hanya karena Cilla tapi karena Erick tahu Claudia diam - diam menjalin hubungan dengan salah seorang pengusaha muda saingan Erick.
#Kediaman Daddy Ardana
Sementara di rumah Cilla ngobrol bareng daddy dan mommy dan akhirnya tahu siapa Eldrick sebentarnya.
Ternyata orang yang di carinya selama ini adalah Eldrick. Payung yang dibawah - bawahnya adalah pemberian El duluh bagkan setelah payungnya rusak, Cilla masih menyimpan gantung yang ada pada payung itu dulu.
Blass back on
Cilla kecil telah lama menunggu kak Erfan dan Titan tapi belum juga keluar kelas. Cilla kecil lalu menuju kelas sang kakak.
"Kak, Ayo pulang" Rengek Cilla pada kakak kembarnya itu.
(Anak kecil itu sangat ingin pulang cepat karena lapar, uang jajannya ditabung untuk membeli kado ulang tahun Abangnya (Kak Adit) kakak pertama.
"Kakak masih ada ekstrakurikuler, tunggu di perpus saja dulu" ucap Erfan memberi pengertian pada Adiknya Itu.
"Tidak akan lama kok"Cengir Titan sambil mengacak rambut adiknya sambil lewat untuk ganti baju basket dengan seragamnya.
Tapi karena Cilla sangat lapar akhirnya diam-diam pulang tanpa sepengetahuan kakak-kakaknya itu.
"Hmmm, baiklah aku kan sudah liat jalan pulang, tapi... aku harus membeli kado untuk bang Adit sekalian"Cilla kecil bermonolog dengan dirinya sendiri.
Ia kemudian menuju parkiran sepedanya lalu keluar gerbang, meninggalkan sekolah dan mengayuh sepeda birunya itu dengan santai menuju tokoh yang dimaksud.
__ADS_1
"Permisi, nona kecil.... Ada yang bisa kakak bantu?" tanya pelayan tokoh itu.
"Aku mau beli Raket bulu tangkis, kak" jawabnya dengan sedikit malu-malu, ini adalah kali pertamanya kesuatu tempat dan keluar sendirian.
Setelah mendapatkan apa yang di inginkan Cilla berterimakasih pada pelayan itu lalu bergegas untuk langsung pulang ke Rumah.
Ia meletakkan Raketnya di keranjang sepeda kemudian kembali menyusuri jalan, dari tokoh itu ia berbelok, karena Cilla baru pertama kali jalan sendiri Ia tak menyadari dirinya salah belok, tapi ia tetap saja mengayuh sepedanya dengan sangat baik. Hingga hujan tiba-tiba saja turun tanpa disangkanya, untunglah tak jauh dari tempatnya ada Halte.
"kenapa tiba-tiba hujan, padahal tadi sangat panas?" ia bermonolog dengan muka merahnya karena capek mengayuh sepeda itu sangat menggemaskan. Ia dengan kuncirnya memarkirkan sepeda kesayangannya itu untuk berteduh.
Tak ada seorangpun yang ada di halte itu, dan Halte itu agak jauh dari keramaian (Tempat yang sering terjadi penculikan bahkan tempat biasanya brandal jalanan nongkrong).
Cilla, duduk ia memasang earphone bulu-bulunya untuk mendengar lagu dari MP3 miliknya. Hingga tak menyadari sekelilingnya.
"Hai, adik manis kenapa sendiri disini?" sapa seorang dengan tampilan yang boleh dibilang berantakan, kelihatan orang itu mabuk. Cilla masih tak menyadari kehadiran orang itu.
Merasa diabaikan oleh anak kecil manis itu, laki-laki dewasa itu mendekat dan berusaha untuk menyentuh Cilla, Sontak Cilla berdiri dan Earphone bulunya itu jatuh terseret karena Cilla ingin lari dan menghindar.
"Adik kecil, ayolah temani kakak disini, menunggu hujan reda, mari saling menghangatkan" seringainya dengan muka mesum.
Cilla menyadari keadaanya dalam bahaya, hingga ia terus menghindar namun karena tenaga sang pemuda itu masih lebih kuat meskipun dalam keadaan mabuk.
"Tolong lepaskan saya?"ucapnya ketakutan saat pemuda itu berhasil menarik tangan kecilnya dengan kekuatan penuh.
"saya akan melepaskan mu ketika saya sudah panas adik kecil, tapi tidak disini...ayo ketempatku...aku akan memperlihatkan sesuatu yang baru untukmu cantik" ucap si pemuda dengan sempoyongan tapi Cilla masih belum bisa membebaskan dirinya.
Cilla hanya menangis dalam diam sambil berontak. Meskipun teriak tak akan ada yang menyelamatkannya.
"Tuhan, tolong aku...hiks hiks hiks...Papa, mama,kakakkkkkkk ...tolong Cilla..." ucapnya menangis histeris namun hujan masih mengalahkan tangis itu.
Sang pemuda menyeretnya paksa untuk dibawah pergi meninggalkan Halte itu.
Belum jauh si pemuda itu menarik tubuh kecil cilla, Tiba-tiba sebuah bogem dan hantaman keras mengenai wajah sang pemuda pemabuk itu hingga pegangan pada Cilla terlepas, Cilla yang masih shock duduk di trotoar tanpa peduli hujan. Ia senang ada seorang yang mau membantunya.
"Terimakasih Tuhan"ucapnya dalam hati.
Cilla duduk dengan tangan dan kaki gemetar ia sangat kaget dengan kejadian barusan ia tak pernah mengalami hal kasar seperti itu sebelumnya.
Setelah pemabuk itu di amankan oleh pengawal sang malaikat penolong (Pemuda berseragam SMP) Penolong itu perlahan mendekati anak itu dengan menjulurkan tangan untuk membantu.
__ADS_1
"Jangan, takut dek...sudah ada kakak disini, ayo berdirilah" ucapnya si penolong.
Cilla masih belum bicara, ketakutannya belum hilang. Anak kecil itu hanya menatap nanar uluran tangan sang penolong.
"Dek, jangan takut ada kakak disini menolongmu, nama kakak Eldrick, panggil kak El saja"ucapnya tersenyum jongkok menyejajarkan dirinya dengan Cilla.
Cilla menatap wajah tampan pemuda itu,dengan tatapan yang meneduhkan.
Dengan perlahan Cilla, mengulurkan tangannya. Ia tak peduli lagi dengan barang-barangnya. Tapi untungnya sang pengawal pemuda itu memungut semuanya lalu meletakkan dibagasi bahkan sepeda Cilla entah sejak kapan sdh di mobil mewah Eldrick.
"Makasih"ucap Cilla kembali tertunduk. Ia tak bisa mengatakan apapun lagi...
"Pakailah ini, dan ikut kakak ke Mobil, kamu tidak apa-apa kan?" El menyerahkan sebuah payung abu-abu yang berumbai sebuah gantungan unik.
Cilla kecil itu menerima payung itu lalu mengikuti pemuda itu ke mobil. Karena sudah dibantu atau rasa percaya besar darimana hingga Cilla berani mengikuti orang asing itu.
"Dimana alamatmu dek?"
Tanya Eldrick
"Di jln Mawar, Kompleks Anugerah Resident block C2 no 56" jawabnya menyebut alamatnya.
El, tak ingin bertanya lebih lanjut karena ia tahu keadaan anak kecil itu.
"Pak, Nyalakan pemanas mobil" ucapnya pada pak sopirnya.
"Baik, Tuan muda" pak sopir menurut saja.
Mereka hanya terdiam sampai Cilla sampai di rumah yang dimaksud.
Menyadari, hal itu Cilla turun dari mobil dengan Tas disebelah kiri dan payung di sebelah kanan.
Pengawal menurunkan sepeda Cilla yang dibantu oleh Pak satpam kompleks tanpa bertanya apa yang terjadi.
"Makasih kak, ucapnya dengan sangat tulus dan senyum terpaksanya" ia menarik tasnya dan earphone bulu biru kesayangannya itu jatuh di mobil.
"Hmmm, jangan bepergian sendiri mulai sekarang ya" ucap El tersenyum menatap anak kecil itu berjalan sendiri memasuki gerbang menenteng tas dan memakai payung yang diberikannya.
Flashback off
__ADS_1