
Al langsung berlari ke meja Regan setelah melihatnya, Al memang sangat mengenali wajah Regan meski yang selama ini hanya melihatnya di foto. Al langsung memeluk leher Regan dengan erat "Dad I miss you so much" ujarnya menagis. Regan membalas pelukan Al dan tak sadar meneteskan air mata pula. Seketika perasaan tak karuan Regan sebelum bertemu Al seketika hilang. Yang ada rasa bahagia yang tiba - tiba dirasah.
Ziona mendekati mereka dan menyapa Regan dengan ramah. "Kak Regan apa kabar?" sapa Ziona basa - basi
"Baik" ujar Regan singkat tanpa melepas pelukan dari Al.
"Adek gimana kabar?" ujarnya kemudian
"Puji Tuhan luar biasa, kak" jawab Ziona terus menatap pundak Al yang masih menempel erat pada Regan.
"Oh ya makasih dek, sudah mengijinkan bertemu dengan Al dan maaf atas semuanya" ujar Regan serius
"Ok lupakan masa lalu, tapi seharusnya aku yang makasih karena mau bertemu Al, sudah lama Al mau ketemu kakak" jelas Ziona
Regan terseyum menatap kagum Ziona yang begitu dewasa dengan pemikirannya. Bukan hanya pola pikir Ziona yang berubah tapi penampilan semakin modis dan cantik membuat jantung Regan kembali berdetak tak karuan, dan membuatnya membeku di tempat.
"Sayang meluk daddy-nya cukup loh" ujar Ziona mencairkan ketengangan yang tercipta
"Maaf mom, kan baru bisa meluk daddy" jawab Al santai membuat hati Regan perih serasa teriris pisau.
"Maaf sayang, daddy benar - benar minta maaf" lirih Regan
"Dad nggak usah minta maaf, Daddy nggak salah, daddy kan sibuk buat Al, makasih ya Dad" timpal Al mencium kedua pipi Regan
Ucapan itu kembali membuat Regan membeku tidak tahu ngomong apa lagi.
__ADS_1
"OMG, apa yang aku telah perbuat, Ziona tidak membenciku dengan semua ini, bahkan mendidik Al dengan baik" monolog Regan dalam hati tak sadar menitikkan air mata penyesalan.
"Dad kok nangis?, nggak senang ya ketemu Al?" ujar Al menghapus air mata Regan dengan tangannya
Regan mengelengkan kepala "nggak sayang daddy nangis karena senang ketemu Al" ujar Regan bohong
"Kalau senang harusnya kan ketawa kok nangis ya?, Aneh Grandpa dan Grandma juga nangis waktu pertema bertemu Al, terus opa dan Oma juga gitu?, Mom apa orang dewasa selalu nangis kalau senang?" tanya Al polos
"Nggak sayang...kalau rasa senang nggak harus nangis, tapi karena daddy, Grandpa, grandma, Opa dan Oma telalu senang ketemu Al pertama kalinya, jadi mereka nangis karena kangen juga, kan Al tadi juga nangis meluk dad" jelas Ziona detail karena sudah tahu tentang Al pasti pertayaan berlanjut jika menerima jawaban tidak pas.
"Oooo, tapi daddy and mom kok nggak nangis, terus nggak jabat tangat dan cium pipi pula?" ujar kemudian
Ziona dan Regan hanya bertatapan canggung. "Kan Daddy mom bukan bukan pertama bertemu" jawab Ziona setelah diam beberapa saat
"Tapi kan mom tiap hari ketemu Grandpa dan grandma mom selalu cium pipi, Al juga" protes Al
"Ayoh " ujar Regan dan Al kompak
"Kompak bangat, tapi syukurlah Al lupa ucaapnnya" batin Ziona
Setelah Waiter's mengantar makanan "Mom, Dad , Al yang doa ya" Celote Al
"Okay sayang, anak mom yang hebat" jewab Ziona mengusap lembut kapala Al
Regan kembali membeku ditempat, melihat Al yang belum berusia lima tahun sudah bisa pimpin doa.
__ADS_1
"Ziona benar - benar hebat, mendidik Al dengan luar biasa" monolog Regan dalam hati lagi .
"....Amin, Dad, mom selamat makan" ujar Al dengan senyum manisnya
"Terima kasih sayang, selamat makan juga" balas Ziona dan langsung menikmati sarapannya
Regan hanya memandangi interaksi Ziona dan Al. Ada rasa yang begitu dia rasakan menyaksikan mereka. Regan melihat banyak perubahan yang terjadi pada Ziona, yang dulunya hanya bocah manja, Arogan, Kasar dan haus perhatian. Kini sudah dewasa, lembut, mandiri, dan penuh kasih sayang. Dan Regan tak bisa pungkiri bahwa Regan suka dengan hal itu. Regan kembali jatuh Cinta dengan pribadi Ziona yang baru dalam hitungan menit.
"Daddy kok nggak makan?" tanya Al tiba - tiba membuat lamunan Regan pudar
"Oh...makan kok sayang" Jawab Regan gugup karena Ziona ikut menatapnya dan memberikan senyum manis membuat semakin deg - degkan.
"Sayang, habis sarapan Al main bareng daddy ya, mom belanja kado untuk grandpa and grandma" ujar Ziona memecah kebekuan yang tercipta di antara mereka
"Nggak mau, mom harus ikut, mom nggak kagen sama daddy, mom juga udah lama nggak ketemu daddy" jawab Al Membuat Regan dan Ziona saling menatap canggung
"Ok...baliklah" ujar Ziona mengikuti keinginan Al, Ziona berjanji pada dirinya untuk tidak mengecewakan Al selama keinginan Al bisa ditoleransi, Ziona tidak mau Egois dengan mementingkan dirinya sendiri, prioritasnya sekarang adalah kebahagiaan Al.
Beberapa menit kemudian mereka selesai sarapan dan Al langsung minta di gendong Regan ke Time Zona. Regan langsung menggendong Al dan betapa senangnya kembali mendapat ciuman Al. Ziona menyusul mereka dari belakang.
Al mencoba semua permainan bersama Regan, Dari balap mobil yang membuat Al tertawa senang, jiwa kompetitif Al mirip dengannya, bahkan semua sifat Regan terlihat pada Al, Regan dibuat takjub setiap tingkah Al dan tak ada sedikit pun keraguan kalau Al bukan anaknya.
Ziona lebih banyak menonton kebersamaan Ayah dan anak itu meski baru hitungan jam bersama tapi sudah sangat kompak, darah memang lebih kental dari air. Al juga mengajak momnya ikut bermain seperti saat mandi bola Al mengajak dan pastinya Ziona tak bisa menolak. Mereka bertiga seperti keluarga yang sempurna dan bahagia. Al betul - betul menikmati semua moment itu dan terus terpancar senyum indah di wajahnya. Beberapa kali teriak "Hore, Al punya daddy sekarang"
__ADS_1
bonus visual Al