
Regan segera mengambil makanan dan memesankan Erick pula.
Sebenarnya Erick ke kantin untuk ngerjain Cilla tapi niatnya urung dilakuin nggak enak karena ada Adit. Alhasil hanya menngoda Cilla dan puas melihat ekspresi malu Cilla.
Mereka makan sambil terus ngobrol dan sesekali Erick menggoda Cilla. Tentunya tidak lepas dari perhatian dan gosip karyawan lainnya khususnya untuk Cilla.
Setelah makan Cilla dan Cendana pamit untuk duluan, ia tak tahan dengan godaan-godaan Erick.
"Cil...pulang bareng kakak ya ...awas kalau nggak!" ancam Erick berbisik
Cilla terus melangka meninggalkan kantin dan mengacukan Erick.
"Yaaaa" Erick tanpa sadar meninggikan nada bicaranya yang menarik perhatian karyawannya
Cilla tetap acuh dan dengan santainya terus melangka keluar dari kantin.
"Wa...Daebak, bisa - bisanya anak magang itu mengacuhkan presdir" celote salah seorang karyawan
"Ya elah sok - sok j*** mahal, padahal nantinya juga menj***t" timpal yang lain
Merasa di abaikan Erick mengepal tangan menahan emosi, berusaha mengontrol diri karena ada Adit sang calon kakak iparnya.
"Regan cepat kita balik!" ajaknya dengan suara tegas dan keluar tanpa pamit
Maice dan Adit pun menyusul keluar tanpa paduli dengan sifat Erick, yang memang mereka sudah paham.
#Di ruangan Accounting
"Hei anak magang, kamu tahu nggak siapa yang loh abaikan tadi?" cecar salah seorang karyawan jengkel melihat tingga Cilla yang menurutnya seenaknya
__ADS_1
"Maaf aku nggak ada waktu membahas itu, aku banyak kerjaan" ujar cilla malas meladeni penggemar Erick
Sebenarnya cilla bisa saja memggunakan statusnya di kantor tersebut sebagai tunangan Erick dan juga adek kandung Adit, tapi Cilla bukan tipe seperti itu, justru sebisa mungkin dia menutupi kenyataan itu, supaya bisa nyaman bekerja, tahu mana yang tulus berteman dan mana yang hanya cari muka.
Dan Cilla maklum saja banyak memang tipe orang seperti itu di zaman ini. Hanya memandang status sosial. cari teman yang bisa menguntungkan.
Cilla kembali asyik melanjutkan pekerjaannya dan menutup telinga seolah - olah tuli dengan gunjingan para karyawan yang tidak suka dengan dirinya.
Tanpa sadar ternya waktu pulang sudah tiba, Cendana pamit pulang terlebih dahulu karena akan menemui Titan di RS.
Cilla menunggu pak Sapto untuk menjemputnya, walaupun ada peringatan dari Erick untuk menunggunya, tapi bukannya tidak mau taat tapi Cilla memang sudah diberitahu sang papa sebelum kekantor tadi pagi tadi harus pulang cepat karena ada acara bersama keluarga Erick.
Cilla hanya mengitik pesan pada Erick lewat Catt WA
"Maaf kak, Cilla nggak bisa nunggu kakak pulang soalnya Cilla ada urusan penting" isi catt Cilla
"Apa- apaan lagi ini...dasar Bocil betul - betul pintar membuat orang emosi, ok liat ajah nanti , masih bisa bertindak seenaknya, Aku Erick nggak ada yang bisa membantuku." batin Erick
"Ya Tuhan ampuni hamba karena sudah keterlaluan, bukan maksud hamba mau menghindar atau membantah kak Erick tapi karena situasinya tidak pas, Tuhan ajar hamba taat dan menghormati calon suamiku, bagaimanapun situasi dan kondisinya" doaku dalam hati
Aku memang merasa bersalah tidak bisa menghormati Erick, padahal saat pembekalan pranikah aku sudah berjanji belajar taat dan tunduk pada suami, tapi entah kenapa hati ini belum relah dan ikhlas untuk menghormati kak Erick sebagai calon Suamiku.
Aku tahu semua tentangnya dari prilaku bossy nya bahkan sampai sekarang pun, aku mau melalui proses yang Tuhan isikan aku lalui, Aku terus berdoa supaya kak Erick betul - betul meninggalkan dunia malamnya, tapi ya biarlah waktu yang menjawab.
Erick POV
Aku betul - betul dibuat emosi oleh Bocil itu, janji manusia memang sulit dipegang, bukannya dia berjanji di hadapan pendeta saat kelas pranikah bahwa dia harus tunduk dan menghormati suami, tapi apa ini...dari tadi tak satupun perkataanku didegarnya.
"Ok...liat nanti malam aku minta Dad and Mom, mempercepat pernikahan, tidak harus menunggu Bocil kelar sarjananya, biar tahu rasa gima kalau nggak taat sama Erick Ardana
__ADS_1
Apa Bocil itu tidak tahu kalau banyak cewek antri mau jadi istri aku, bahkan detik ini juga kalau aku bilang menikah pasti banyak yang mau dengan sukarela, tidak ada hubungan yang jelas pun mereka antri tidur denganku, tapi aku bersedia menikahi Bocil itu hanya karena tidak mau mengecewakan Dad and Mom.
Lagian sepertinya seru juga nanti dapat Bocil jadi mainan yang sah. kalau sudah bosan yang diluar sana.
✍️✍️✍️
Sekian dulu ya guys jangan lupa tinggalkan jejak (Vote, like dan komen) supaya author Semangat Up setiap hari, sambil menunggu Amora up, mampir dulu di karya author lainnya
Halu Queen (end)
True Love (end)
The Miracle (end)
__ADS_1
thanks ya sudah dukung 🙏 love you all. Gbu