Amora

Amora
Amora part 14


__ADS_3

Melihat kesungguhan Erick membuat Cilla sedikit tenang, entahlah meski berdoa tiap malam, tapi dirinya tetap saja manusia biasa yang bisa kuatir tentang banyak hal, apalagi menyangkut masa depan dan rumah tangga yang baru akan dipelajarinya.


“hufff, baik kak, kita saling belajar….tapi…..” ucapnya terputus ia memberanikan diri menatap Erick yang sudah memperlambat mobil karena akan berbelok ke lorong perumahan kediaman Erlangga.


“Tapi apa?" tanya Erick penasaran.


“Semarah-marahnya kakak, jangan pernah BENTAK atau memarahi aku di depan umum, kakak boleh marah tapi jangan membentak, kakak boleh tegur aku tapi saat kita berdua saja” ucapnya takut-takut wajah sangar dan suara bentakan Erick pernah di dengarnya membuat dirinya ciut.


“Jangan membentak, jangan marah di depan umum?" baiklah akan kakak usahakan” balasnya sungguh-sungguh.


“Kakak gak punya syarat?" Ia balik bertanya.


“Jangan ada kata pisah” jawabnya dingin. (mengerem mobil perlahan Karena sudah sampai di kediaman Erlangga(Rumah Cilla)).


“Baiklah” jawabnya singkat mereka pun akhirnya turun, mereka di sambut Papa Adam yang memang sedang duduk di taman depan rumah yang Langsung berhadapan dengan tampat parkir mobil.


“Selamat sore, om” sapa Erick pada calon mertuanya itu.


“Sore papa” mereka berdua salim tanda hormat mereka.


“Mama, belum pulang?" tanya Cilla.


“Udah non, dia baru pulang juga” balas papa tersenyum.


“Om, Aku langsung mau pamit pulang, masih ada berkas yang harus kutangani, kasian bang Adit ngerjain sendiri” ucapnya merasa masih canggung dengan calon mertuanya itu.


“Iya, pulanglah hati-hati di jalan ya” balas Adam.


“Hati-hati, kak” ucap Cilla.


“ Iya, salam sama tante, aku pamit pulang dulu”


“Kakak pulang ya” Erick pamit pada Cilla dengan sedikit mengacak rambut Cilla.

__ADS_1


“Ishh, pulang sana” Cilla cemberut sosok jahil Erick makin ditampakkan saja.


Adam yang melihat tingkah keduanya hanya tersenyum simpul.


#Kediaman Ardana


Erick sampai di rumah, mendapati mommy dan daddy di ruang keluarga sedang menungguhnya, disana ada Regan dan Meice juga sedang bercanda ria bersama.


"Mom, Dad, Kak Mei, Bro Regan, tumben ngumpul ada acara?". Katanya lalu menyerahkan tas pada ART yang bertugas membantu khusus Tuan muda Erick.


"Duduklah nak, ada yang Daddy mau sampaikan" ucap Ardana serius.


Tanpa bicara apapun Erick duduk di dekat kak Mei dan Regan assisten pribadi sekaligus saudara angkatnya.


"Baiklah Daddy sampaikan sekarang, Regan akan mulai belajar untuk mengurus RS Still Hope, Meice setelah menikah dengan Aditya Erlangga akan membantu di Perusahan sebagai Team Audit Ardana Group, dan kau Erick,belajarlah jadi pemimpin yang bertanggung jawab karena selain akan memimpin Ramah Tangga, jika kamu sudah bisa membuktikan kau pantas jadi presdir maka daddy akan menyerahkan tanggung jawab itu padamu, tapi ingat Daddy tak akan menyerahkan jabatan itu pada orang yang tidak punya tanggung jawab, Daddy akan melihat tanggung jawabmu ketika sudah menikah nantinya.


Kalian ingatlah Daddy tidak memfokuskan Erick sebagai pewaris Ardana Group tapi kalian semua bisa mengajukan diri sebagai kandidat Presdir jika kalian mampu". Ucap Ardana menatap ke-3 anaknya.


"Dad, apa tidak ada orang lain yang bisa memimpin RS Still Hope selain aku?" Regan memberanikan diri untuk bersuara.


"Dad, Mei siap jika minggu depan Menikah sesuai lamaran kak Adit waktu itu, kami sudah sama-sama dewasa dan tak perluh untuk pacaran ala ABG" ucap Meice tertunduk.


"Baiklah nak, akan Daddy sampaikan langsung pada Erlangga" balas Ardana sangat senang.


"Sayang, apa kamu benar sudah mau menikah, mommy gak lagi mimpikan?". Eunike menanyai Meice putri angkatnya itu.


"Iya mom, Kak Adit membuatku yakin". Ucapnya tegas.


"Hmm,kalau itu membuat putriku bahagia maka lakukanlah". Eunike tersenyum tergambar jelas jika Mommy sangat senang mendengarnya. Akhirnya putrinya itu sudah berani mengambil komitmen untuk membina rumah tangga yang sangat tidak diinginkan anak itu dari dulu.


" Apa kamu siap menikah sayang?". Eunike menatap putranya Erick.


"Siap mom". Ucapnya yakin.

__ADS_1


"Baiklah jika kalian berdua serius pada komitmen kalian masing-masing, ingat Daddy tidak suka jika ada kata "Cerai" Daddy saja tidak suka apalagi Tuhan, ingat "Apa yang dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia" ingat Perintah itu". lanjut Ardana.


"Baik Dad". Meice dan Erick menjawabnya bersamaan.


"Ya itu saja untuk kali ini, naiklah dan berganti baju, kita semua akan ke pertemuan Keluarga Huygens ada undagan Anak Pertamanya akan menikah tapi menikah di Indonesia" ucap Ardana


Jika Ardana yang bertitah maka semua isi rumah itu harus ikut.


"Baiklah, Erick akan naik dan siap-siap" ucapnya lalu pamit duluan


"Baik Dad, tapi Mei gak akan ikut mobilnya Daddy, Mei akan kesana bersama kak Adit, bolehkah Dad?" ijin Meice


"Iya, nak saya percaya sama Adit". ucapnya


Mereka pun ke kamar masing-masing untuk bersiap-siap mengikuti acara Resepsi pernikahan putra pertama Keluarga Huygens yaitu Steven Arion Huygens (untuk kisah lengkap baca di karya pertamaku Halu Queen‼️) .


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2