
"Hei, kerja yang benar nggak usah gosip, awas aku laporin ke pak Erick dan Pak Adit biar nilai kalian itu Error" tengur salah seorang karyawan
"Maaf... Mbak bukan ngegosip... lagian kami lagi kerja kok" ucap mereka bersamaan dan mengelengkan kepala
"Astaga kok gini bangat ya Non, karyawan disini, apa nggak ada pembinaan karyawan gitu, Etitude mereka kacau tahu" ujar Cendana
"Nggak tahu Na, biasanya ada kok, tapi mungkin karena kita hanya magang jadi mereka menganggap kita bukan bagian dari karyawan" timpal Cilla
"Dek Cilla di cari pak Regan, katanya adek di minta ke ruangan Presdir" ujar Limbong setelah melihat Cilla mengantarkan file yang sudah di copynya.
"Makasih kak, Nana aku tinggal ya" pamit Cilla
"Ok...Non kuatkan ajah mentalnya" goda Cendana
"iiiii.... Nana apaan sih" balas Cilla dan segera menuju ke lantai 48
#Cilla POV
Ya hidup ini memang drama ya, kemarin kerjaannya sesuai, sekarang semuanya berubah, dasar manusia kadang tidak jelas.
"Astaga Cilla tidak harus mengelu, kerjakan dengan sukacita, hei kamu bukan kerja untuk manusia tapi untuk kemuliaan Tuhan, apa sih bedahnya kamu dengan orang yang nggak kenal Tuhan, Mereka ajah banyak yang professional dalam kerjaan na kamu katanya kenal Tuhan tapi sedikit di kasih tantangan udah ngomel " monolog Cilla
"Cilla bersyukur...bersyukur" lanjut Cilla menyemangati diri sendiri
✍️✍️✍️
"ting" pintu lift terbuka
"Selamat siang ibu," sapa Cilla pada Sekretaris presdir
"Slamat siang Cilla, silahkan masuk Pak Erick sudah menunggu" jawabnya rama
"Terima kasih Ibu" jawab Cilla dan mengetok pintu
"Tok, Tok... Tok"
__ADS_1
"Masuk" perintah dari ruangan
"Selamat siang Pak, maaf bapak memanggil saya?" tanya Cilla sopan
Erick dan Regan menatap heran ke arah Cilla.
"Bro keluar dulu dan tolong jangan isikan seorang pun masuk sebelum dia keluar!" perinta Erick
Regan mengangukan kepala kemudian langsung ke luar ruangan.
"Pak ada yang perluh di bantu?" tanya Cilla tetap dengan sikap formalnya
Erick tertawa terbahak - bahak menatap ke arah Cilla
"Pak...apa ada yang lucu?" tanya Cilla heran
"Hei bocil kamu yang lucu, ngapain juga harus bersikap formal ke tunangannmu, santai Cil" jawab Erick mendekati Cilla
"Ini Kantor pak dan memang seharusnya gitu" timpal Cilla
Cilla kanget dan berusaha melepas pelukan Erick "Pak ini Kantor" ujarnya
"Emang kenapa??? ini kantorku jadi bebas dong dan sekali lagi kamu panggil Pak aku cium kamu" ancam Erick
Cilla refleks menutup bibirnya dengan tangannya
Erick terseyum, melepas pelukannya dan mencium puncak kepala Cilla dan mengacak rambutnya
"Ya kak" protes Cilla
"Apa? berani protes aku cium" lagi - lagi Erick mengancam
"kak emang di otak kakak hanya ciuman ya?, dasar" ujar Cilla lirih
"Ia.... Kalau dekat kamu, pengennya nyium terus, bibir kamu seksi and manis bangat" ujar Erick santai dan menarik Cilla duduk di sofa
__ADS_1
"Otak kakak itu boleh cuci, kotor bangat" balas Cilla
Erick hanya terkekeh mendegar omelan Cilla
"Ada apa kak manggil aku?" tanya Cilla
"Mang nggak bisa ya, kalau mau bertemu tunangan sendiri?" jawab Erick santai
"kak aku disini kerja bukan pacaran, kan ada wantu lain, aku nggak mau dianggap KKN, lagian kakak nggak bole menyalahgunakan wewenangnya, kakak harus profesional" Jelas Cilla
"Baiklah nyonya, saran di terima berarti setiap pulang kerja harus menghabiskan waktu bersama aku" tanggap Erick dengan senyum liciknya
"Apaan sih kak, aku masih punya kegiatan lain kali selain magang" protes Cilla
"Ok berarti jam kerja saya pake ketemu kamu" tukas Erick
"Kak please aku mau kerja disini dengan damai jadi mohon kerja samanya ok" pinta Cilla memelas
"Baiklah tapi sebagai gantinya, ke kantor bareng aku pulang pun demikian terus harus cium pipih tiap pagi" pungkas Erick
"Nggak bisa , kalau ke kantor bareng nanti ketahuan karyawan lainnya, aku nggak mau, terus ciuman nggak bole belum resmi harus jaga kekudusan" Ujar Cilla serius
"Dasar Bocil...emang salah kalau karyawan tahu kita tunangan gitu?, terus cium di pipi juga bukan dosa kali, ingat nggak kata pendeta waktu konseling?" tukas Erick
"Nggak salah... tapi aku nggak mau mereka bersikap baik hanya karena status aku, terus ciuman di pipi memang bukan dosa kalau tulus, nggak pake na**u tapi mana aku tahu motivasi kakak" jawab Cilla
"Bocil - bocil pede bangat ya, emang aku na**u liat kamu gitu, mala kamu kali yang tidak tahan liat wajah dan bodi aku?" ujar Erick terseyum mengejek
"Mana aku tahu, kan cuman nebak doang" ujar Cilla santai
"Baiklah, supaya kamu nggak kepedean kamu yang harus cium aku tiap pagi" tegas Erick
"Nggak mau, mana ada aturan gituan" protes Cilla
"Ya udah berarti kembali ke awal kamu harus menemani aku di kantor dan aku umumkan pada semua karyawan kalau kamu tunangan aku, gimana?" tawar Erick dengan nada intimidasi
__ADS_1