
"Terima kasih sayang" ujar Regan menarik tangang Ziona memaksa duduk disampingnya
"Ar, ini Ziona isteri aku" tutur Regan memperkenalkan sang isteri tercinta
"Ziona" ucap Ziona menjabat tangan Arkan dengan ramah
"Arkan, temannya Regan dan Erick" ujar Arkan menyambut uluran tangan Ziona
"Woa, cantik pantas Regan menikahi kamu, padahal duluh katanya nggak mau nikah!" ujar Arkan membongkar rahasia Regan
"Sial loh Ar.... pake buka kartu segala" protes Regan
"Kak mulut tuh, kontrol dikit kalai ngomong! " bisik Ziona di telinga Regan. Regan hanya terkekeh. Inilah yang membuat Regan semakin jatuh cinta pada Ziona, yang begitu lembut dan sopan bahkan menegurpun dengan kasih tanpa mempermalukan.
"Oh ya dek, ketemu Regan dimana?" tanya Arkan penasaran
"Panjang kak ceritanya, minta kak Regan ajah cerita" tutur Ziona tersenyum manis
"Gila... Isteri Regan cantik banget, sopan, plus dewasa lagi" batin Arkan kagum dengan sosok Ziona
"dek Cilla, aku pulang ya Al dirumah, takutnya nyari aku dah lama di tinggal" pamit Ziona
"Oh ia kak Zio, makasih loh udah bantuin" balas Cilla
Meski Cilla sebenarnya kakak dari Ziona tapi Ziona manggil adek karena Regan kakak dari Erick, otomatis Cilla jadi adeknya, demi sopan santun.
"Ia dek kak Regan juga pamit ya, mau kerja, besok kesini lagi!" pamit Regan
"Makasih kak Regan" jawab Cilla
__ADS_1
"Bro pulang yuck bareng kita, biar istirahat dulu pasti capek kan baru nyampai!" ajak Regan pada Arkan
"Ok" ujar Arkan mengiyakan ajakan Regan
"Dek Cilla, aku pamit ya, besok Pasti ke sini lagi menemui Erick, percayalah Mujizat masih ada" pamit Arkan
"Amin... Ok kak, sekali lagi terima kasih kak atas segalanya" jawab Cilla tulus
"Adoh dek , terima kasih terus, santai ajah" ujar Arkan terkekeh
Mereka bertiga bersamaan keluar dan berpapasan rombongan daddy Ardana, Mommy Eunike, papa Adam dan Mama Elis yang kembali ke berkunjung. Mereka saling menyapa beberapa saat.
"Gan.. Al siapa sich? " tanya Arkan penasaran dengan ucapan Ziona tadi
"Anak kami lah" ujar Regan bangga
"Booh... Anak?, jangan gila Gan bukannya loh baru hitungan bulan menikah?" cerca Arkan tak percaya
"Ok deh...dari pada aku penasaran" jawab Arkan setuju.
Arkan memang asli korea, tapi orang tuanya sudah lama tinggal di Indonesia yang bekerja di LSM internasional yang cabang Indonesia, dan sangat mencintai Indonesia sehingga putra tunggal mereka diberi nama Arkan Kim. Bahkan Arkan pun fasi berbahasa Indonesia dan juga tahu beberapa bahasa daerah di Indonesia karena ajaran orang tuanya.
Arkan mengikuti orang tuanya balik ke negara asalnya sebelum selesai pendidikan di perguruan tinggi karena kembali di tugaskan ke negaranya sendiri. Arkan menganggap Indonesia sebagai rumah keduanya.
Tiga puluh menit kemudian
#Rumah Ziona
"Daddy , mom" sambut Al berlari menemui mereka sebelum mereka turun dari mobil.
__ADS_1
Arkan tertegun melihat bocah lelaki itu, seperti Regan versi mini.
"Hai sayang, daddy kangen Al" ujar Regan langsung mengendong Al dan menciumnya
"Daddy, ada tamu ya? " tanya Al melihat Arkan keluar dari mobil daddynya
"Ia sayang kenalin Uncle Arkan!" tutur Regan
"Hallo uncle Arkan, aku Al, uncle cakep deh! " sapa Al dengan khas cerianya sambil memuji Arkan
Arkan langsung mencubit lembut pipi Al karena gemasnya
"Hallo, Al juga cakep" Puji Arkan balik
"Ya, uncle nggak kreatif banget sih" protes Al tiba - tiba
"Memang uncle kenapa?" tanya Arkan heran
"Sudah terlalu sering Al dengar kalau aku cakep, itu sih udah kenyataan" Celote Al santai dengan sok dewasa
"Hahaha" tawa Arkan pecah mendengar celotehan Al, seperti orang dewasa.
"Omg Regan, aku nggak ragu lagi pasti dia anak kamu, narsisnya kebangatan" tutur Arkan tak habis pikir , anak umur lima tahun sampai ngomong gitu
"Emang kata orang aku mirip bangat daddy kok Uncle" celoteh Al lagi
"Yayaya, mirip pake bangat" tutur Arkan mengusap lembut kepala Al.
"Mommy kok nggak dipeluk?" ucap Ziona protes
__ADS_1
"Humm maaf mom" tutur Al langsung memeluk dan mencium mommynya.
"Hei mari masuk, kok ngobrolnya di luar" sambut Papa Gio yang muncul di pintu. mendengar suara mobil tapi orangnya nggak kunjung masuk rumah.