Amora

Amora
Amora part 66


__ADS_3

Cilla pun tak tahan menahan air mata bahagia karena kini Erick sudah membuka hati menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi. Cilla sudah sejak tadi berdiri di pintu kamar mendengar semua percakapan mereka. Tapi tidak mau mengganggu konsentrasi sehingga hanya berdiri mematung dan terus berdoa supaya Erick di jamah Roh Kudus, dan ternyata doanya terkabul saat itu juga.


"Selamat datang Bro dalam keluarga Allah, selamat menikmati anugerah-Nya, tugasmu sekarang harus belajar Firman-Nya, rajin berdoa, rajin ibadah, rajin ikut persekutuan dan harus berbagi berita ini bagi orang lain" lanjut Joe memeluk Erick


Begitupun Regan langsung memeluk Erick dengan sangat kuat, merasa bahagia kini Erick telah kembali. Tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan Erick tidak mungkin melakukan hal - hal yang konyol lagi, dia sudah menemukan hidup baru bersama Tuhan.


"Ingat Bro, mungkin pikiran dan perasaan kamu akan menghantui bahwa kamu tidak pantas bertobat tapi ingat itu hanyalah serangan iblis saja yang tidak suka dengan perubahanmu, Karena sesungguhnya jika kita sudah mengaku dengan jujur maka Tuhan tidak pernah mengingat - ingat lagi kesalahan kita. Seperti Firman-Nya "Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu". Tambah Joe menguatkan


Erick mengangguk paham, Cilla langsung masuk menghampiri dan memeluk erat Erick dengan meneteskan air mata bahagia.


"Sepertinya kita harus keluar nih" ujar Joe sedikit bercanda


"Ya serasa dunia ini milik mereka berdua, kita ma hanya ngontrak " timpal Regan terkekeh


"Ya baguslah kalau kalian sadar" balas Erick menanggapi candaan sahabatnya

__ADS_1


"Ish apaan sih sayang" protes Cilla melepas pelukannya baru sadar ada Joe dan Regan


"Hehehe lanjutkan saja, kebetulan aku mau pamit juga, masih ada pelayanan" timpal Joe


"Ya, aku juga mau pulang, buat adek untuk Al" ujar Regan lagi -lagi bercanda


Mereka tertawa menanggapi celotehan Regan


"OK makasih kak Joe, makasih kak Regan, doain terus ya kak Erick cepat pulih" tutur Cilla tulus


"Makasih bro pelayanannya, sering- sering berkunjung kamari ya!" timpal Erick


"Sip bro" jawab Joe singkat


"Makasih kak Regan, sudah menjadi kakak sekaligus sahabat buat aku" lanjut Erick

__ADS_1


"Hei santai ajah bro, sampai kapan pun aku tetap jadi kakak dan sahabatmu" balas Regan


Kemudian mereka berdua melangkah meninggalkan kamar Erick.


"Makasih sayang, setia mendampingi aku, maaf karena selama ini aku menyakiti dan mengecewakan kamu, tapi aku mohon berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya, aku mau belajar jadi suami dan ayah yang baik buat kalian" ujar Regan mengecup bibir sang istri


"Sama - sama sayang, aku mencintaimu, aku takut kehilangan kamu, jadi tolong jangan pernah melakukan hal konyol lagi, terus janji sayang jangan pernah mengucapkan kata cerai lagi, aku tidak mau dengar itu. Aku tidak mau kehilangan kamu sayang, kita awali semuanya bersama Amore ya!" tutur Cilla membalas ciuman Erick


Satu bulan kemudian, di Ardana group sejak pagi awak media sudah memenuhi gedung ini, pagi ini merupakan pertama kalinya Erick kembali bekerja sejak kecelakaan menimpah dirinya meski masih bantuan kursi roda tapi Erick memaksa kembali bekerja.


Walaupun sempat putus asah dan malu dengan kondisinya tapi setelah pertobatannya Erick tidak terpengaruh lagi dengan pandangan orang - orang apalagi yang tidak mengenal baik dirinya.


Erick menemukan jati dirinya bahwa apapun kondisinya dia sangat berharga di mata Tuhan. Ini semua tak lepas dari dukungan sang isteri dan juga keluarga dan sahabatnya.


Saat ini Erick akan melakukan klarifikasi dengan kecelakaan yang dialaminya. Yang mana pemberitaan selama ini memojokkan dirinya, yang menuduhnya selingkuh dan berniat menikahi Claudia tapi karena Claudia tidak mau akhirnya Erick berniat bunuh diri bersama.

__ADS_1


Dan berita itu sudah memanas beberapa bulan ini, dan berujung pada profit perusahaan yang menurun drastis di tambah diamnya keluarga Ardana. Keluarga Ardana tidak mau gegabah menanggapi berita karena mereka tidak menahu tetang kejadian itu dan lebih baik memilih diam dan fokus merawat Erick masalah perusahaan mereka tidak khawatir karena mereka percaya ada Tuhan yang tidak mungkin membiarkan umatnya melarat. Pasti semua ada jalan keluar selama mereka berpegang dan setia pada-Nya.


__ADS_2