Amora

Amora
Akram


__ADS_3

Setelah bel pulang berbunyi, Aval mengajak Amora untuk pulang bareng dan membiarkan mobil Amora tinggal di sekolah dan mereka pergi dengan menggunakan mobil Aval. hari ini rencananya Aval mau menebus harga dirinya kemarin, dia ingin mengajak Amora menonton


Aval sesekali menoleh pada Amora yamg menatap lurus kedepan. sudah setengah jam berlalu Amora tidak mengalihkan pandangannya dan itu membuat Aval menjadi canggung dengan Amora.


Aval ingin membuka kecanggungan ini, namun tampaknya mood Amora tidak baik dan Aval memilih diam,dari raut wajah Amora Aval menyimpulkan jika perempuan itu sedang memikirkan sesuatu, Aval tidak akan menanyai hal itu, karena Amora punya privasi. lagi pula jika Amora menganggap dirinya sebagai pacar yang dimana orang yang paling Amora percayai. tanpa Aval tanya maka Amora akan menceritakannya pada Aval. Aval tidak banyak menuntut akan hal itu, dia sadar diri.


"Ra"


panggil Aval setelah memarkirkan mobilnya dan membuka sealbet.


Amora menoleh sebentar dan membuka sealbetnya lalu membuka pintu mobil dan diikuti oleh Aval. Aval berjalan beriringan dengan Amora mereka memasuki mall dan berjalan menuju bioskop.


"nonton apa?"tanya Aval


"terserah deh"


"film yang romantis?"Amora menggeleng "horor?" tawar Aval lagi. namun Amora masih menggeleng


Aval menghembuskan nafasnya "yaudah, yuk komedi aja" Aval memutuskan untuk menonton film komedi sebelum kesabarannya habis dengan sikap diam Amora. ia lebih suka Amora yang cerewet dari pada pendiam begini. karena Aval bukan laki-laki yang sabar


setelah beberapa menit mengantri tiket dan membeli makanan dan minum Aval mengandeng Amora untuk memasuki studio,karena memang film yang ia pilih sudah dibuka studionya.


Aval dan Amora dapat kursi kedua dari depan nampaknya mereka telat untuk mendapat kursi paling atas tempat kesukaan mereka jika sedang menonton. lampu bioskop mulai redup dan sekarang gelap. filmnya belum mulai hanya beberapa trailer film yang akan tayang.


Aval menoleh pada Amora yang masih saja diam seperti orang asing. Aval risih sebenarnya dengan sikap Amora yang seperti ini. tapi dia siapa?


"Ra, minggu depan kita ujian semester kan?"


"iya"


Film dimulai, setelah beberapa menit berlalu suara mulai mendominasi telinga Aval, banyak yang tertawa serta suara heboh sendiri menusuk telinganya. tapi entahlah Aval sama sekali tidak tertarik menonton film itu dia malah menatap Amora yang tanpa ekspresi.


Amora menjatuhkan kepalanya pada bahu Aval, hal itu membuat Aval menegang beberapa saat bukan yang pertama tapi rasanya tetap sama seperti pertama kali Amora menjadikan bahunya untuk bersandar.

__ADS_1


"malam minggu ini ada pertemuan keluarga Val"


akhirnya Amora membuka pembiacaraan walau belum dimengerti oleh Aval


"keluarga lo? atau keluarga kita? mau ngapain? ngebahas tunangan?"


Amora mencengkram lengan Aval sebentar, laki-laki itu sangat tidak bisa diajak serius. lalu melepas cengkramannya sebelum Amora melanjutkan bicara


"keluarga gue, gue takut ketemu Akram" ucap Amora mengeluh pada Aval


Aval merasakan ada desiran pada hatinya yang menghasilkan rasa nyilu "takut kenapa?"


"takut aja, taku.."


"takut karena perasaan lo sama dia masih sama?" potong Aval, nada bicara Aval memang seperti biasa saja.tapi Amora tahu, Aval sekarang pacarnya dan jika memang Aval menyukai dirinya maka Aval sekarang sedang menahan sesak di dadanya


Amora menggeleng "bukan karena rasanya masih sama. tapi gue justru takut bakalan awkward banget kalo ketemu dia nanti"


Amora menghela nafas "gue mau lo temenin"


"temenin? kok gitu?" Aval merasa jika Amora mencoba untuk mengalihkan pembicaraan


Amora menatap Aval sambil tersenyum "temenin aja, mau ya?"


Aval mengangguk "yaudah, oke" putus Aval lalu mengalihakan pandangannya pada layar. fikiran Aval sekarang beradu argumen. Aval tidak pernah benar-benar fokus pada film ia hanya tidak ingin melihat senyuman Amora barusan! dari senyum itu Aval menangkap sinyal tentang alasan yang sesungguhnya kenapa Amora mengajaknya keacara keluarga itu, Amora mengajaknya hanya untuk memberi tahu bahwa dia sudah moveon kepada Akram, entahlah hanya itu yang ada dalam benak Aval.


lampu kembali terang, semua orang mulai beranjak meninggalkan studio. tanpa terasa kurang lebih dua jam selama penayangan film tidak ada sedikitpun yang Aval pahami dari film barusan. Aval dan Amora berjalan keluar studio dengan keadaan yang masih canggung.


"Val, waktu ujian semester diselenggarakan. lo jangan bolos ya!"


Aval mengangguk "cium gue deh kalo gue bolos"


"itu sih, enak di elo!" sewot Amora

__ADS_1


Aval mencoba untuk bersikap netral membuang semua pemikirannya. bagaimanapun itu hanya pemikirannya yang belum tentu benar adanya


"langsung pulang Ra?" tanya Aval setelah mereka telah memasuki mobil


"langsung pulang aja deh, capek gue"


"yaudah" Aval mendekat lalu memasangi sealbet Amora.


Aval menjalankan mobil menjauhi mall, Amora merasa bosan dan menyetel lagu pada mobil Aval. Amora melihat deretan lagu Aval dan memilih lagu Raisa~mantan terindah


" apaan sih Ra, melo banget tahu gak!"


"lagu lo ini!"


"aiss, pasti Abay tu yang nambahin ke daftar putar"


"biaarin sih yang" balas Amora,


Aval diam, Amora memanggilnya yang sangat jarang dan membuat jantungnya sesak sesaat. mereka berpacaran sudah 3 bulan dan memang keduanya bukan orang yang memiliki tipe alay yang memanggil pasangannya dengan sebutan sayang, honey, bebeb atau apapun itu. bahkan mereka juga tidak mengubah logat lo-gue ke aku-kamu bagi mereka jika pacaran itu bukan tentang panggilan yang terpenting perasaan.


selama beberapa jam di perjalanan keduanya sibuk dengan fikiran masing-masing sesekali mereka ikut bernyanyi sesuai dengan nada lagu yang di putar.


Aval memasukan mobilnya pada garasi rumah, dia tidak memberhentikan mobilnya di depan rumah Amora, mereka tetanggaan jadi Aval langsung saja kerumahnya dan nanti Amora tinggal berjalan sedikit untuk kerumahnya. setelah membuka seatbeltnya Amora menatap Aval yang sedang membuka selbet tampak serius, selama diperjalanan ia selalu teringat akan ucapannya di bioskop tadi. Amora memegang tangan Aval mencegahnya membuka pintu. Aval menoleh menatap Amora tangan Amora teralih mengelus pipi Aval sembari terssenyum, Aval memegang tangan Amora yang menyentuh pipinya


"you love me and me too" ujar Amora menyakinkan Aval


Aval mengangguk dan mencium tangan Amora yang mengelus pipinya.


"one again, I love you"


Aval tersenyum "love you too"


♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2