
Klarifikasi yang diadakan oleh Ardana Group, lambat laun membuat suasana menjadi tenang, namun tidak sepenuhnya hilang karena masih banyak yang bergunjing tentang masa lalu Erick. Tapi itu bukan masalah untuk Erick lagi.
#Ruangan Erick
"Dek pulang saja, ada Regan kok yang bantu. Kasian Amore kalau ditinggal lama" ucap Erick setelah mereka sampai di ruangan.
"Gak, Sayang Papa Mama udah janji mau jagain putri kita kok, lagian semenjak kakak keluar dari RS gak ada lagi kita ke Rumah mama papa" Jawab Cilla dengan telaten menyiapkan dokumen yang akan di tanda tangani Erick di hari pertamanya masuk kantor.
"Emang, mama gak sibuk ngantor ya?" Erick menarik pergelangan tangan Cilla yang sibuk membereskan dokumen tanpa memperhatikan dirinya yang dari tadi bicara.
"Kak, apaan sih" ucap Cilla kaget saat dirinya ditarik tiba-tiba oleh Erick dan ia langsung terduduk dipangkuan suaminya.
"Makanya, kalau kakak bicara tatap aku" ucapnya menggoda Cilla yang terlihat masih malu seperti orang yang pacaran saja.
"Hmm, iya kak maaf ucapnya mengalihkan pandangnya cepat, entahlah dia tiba-tiba saja merasakan debaran yang membuat dirinya grogi.
"Hei, tatap kakak... aku disini. Erick tak puasnya menggoda Cilla yang benar-benar merasa grogi di depan suaminya sendiri.
Karena malu, Cilla segera memeluk suaminya erat dan menenggelamkan wajah panasnya di dada bidang suaminya😁.
"I love you, sayang" Ucap Erick membalas pelukan istrinya "Thank you so much for loving me, i just already relized that u can makes me loves you every hour, oh no every minuts bahkan every second" ucap Erick melepas pelukannya dan menatap wajah istrinya, ia mendekatkan wajahnya ingin mencium sang Istri...1...2...
__ADS_1
"Erickkkkk...." Suara Mommynya menggelegar bersamaan pintu terbuka.
"Mom" ucap mereka bersamaan dengan refleks Cilla berdiri dari pangkuan suaminya yang membuat kursi roda agak terdorong.
"Sorry" ucap Cilla lirih dengan muka bersalah seperti kepergok sedang melakukan kesalahan fatal.
"Kalau mau bermesraan, setidaknya kunci pintu, dasar anak nakal, hampir saja mata cucu-cucuku ternodai" ucap Mommy Eunike.
Sedangkan Dad Ardana hanya geleng - geleng kepala melihat anak bungsunya itu " Darah memang kental ya" ucapnya santai memilih duduk di single sofa di ruangan Erick. Yang diikuti Al dan Regan.
"Bro belajarlah jadi player yang pro" ledek Regan.
"Mom, saya kira tadi sudah pulang" ucap Erick santai
"Oh, iya mom tadi mama udah kabarin Non" Cilla mengambil Amore dari gendongan Mommy.
Ketika mereka sedang asik berbincang, Mama Elis datang dengan asistennya mau menjemput Cucu kesayangan mereka yaitu Amore...
"Silahkan, masuk Nyonya... Ibu Eunike dan Pak Ardana juga di dalam" Ucap Resepsionis mengantar Mama Elisa yang diketahuinya seorang Dirut Grace Group sekaligus Besan pak Ardana.
"Thank you" ucap Mama Elisa tersenyum tulus.
__ADS_1
"Woaaa pantas Nyonya Cilla, baik ternyata ibunya juga sangat baik, beda sekali dengan pak Adit" ucapnya lirih sambil duduk kembali di kursinya
"Hmmm" Meice berdehem tanda ia mendengar apa yang dikatakan sang resepsionis tentang suaminya tapi benar sih Adit suaminya akan sangat cuek dengan orang selain keluarganya.
"Bu..bu Meice" ucapnya pucat pasih "Mati aku" ucapnya dalam hati
"Pak Ardana dan Ibu masih di Ruangan Pak Erick?" Tanya Meice pura-pura tidak mendengar apa yang dikatakan sang resepsionis. Meice, Regan tahu jika ini kantor maka akan memanggil Dad n Mom dengan panggilan Ibu dan Bapak, aturan profesional kerja.
"Iya, bu Masih" ucapnya canggung "Semoga dia tidak mendengar apa yang saya ucapkan tadi" batinnya.
"Makasih ya, kalau mau membicarakan sesuatu, lakukan ditempat yang orang tidak bisa mendengarnya, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan" balas Meice tersenyum kemudian lalu menuju ruangan Erick.
"Cekleek" suara pintu terbuka lagi
"Oh, rupanya lagi reunian akbar ya" Meice dengan senyum menyalami Mama Elisa mertuanya.
"Anak Mama, sini sini peluk, gimana kandungan kamu?" Mama Elisa sangat menyayangi semua menantu perempuannya karena merasa sekarang banyak anak perempuan ketika anak laki-lakinya semua ber-istri.
"Baik, ma...hmmm Mei kangen masakan mama" ucapnya manja ke mama Mertuanya itu. Ardana dan Eunike senang melihatnya.
"Kak, udah dong Mama Elisa mama aku juga, gak.usah merasa punya mama sendiri, ucap Erick menginterupsi kangen-kangenan itu.
__ADS_1
Cilla dan Erickpun melakukan hal yang sama menyalami dan memeluk sang mama.
"Hmm, baby-baby tuanya mama terus saja suka manja" Elisa membalas pelukan anaknya dan juga menantunya.