
"Jangan, jangan, jangan !! ok aku ketemuan diluar jam kantor, tapi nggak ada cium- cium pipi" potong Cilla
"Nggak ada tawar menawar kalau nggak dua-duanya, ya kembali ke awal" tegas Erick
"Astaga bossy bangat... aku bisa gila kalau gini terus" batin Cilla
"Gimana setuju nggak?" tanya Erick
"Ok... aku setuju tapi, jagan sekali - kali manggil aku saat lagi kerja kalau nggak ada sangkut paut dengan kerjaan, dan cium pipinya saat hanya berdua jangan di depan keluarga dan teman - teman, kalau melanggar berarti persetujuan batal" ujar Cilla tegas
"Dill , gini baru calon isteri yang baik" tanggap Erick menjabat tangan Cilla
"Kalau gitu aku balik kerja ya" pamit Cilla berdiri
Erick langsung menariknya kembali hingga Cilla duduk di panguannya. Refleks Cilla memukul dada Erick dan berusaha melepaskan diri. Tapi Erick semakin kuat memeluk pinggangnya
"Kak tolong lapas, aku mau kerja" pinta Cilla manja dengan wajah bersemu merah menahan malu
Erick menahan diri untuk tidak mencium Cilla dengan wajah yang semakin imut karena malu.
"Aku lepas tapi cium dulu!" perintah Erick
"Nggak ada cium- cium kan perjanjian besok pagi" protes Cilla
"OK sampai sore gini kalau nggak mau cium, jujur ajah kalau mau terus aku pangku" Erick menggoda Cilla
Tanpa berbicara Cilla langsung mengecup pipi kiri Erick, karena sekeras apapun Cilla membanta Erick tak bakalan kalah.
"Na itu sudah, jadi mohon lepas aku" pinta Cilla
__ADS_1
"Yang kanan belum" ujarnya
Cilla terpaksa mengecup singkat pipi kanan Erick
"Sudah, puas?, jadi tolong lepas" pinta Cilla
Erick melepas pelukan di pinggang Cilla dan membiarkan Cilla berdiri , "Baiklah pertemuan kita cukup disini, sebentar pulang bareng aku, tunggu aku di mobil, ini kunci!" ujar Erick menyodorkan kunci mobil
Cilla segera mengambilnya dan segera keluar tanpa menoleh Erick lagi.
Erick POV
Ya Tuhan, kok perasaan aku senang bangat ya setelah Bocil menyetujui syarat konyol yang aku buat, kenapa sih aku yang kekanak - kanakan.
Aku nggak mungkin menyukainya kan? Bocil itu bukan tipeku, Erick tujuanmu hanya mengerjainnya
Berani - beraninya melarang seorang Erick menyentuhnya, dia tidak sadar begitu banyaknya perempuan yang bertekuk lutut di hadapanku
#Cilla POV
Ya Tuhan aturan macam apa ini, aku pikir kak Erick itu sudah dewasa, ternyata sifatnya kekanak - kanakan bangat.
Dasar bossy ya, semua aturannya mutlak di turutin, tapi nggak papa aku harus belajar tunduk dan hormat pada dia to yang dia minta bukan hal yang merugikan.
Memang betul harus banyak meluangkan waktu bersama untuk saling mengenal. Aku belum mencintainya tapi harus belajar mengasihinya sebagai wujud komitmenku.
#Di Ruang Accounting
"Non, lama sekali, ada apa si? " cecar Cendana
__ADS_1
"Nggak ada kok Na, aku hanya minta kak Erick supaya jangan membongkar dulu hubungan kami, aku nggak suka ajah orang baik sama aku karena status" jelas Cilla
"Terus kak Erick setuju?" lanjut Cendana
"Ya, dengan syarat harus berangkat dan pulang bareng" ucap Cilla tak semangat
"Kalau aku setuju ajah Non , biar kalian lebih mengenal lagi" ujar Cendana serius
"Ya... emang sudah seharusnya sih" timpal Cilla
"Ya udah nggak usah dipikirin, doakan ajah yang terbaik, makan yuck!" potong Cendana
"yuck!"
Cilla dan Cendana segera menuju kantin bersama karyawan lainnya.
Dan seperti biasanya Adit, Meice, Erick dan Regan pun ikut makan disana, tapi kali ini Cilla dan Cendana bergabung dengan karyawan lain yang agak jauh dari meja Adit dan lainya setelah menyapa rombongan petinggi perusaan dengan formal.
Erick dan lainnya terseyum melihat tingkah Cilla dan Cendana yang bersikap formal pada mereka, Erick mengikuti persetujuan Cilla, seolah - olah mereka seperti karyawan dan bawahan di depan yang lain.
Erick sesekali menatap ke meja Cilla tapi Cilla tak sekalipun meliriknya tetap asyik menikmati makanannya sambil ngobrol santai dengan karyawan yang lainnya, bahkan Cilla pun bisa bergaul dengan karyawan dari devisi lain.
Setelah makan seperti biasanya Cilla dan Cendana segera balik ke ruangan dan dengan formal lagi berpamitan.
"Astaga cara mereka makan mirip tentara ya yang lagi pelatihan, cepat sekali atau nggak ngunya langsung main telan?" celote Regan
"Mereka kalau lagi kerja emang gitu sih, untungnya mereka jalan sambil makan" timpal Adit
"Bagus dong kak, berarti mereka serius kerjanya, pokoknya salut sama mereka bukannya manja dan menghalalkan segala cara untuk dapat nilai, tapi betul - betul terjun langsung, jarang Tuan Putri begitu" selah Meice
__ADS_1
"Hai... masih mau ngobrol? aku duluan ya" ujar Erick malas mendegar percakapan mereka