Amora

Amora
Amora 47


__ADS_3

Makan siang tiba seperti biasanya Regan, Erick, Adit Meice dan semua karyawan menikmati makan siang di kantin kantor. Regan mengajak Al dan kembali dengan ceria Al menyapa karyawan yang ada di kantin.


Meice langsung memeluk Al karena dia sudah tahu, Daddy dan mommy Ardana telah cerita semuanya. Al sempat bingung tapi akhirnya berakhir senang ketika tahu kalau Meice adalah tantenya.


"Hallo aunty aku Al, aunty Mei cantik deh" puji Al setelah Meice memperkenalkan dirinya untuk Al.


"Woa anak kamu Gan, betul copyan kamu deh" ujar Meice tersenyum


"Ini uncle Adit, suami aunty" jelas Meice saat Al bertanya siapa yang bersama aunty-nya


"Sayang nggak sabar pengen cepat punya anak" bisik Meice pada Adit


"Doa, kita kan sudah mulai jadi tunggu" balas Adit berbisik pula di telinga Meice


"Hallo Al senang bertemu kamu, panggil ajah uncle Adit!" ujar Adit memperkenalkan diri


"Hallo uncle Adit, uncle cakep deh" puji Al tulus


Al kemudian duduk di kursi samping daddynya mengeluarkan bekal yang sudah di buatkan mommy Ziona. Ziona tidak pernah membiarkan Al makan di sembarang tempat apalagi kalau tidak bersama Al.


Dan tiba - tiba jam Al berbunyi, ternyata mom Ziona yang menelponnya.


"Shalom mom, adek mau makan bareng daddy, aunty Mei, Uncle Erick dan Uncle Adit" jelas Al detail


"Selamat makan sayang, ingat pesan mommy, by sayang" ujar Ziona mengakhiri panggilannya setelah mengecek keadaan Al.


"Mommynya ya sayang?" tanya Regan


"Ia dad, dad aunty Al yang doa ya!" pintanya tiba - tiba setelah melihat makanan diantar waiters

__ADS_1


Mereka semua tercengang, "Woa Gan seperti harus belajar sama Al, biar bisa pimpin doa" ledak Meice dan Erick


"Tapi sepertinya bukan hanya aku" balas Regan menatap Erick


"Ais, cukup debatnya, ayoh sayang berdoa" potong Meice, sementara Adit membuang muka menahan tawa.


"..., Amin" ujar Al mengakhiri doanya


"Mari makan semua!" ujarnya memamerkan senyum menggemaskan


"Selamat minikmati makan siang semuanya!" ujar Al pada semua karyawan disana di tanggapi dengan senyuman para karyawan


Sontak tangan Regan dan Meice bersamaan mengusap lembut kepala Al. Sepanjang menikmati makan siang mereka Al sering bercelote lucu sehingga meja mereka yang biasanya sunyi tanpa suara ribut di warnai tawa dan pasti menarik perhatian para karyawan.


Bahkan Erick yang biasa dengan wajah dingin tidak ada senyum sampai Pulang kini tertawa terpingkal - pingkal. kalau Regan memang orangnya ceria dan rama sehingga pesona itu sering disalah artikan cewek - cewek. Adit memang pribadinya pendiam meski dia sangat baik dan perhatian.


Bahkan Cilla sempat lebih dekat dengan Regan saat SMA di banding Erick yang sejak awal bermusuhan Cilla. Tapi namanya jodoh ternyata Ericklah yang menikah dengan Cilla.


"Ais dasar bumil, ngerepotin betul" sungut Regan


"Hai sudah tidak mau kerja?" ancam Erick


"Yang presdir disini siapa?, kenapa semua tugas aku yang hendel" balas Regan tak mau kalah


"Memang sejak awal tugasmu tapi kamu tolak, aku disini hanya nama , jadi pelaksana ya kamu" ujar Erick


"Hei bocah - bocah, kenapa terus berdebat, Erick cepat sana jangan buat Cilla menunggu!" tegur Meice pada kedua adiknya


Erick pun langsung kabur. Al selesai makan dan pamit cuci tangan sendiri di wastafel, tak sengaja dia menabrak salah seorang karyawan dan keduanya terjatuh. Al segera bangkit dan meminta maaf.

__ADS_1


"Maaf aunty, Al yang salah... aunty tidak terluka?" ujar Al khawatir


Karyawan itu kemetar ketakutan pasti kena marah dari Regan karena Al basah tersiram air putih.


Regan mendekati mereka dan langsung mengendong Al, " lain kali hati - hati sampai ada yang luka pada anak aku, aku pecat kamu" peringatan Regan berubah sangar


"Daddy, Al yang salah tidak liat - liat, aunty tidak salah, daddy nggak boleh marah ke aunty, marah ke Al aja, Al yang nabrak, maaf aunty baju aunty jadi kotor" ujar Al lembut


Regan terdiam dan langsung membalut badan Al dengan handuk yang diantarkan asistennya. Tapi Al mengeluarkan handuk itu dan menyodorkan pada karyawan tadi.


"Aunty lebih butuh ini, Al cowok jadi nggak papa, mommy bilang Cowok harus ngalah sama cewek" ujar Al polos


Dan ucapan Al sontak membuat semua orang tertawa yang tadinya sudah tegang.


"Al...hebat banget loh sayang" ujar Meice mengusap lembut kepala Al dan menciuminya.


Regan kembali mengendong Al menuju ruangannya. Regan segera mengantikan baju Al yang memang sudah disiapkan Ziona di tas Al. "Adek nggak ada yang sakit?" tanya Regan


"Nggak dad, aku cowok jadi nggak usah khawatir, jatuh gitu doang nggak sakit sama sekali" jawab Al sok dewasa


"OMG, Ziona luar biasa betul mengajar Al jadi kuat begini, maafkan daddy sayang sudah nenyia-nyiakan kalian" monolog Regan kembali mencium Al.


Al sibuk mencoba semua mainan yang dibelihkan Regan barusan sehingga tak terasa jam kerja usai. Regan segera menemui Al dan mengajaknya pulang.


Seperti kedatangannya tadi pagi yang menyapa semua karyawan Al kembali menyapa karyawan. "Terima kasih kerja kerasnya hari ini, Tuhan memberkati kalian" ujar Al dengan wibawanya meniru kata - kata mommy dan uncle Joe setelah pulang kerja


"Omg anak ini, seperti BOS besar saja, bahkan aku kalah jauh" monolog Regan terus mengandeng Al


Bayak karyawan jatuh cinta pada Al selain ceria, ganteng dan menggemaskan, anaknya sopan dan ramah. Jauh berbeda dengan anak - anak BOS lainnya yang sok berkuasa. Bahkan sifat bossy tidak ada sedikit pun pada Al.

__ADS_1


Semua sifat Al dari ajaran mommynya dan juga Uncle Joe yang sangat menghormati semua orang tanpa pandang status. Al diajaran untuk menghargai siapapun termasuk karyawan di kantor dan juga para maid, sopir dan pekerja tanpa mereka tidak mungkin kebutuhan Al bisa terpenuhi. Prinsip itulah yang di pegang Al meski masih kecil dan belum terlalu paham semua ajaran Mommy and Unclenya.


Regan mengajak Al bermain ke mall tapi berbeda dengan tempat mereka memarin. Regan betul - betul memanfaatkan waktu berdua dengan Al. Regan bersyukur karena Ziona memberikan kebebasan untuk nya.


__ADS_2