Amora

Amora
Amora part 72


__ADS_3

Ruangan Regan


Setelah menemui Erick, Regan merasa lega karena tidak ada lagi kemarahan yang di simpan dan akhirnya memfokuskan diri kerja, untuk urusan Ziona sudah di percayakan pada Al.


Karena asyik kerja tak terasa waktu kerja pun habis, Regan segera bergegas pulang tak lupa dia membelikan bunga untuk sang istri dan mainan untuk malaikat penolongnya.


Regan kali ini mengendarai mobilnya sendiri seperti biasanya. Regan memang dari awal hanya menggunakan sopir pribadi jika terlalu capek atau perjalanan jauh.


30 menit kemudian akhirnya Regan sampai ke rumah, dia menunggu Al menjemputnya di depan seperti biasanya, tapi sampai dia masuk ke dalam rumah pun tidak ada sambutan. Jika Ziona pasti Regan paham tidak mungkin menjemputnya karena masih mode ngambek.


Regan hanya disambut para maid,


"Selamat sore tuan" Ucap Kepala pelayan itu.


"Iya, sore mbak Al dan Ziona dimana?" tanya Regan


"nyonya dan tuan mudah di kamar tuan" jawab maid


"Ok makasih" ujar Regan dan segera melangkah ke kamar dengan perasaan degdegan takut bertemu Ziona dengan mode diamnya jika ngambek.


"Selamat sore, sayang" Regan dengan semangatnya menyapa Sang Istri dan Putranya yang asik melukis.


"Wa, ceria sekali ya, habis ketemu sang mantan terindah" sindir Ziona sisnis.

__ADS_1


Sedangkan Al hanya diam pura-pura fokus pada lukisannya.


"Ahhh, aku sangat ingin memeluk daddy, tapi aku juga ingin membantu Mommy, tapi aku kasian juga melihat wajah kecewanya" Batin Al melirik Daddynya diam-diam. apalagi ada mainan kesukaan yang dibawakan sang Daddy.


"Sayang kok gitu sih, aku berani bersumpah loh kalau jauh hari sebelum memutuskan untuk menemui adek lagi saya sudah tidak punya urusan lagi dengan wanita diluar sana" Jawab Regan frustasi.


"Dad, Aku kecewa sama daddy" Al tak berani bicara sambil melirik Daddynya ia sangat kasian sehingga memutuskan keluar ruangan.


"Al, kok kamu ikut-ikutan sih?, I know you Son, kamu nggak percaya sama Daddy?" tanya kecewa Regan, tapi kecewa yang ditunjukkan pada diri sendiri. Ia tak bisa marah pada siapapun...


Setelah Al keluar, Regan mendekat ke Ziona yang masih duduk diam melanjutkan lukisan Al...


"Sayang, kamu percayakan sama aku?" ucapnya berlutut dan memeluk sang istri dari belakang...


"Ini kan, parfum yang adek belikan untuk saya minggu lalu", Regan akhirnya mengalah ia berfikir bahwa itu bentuk penolakan Ziona dan masih butuh waktu untuk menyendiri.


Ziona tahu bahwa dirinya hamil janinnya baru 2 Minggu, tadi setelah dari kantor ia mampir ke RS ia merasa ada kelainan beberapa minggu ini, itu seperti ketika pertama kali, mengandung Al, ia pun memutuskan untuk mendatangi Dokter kandungan. Dan dugaannya tidak salah ia mengandung lagi anak ke-2 nya, itu kenapa tadi ia ingin memberitahu suaminya tapi Cilla dan Erick yang mengangkatnya.


Awalnya ia memang marah dan kecewa tapi karena Erick menelfon balik dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, maka ia pun tidak marah lagi tapi ingin mengerjai suaminya itu dengan cara ngambek dan pura-pura masih marah.


15 menit kemudian Regan sudah rapi dan mengenakan baju kaos rumahan dan celana pendek biasa. Kemudian mendatangi istrinya.


Melihat itu entah kenapa Ziona seperti ingin memeluk sang suami tapi ia ingat bahwa dirinya masih marah, akhirnya diurungkan niatnya. Regan menuju cermin dan berniat untuk mengeringkan rambut tapi terlihat kewalahan, Ziona mendekat dan berniat membantunya.

__ADS_1


"Apa yang kakak lakukan?" Ziona histeris melihat tangan kanan sang suami bengkak seperti bekas meninju sesuatu.


"Gpp, ucapnya santai padahal menahan sakit, ia sangat marah dan tidak bisa melampiaskan kemarahan pada siapapun, ia merasa gagal untuk tidak menyakiti istrinya lagi. hingga ia meninju dinding kamar mandi yang membuat tangannya memar.


Tanpa bicara, Ziona memeluk sang suami dengan isak tangisnya ."Kak maaf, tadi Zio cuma mau ngerjain kakak kok, aku sudah tahu kalau kakak gak ketemu sama siapa-siapa, maaf ...hix hix hixxx... Gara-gara Zio kakak nyakitin diri kakak sendiri...jangan gini lagi ya kak? Aku janji kedepannya gak bakal buat kek gini lagi...ujar Ziona di tengah isakannya.


Regan memeluk erat sang istri dan mencium keningnya "Maaf sayang" ujar Regan


"kak Regan nggak salah, seharusnya aku yang minta maaf ngerjain kakak, sampai jadi gini" ujar Ziona mencium tangan suaminya yang memar.


Regan hanya membalas ucapan istrinya dengan mengecup bibirnya singkat, karena tiba - tiba ada ketukan pintu.


Belum ada jawaban dari orang tuanya Al langsung menerobos masuk. "humm daddy and mommy dah baikan?" tanya AL pura - pura


"Issh, anak daddy sudah pintar ngerjain daddy ya?" ujar Regan memeluk Al dan menciumnya


Al terkekeh karena geli di cium sang daddy. "Stop daddy, Al geli!" ujar Al "Maaf daddy Al, hanya bantuin mommy" lanjutannya


"Al nggak sayang sama daddy ya?" protes Regan


"Al sayang daddy and mommy kok, Al pengen daddy and mommy nggak marahan ya, terus jangan libatkan Al dalam urusan kalian" ujar Al santai dengan sok dewasanya.


Regan dan Ziona tertawa dan keduanya bersamaan memeluk Al, mencium dan menggelitik Al, mereka pun tertawa bersama

__ADS_1


__ADS_2