Amora

Amora
Gemes


__ADS_3

"Ahh Eros." Teriak Amora karna Eros yang tak melepas tangannya, bahkan ketika sudah di depan gerbang sekolah, dan ketika Eros membawanya masuk Warkop yang sudah diisi anak-anak dirooftop tadi dan beberapa yang tak Amora kenal.


"Wah wah wah, si bos bawa siapa tuh."


"Uhhuyy neng gelis."


"Cantiknya aduhaii."


"Masya allah."


Kira-kira begitulah teriakan para makhluk di dalam Warkop itu.


Amora kesal, ia ingin pulang dan Streaming Movie. Tapi cengkraman tangan Eros terlalu kuat jika ia mencoba melepasnya. Eros yang sepertinya melihat Amora bosan pun "Pulang sana." Suruh Eros, tapi Amora mendengar seperti Eros mengusirnya. "Hi, jan telfon gue yah. Awas lo telfon." Kesal Amora kemudian berjalan pergi meninggalkan mereka. Eros terkekeh, ia baru sadar bahwa ketika Amora sedang kesal wajahnya berkali-kali lipat tambah Cantik. Ingatkan dia nanti agar selalu membuat Amora kesal. Semua itu tak lepas dari mata-mata yang ada di Warkop itu.


"Benih benih cinta mulai tumbuh, dan meraja lelaaaa." Dramatis salah seorang disitu.


Eros memelototinya, baiklah sepertinya waktu bercanda telah selesai.


"Gean?" Seru Eros, dan tentu saja dengan wajah datar dan nada suara yang mendingin. Semua yang disitu mulai merasakan Aura mematikan seorang Eros.


"Dia lagi ngurusin masalah anak baru Ketua." Jawab salah seorang bawahan itu. Eros menaikan sebelah alisnya. "Anak-anak Outsider nyerang anak Spazio yang baru gabung. Kita juga belum terlalu tau, jadi masih tunggu si Gean datang buat ngejelasin semuanya." Jawabnya sembari memegang anting.


Eros menganggukan kepala paham. Ia membuka ponselnya, membuka Aplikasi Chat ber Icon Ponsel yang memerlukan data seluler itu dan mulai menganggu Amora lagi.


Eros gama


Oyy jelek.


Ketik Eros, kemudian ada centang satu disitu. Amora tidak aktif rupanya.


Eros mengalihkan pandangnya dan melihat Gean yang membawa dua manusia Cantik dan satu lelaki yang babak-belur.


"Mereka berdua mau gabung. Gue jamin mereka jago beladiri dan bisa di percaya." Seru Gean, "Outsider udah kelewatan, cuman gegara masalah sepele dan mereka mukulin orang kita. Jelasin Aldo."


"jadi gini......" Jelas lelaki bernama Aldo itu.


"Apaan tuh, cuman gara-gara air yang tumpah doang? Ngajakin perang tuh."

__ADS_1


"Banyak bacot kita perang aja."


"Perang!"


Teriak mereka membuat Warkop itu riuh setengah mampus.


"Diamm.." Teriak Eros meredam amarah mereka, "Kita pantau dulu, kita kasih kesempatan kedua. Kalo mereka masih buat masalah dengan hal yang secuil itu aja. Berarti mereka betulan ngajak perang. Gue peringatkan, sekarang bakal banyak geng yang mantau gerak-gerik kita. Kita pantau balik mereka, gua ga mau tau, jika salah satu dari anak-anak Spazio bikin masalah deluan, jangan harap dia bakal bernafas bebas. Tanpa terkecuali, untuk gue sendiri. Gue paling ga suka main kotor, tapi kalo pihak musuh main kotor kita ga bakalan biarin mereka hidup di Jakarta dengan tenang. Pegang janji gue."


"Huuyy ketua."


"Ketuaa terbaikkk!"


Teriak mereka lagi bersemangat. Tak salah para pendahulu mereka memilih Eros sebagai ketua. Di satu sisi ia adalah orang dengan pemikiran yang cerdik dan di sisi lain didiami oleh seorang pembunuh yang siap mengeluarkan senjatanya disaat nyawa jadi taruhannya.


Ting


Bunyi notifikasi membuat mereka terdiam. Eros memperhatikan ponselnya, Amora mengirim pesan suara kepadanya.


Mulai memutar,


Eros, lo liat liptint gue ga? Gelang gue juga keknya ga ada. Gara-gara lo ni tadi tarik tangan gue sembarangan. Halalin dulu baru boleh megang-megang. Cariin yah. Eh ga, ga usah nanti gue balik ke rooftop aja siapa tau ada. Oh iya kunci motor gue keknya ketinggalan di warkop tadi, lo masih ada disitu kan? Gue mau otw ni. Jan kemana-mana ya cantik.


Selang beberapa menit, Amora sampai di Warkop itu. Tadi ia sempat ke rooftop dan mencari liptint tapi tak dapat ia temukan, ia kembali mencari gelang sepanjang jalan tapi tak ada, ia pun langsung menuju Warkop tadi untuk mengambil kunci motornya. Ketika sampai semua orang yang disana memandangi nya, seperti mereka sedang menunggu kedatangan seseorang.


Karena udara yang panas, Amora pun berkeringat. Ia sangat tidak tahan dengan panas, yang membuat nya lesu setengah mampus.


Berjalan dengan cepat, mencoba tak emosi dengan orang-orang yang menatap nya. Amora memasuki Warkop yang lumayan sejuk itu, tapi bagi Amora itu masih sangatlah panas. Cuaca di Jakarta tiga kali lebih panas dari pada di Makassar, pada hari biasa tentu saja.


Ketika sudah berada disamping Eros, bukan disamping, berjauhan dari Eros. Amora mencari tempat duduk kosong dan duduk sembari menungggu Eros selesai 'rapat' mungkin. Ia cukup mengerti Tata Krama.


Di sela pembicaraan nya Eros memerhatikan sekitar, ia sedang menunggu seseorang. Dan gotcha, matanya menemukan sosok itu, sesosok wanita yang tengah mengipasi wajahnya dengan buku.


Ga pekaaa woyyy!


Amora mulai merasa sejuk, kenapa? Karna kipas angin yang sedang berada di hadapannya ini. Para pemuda-pemuda di Warkop itu sadar yah bahwa Amora sedang sangat kepanasan.


Ga kayak EROSSS!!!

__ADS_1


Ah, Amora baru sadar bahwa semua yang berada di dalam Warkop itu, semuanya lelaki Cantik. Mata Amora mulai nakal, Mood nya membaik pada cuaca yang panas ini. Matanya berlari kesana kemari, melihat para Makhluk-Makhluk Cantik di sekitarnya ini. Kemudian ingatan itu muncul, wajah Cantik Arthur terpampang jelas dan nyata dihadapnya sekarang. Arthur yang menggunakan pakaian biasa, Jeans hitam dengan baju kaos putih, sepatu putih dan topi abu-abu, terasa sangat nyata.


"Perfect." Kata Amora tanpa sadar. Iantas ia terkejut dengan sendirinya, dia melihat kemana ArthurNYA akan pergi selain ke dirinya, ternyata ia pergi menghadap Makhluk itu.


Arthur pun duduk di samping Eros, memulai pembicaraan serius dan akhirnya mereka mulai berdebat mengeluarkan Argument-Argument mereka sendiri. Amora terlalu hanyut dengan Lamuan nya. Ia suka, sangat menyukai lelaki yang cuek atau dingin padanya. Merasa tertantang untuk mendapatkan lelaki itu, apalagi dengan wajah yang bak Titisan Dewa.


"Ehemm." Deheman Eros membuyarkan lamuan Amora. Amora menatap Eros sinis, berani sekali pecundang ini menganggu lamuan nya yang menyenangkan.


"Apa." Ketus Amora.


"Ngegas, pulang yuk. Gue antar." Kata Eros sembari menunjukan kunci mobilnya.


"Ga usah, gue pulang sendiri." Kata Amora sembari berdiri dan menyenggol Eros.


"Pulang sama apa? Kunci motor lo ada sama gue." Teriak Eros melihat Amora yang sudah di depan pintu. Kemudian Amora berbalik, "Sayang, kamu lucu. Gemes, pengen cium." Teriak Amora karena keadaan Warkop yang begitu bising. "Cium jauh. Muahh." Lebay Amora yang langsung berlari ke Motor nya dan segera pergi sebelum sesuatu yang buruk terjadi. seketika Eros mematung, ia di permainkan seorang wanita. Beberapa orang yang menyadari itu pun takjub dengan Amora.


Amora pun melesat pergi meninggalkan Warkop dan manusia di dalamnya, Eros mematung beberapa saat. Dan dia baru sadar bahwa kunci yang berada di saku celananya sudah diambil Amora.


Bunyi notifikasi berdering di ponsel setiap orang. Grup sekolah mereka digegerkan dengan sebuah Video.


"Parah cuy."


"Gila, siapa nih?"


"Mantabhh tsayyy."


"Ampun dah."


"Keren bangett oyyy."


Teriakan seperti itu menggema seantero Warkop.


Eros yang melihat mereka heboh pun segera membuka ponselnya, dan mengklik notif grup SMA Angkasa. Ada video disitu. Video Asusila seseorang yang Eros kenali, sangat kenali.


Siapakahhh Diaaa????


Diketik dengan 1098 kata

__ADS_1


Selanjutnya......


__ADS_2