
“Terimakasih nak Erick” sambung papa Adam.
“Tidak apa-apa tan, iya sama-sama om” balas Erick.
“Om, Tante ada yang aku mau kami bicarakan, boleh?" Erick seakan memberi kode bahwa dirinya ingin bicara berdua dengan Cilla.
“Oh, iya gak masalah nak, silahkan!” Mama Elisa mengiyakan lalu Iya meninggalkan mereka berdua.
“Berikan obat ini padanya jika tidak lukanya akan terasa sangat peri nantinya” ucap Sang kakak pada Erick.
“Iya, Kak” Erick mengambilnya lalu menaru di nakas.
**
“Kok bisa-bisanya sih kamu dijatuhi guci sebesar itu?" tanya Erick pada Cilla.
Cilla hanya diam, rasa malunya lebih besar dari nyeri yang ada pada kakinya sekarang. Bagaimana tidak karena kecerobohannya menguping hingga membuat dirinya celaka.
“Hei, Kakak gak marah sama kamu, look at me ,hmmm” Erick yang melihat tingkah Cilla menunduk seperti takut-takut menatapnya mengira anak itu takut kena marah darinya.
Erick menangkup wajah Cilla membuat anak itu Mau tidak mau menatap wajah kuatir seorang Erick Ardana seorang playboy cap Badak (upssss kok badak yakk? Hahahahahaha 🤣🤣🤣).
“Maaf” hanya kata itu yang bisa diungkapkannya.
“Gak usah minta maaf, Kakak gak marah cuma kakak kuatir ajah, masa belum nikah udah hampir jadi Duda” Erick bercanda
“Apaan sih” balasnya sedikit tersenyum yang awalnya malu di cap ceroboh oleh calon suaminya itu.
“Gimana nih mama papa bilang ke aku kalau rencana pernikahan kita akan dipercepat, kalau keadaan kamu begini bisa batal tu pernikahan” ucap Erick bercanda ditanggapi serius oleh Cilla.
“Jangan sampai batal juga lah kak, aku bisa kok nanti aku gak usah pake heels kalau kakiku masih sakit” ucapan Cilla itu berhasil membuat Erick tersenyum bahagia, itu berarti kehadirannya sudah dinantikan anak itu.
__ADS_1
“Jadi gak sabar nih, mau aku nikahin?" Erick lagi-lagi menggodanya.
“Bukan, maksud aku….hmpttt” belum selesai bicara Erick membungkam bibir mungil itu dengan bibirnya.
Cilla meronta, dan refleks menampar Erick.
Erick hanya mematung kaget dengan tamparan tiba - tiba. Baru Kali ini dapat tamparan hanya karena kecupan.
“Hmmm, ka.. Kak apa yang kau lakukan Cilla yang baru mendapatkan perlakuan seperti itu, seperti kaget” air bening jatuh dari pelupuk matanya dirinya seperti baru saja dilecehkan. Maklum itu Kali pertama dirinya dekat dengan pria kecuali Kakak-kakaknya dan papa Adam belum pernah dirinya di pegang oleh lawan jenisnya.
Melihat Cilla menangis membuat Erick panik sendiri, apa yang salah?" batinnya.
“Hei, Kok nangis? apa kakak buat kesalahan?? Erick bingung. Perasaanya dia tak melakukan apapun yang melukai gadis itu, wajar kan cium to juga mereka pacaran.
“Kesalahan besar, ishhh Kakak melecehkanku ahhh…berani mencium bibirku” tapi kata-kata itu hanya sebatas dipikirannya…. hiks hiks hikss Cilla makin menangis membuat Erick mendekat dan memeluk gadis itu.
“Maaf….maafkan Kakak kalau ada salah” Erick berinisiatif minta maaf meski tidak tahu salahnya dimana.
“Kak, nikahi aku secepatnya” ucap Cilla sambil melepaskan pelukannya.
“Kenapa tiba-tiba? bukan kah adek yang menolak untuk menikah cepat?" balas Erick makin bingung.
“Setelah Kakak….hmmm..itu anu…(memegang bibirnya)” ia malu tak bisa melanjutkan kata-katanya.
“Setelah apa? Erick masih tak mengerti.
“Ish setelah kakak cium aku dan berani peluk, Kakak harus tanggung Jawab, aku takut dimara papa, mama” akhirnya kata-kata itu berhasil di ucapkannya.
“Hahahahahahaha haha haha” Erick terbahak mendengar perkataan Cilla begitu polosnya.
Siapapun pasti akan Ketawa jika mendengar kata-kata polos gadis itu, dimana-mana ciuman atau pelukan itu sudah biasa tapi anak itu minta tanggung Jawab. (Hahahaha author pun ikut ngakakak, tapi benar juga sih kata Cilla, selama masih pacaran nggak bisa melakukan kontak fisik yang menimbulkan na***)
__ADS_1
"Hei tidak ada yang lucu, lagian aku juga takut dosa, di agama kita juga mengajarkan sebelum pemberkatan nggak bisa sentuhan fisik berlebihan" jelas Cilla lagi
“Baiklah aku akan minta ke orang tua Kita untuk segerahkan acara pemberkatan” balas Erick senang.
**
Setelah kejadian malam itu (saat Erick mengecup bibir Cilla dan Cilla minta tanggung Jawab untuk dinikahinya) mereka pun ikut pastoral pernikahan yang di adakan gereja bagi setiap pasangan Muda yang akan menikah. Pastoral itu harusnya sampai 6 Bulan tapi karena bantuan ke-2 orang tua maka pastoral hanya sampai 3 bulan dengan menambah jam konseling dan akhirnya mereka menikah.
**
#Flashback off
Setelah pastoral 2 bulan 3 minggu sisa seminggu lagi pernikahan akbar Erick dan Cilla akan dilaksanakan. Cilla tiba-tiba sedikit ragu atas keputusannya.
“Kak aku tiap hari berdoa tentang hubungan Kita, tapi makin kesini aku ragu” ucap Cilla menunduk saat di mobil akan pulang ke rumah, mereka dari gereja dalam sesi pastoral mereka.
“Deg”
“Apa adek meragukan kesungguhanku sekarang?" tanya Erick.
Karena selama mereka pastoral mereka di haruskan untuk jujur satu sama lain tentang Masa lalu mereka dan semua rahasia dan masalalu mereka di bongkar supaya belajar mengampuni, menerima kekurangan dan kelebihan masing - masing pasangan.
Cilla mendengar pengakuan jujur Erick namun tidak kaget lagi karena ia sering mendengar cerita tentang dunia bejad yang sangat ditutupinya itu.
“Bukan, soal itu kak… aku merasa makin kesini, berumah tangga pasti ribet” ucapnya masih tidak mau menatap Erick.
“Hmmm, dengarkan aku Cill, aku sadar aku bukanlah laki-laki yang layak untuk mendapatkan kamu, tapi aku serius berkomitment untuk membangun rumah tangga yang akan memuliahkan Tuhan kedepannya. Aku tidak berjanji dalam rumah tangga Kita akan selalu baik-baik saja tapi aku akan berusaha memperbaiki diri. Temani aku bertumbuh dalam iman yang benar kepada Tuhan” ucapnya lesu dengan nada penyesalan.
Ia benar-benar menyadari kesalahan fatalnya di Masa mudahya itu ( ia malu dengan sikap munafiknya didepan semua orang, saat di keluarga atau ke gereja dirinya memang terlihat rohani tapi jika diluar dirinya dikuasai roh halus).
“Tapi banyak hal yang belum Kakak tahu tentangku” ucap Cilla
__ADS_1
“Kita jalani kedepannya, asalkan Kita komitment untuk saling belajar, aku percaya cinta sejati bukan hanya kata cinta yang selalu diucapkan saja, yang aku yakini cinta bertumbuh dari komitment untuk terus belajar saling menghargai dan komunikasi yang baik, bukankah diluar sana banyak yang menikah karena cinta dan cerai Karena hal sepele” jelas Erick