
Sepanjang perjalanan ke kantor Al terus cerita banyak hal, Al anaknya cerdas dan punya rasa ingin tahu yang tinggi jadi suka nanya, sehingga Regan harus terus menjawab semua hal yang Al tayakan. Dan kadang mengelengkan kepala jika pertayaan Al tak terduga dan tidak mungkin di tanya anak seusianya.
Tak terasa akhirnya Regan sampai kantor, Al membawa tasnya di pundak tak mau digendong, Regan hanya mengandeng tangan Al dan menyuruh salah seorang OB mengantarkan mainan Al keruangannya.
Mata karyawan tertujuh padanya dan tentu kepala mereka penuh tanda tanya, bahkan setelah Regan lewat mereka saling berbisik.
Dan dengan cerianya Al melambaikan tangan buat mereka membuat mereka histeris. Itu sudah kebiasaan Al menyapa karyawan mommy-nya. Al memang selalu ke kantor bersama momynya sejak berumur 3 bulan jadi Al sudah terbiasa dengan orang banyak bahkan Al pula gampang akrab dengan orang baru.
Keceriaan Al berbanding terbalik dengan Regan yang menatap ke arah karyawan tanpa merespon sapaan mereka.
"Bukannya pak Regan belum menikah?" tanya salah seorang karyawan
"nggak tahu sih, tapi jadi istri kedua pun aku mau" timpal yang lain
"Anaknya manis bangat, pengen nyium" oceh yang lain
Kehadiran Al membuat heboh karyawan dan semakin banyak rumor yang beredar tapi Regan masa bodoh.
Tak berselang lama setelah Regan sampai Erick pun tiba. Dengan wajah datar Erick masuk kantor dan sedikit heran melihat reaksi karyawan yang berbeda dari biasanya.
__ADS_1
Erick menggunakan lift menuju ruangannya , sampai di lantai tempat ruang kerjanya melihat reaksi yang sama. Erick langsung ke ruangan Regan.
Dan sontok tertawa saat melihat ada anak kecil di ruangan Regan yang mirip Regan tapi versi mini.
"Woa hebat loh Gan, betul - betul Copyan kamu ni anak" ujar Erick setelah tawanya redah
"Halo uncle, kenalin aku Al, uncle siapa ya?" ujar Al mengulurkan tangan untuk Erick dan entah mengapa Erick langsung menyambutnya yang biasanya mengabaikan orang apalagi hanya bocah.
"Aku uncle Erick adek papamu" ujar Erick jongkok menyejajarkan dirinya dengan Al.
"Adeknya daddy?" ulang Al
"Ia sayang" timpal Regan
"Tapi apa?" tanya Regan dan Erick bersamaan
"Al masih cakep dari daddy dan Uncle" ujar Al santai
"Wao... narsis bangat anak loh, Gan" timpal Erick
__ADS_1
Regan hanya tertawa dan mengusap lembut rambut Al. "Uncle sudah punya anak? " tanya Al tiba - tiba
"belum lahir, mang kenapa?" tanya Erick bingung
"Woa...aku pengen punya teman main" jawab Al tersenyum mengemaskan membuat Erick dan Regan mencubit pipi Al lembut
"OMG Regan....anak kamu" oceh Erick
"Nggak sabar aku nunggu anak aku lahir, ternyata anak kecil menggemaskan, buat heboh lagi" kata Erick
Setelah puas bercengkerama dengan Al, Erick dan Regan fokus bekerja. Sementara Al sibuk main sendiri di ruang istirahat Regan. Hal itu sudah kebiasaan Al saat ikut mommy di kantor, saat mommy-nya kerja Al main sendiri di rumah istirahat yang di sulap jadi taman bermain.
Al sedikit bosan karena mainannya hanya sedikit yaitu 1 set miniatur hewan, putzel dan 1 set jenis miniatur mobil, tapi Al ingat pesan Ziona untuk tidak mengganggu daddynya saat kerja. Akhirnya Al mengusir rasa bosannya dengan meniruhkan semua adengan di film robocar poly, flim kesukaannya.
Regan diam - diam mengintipnya mendengar keributan di kamar, Regan senyum-senyum sendiri melihat tingkah Al yang lucu dan mengemaskan dengam karakter yang dimainkan.
Regan kemudian menelpon tokoh mainan minta di antarkan beberapa set mainan termasuk luncuran mini, kolam bola, mobil listrik mainan dll untuk di antar ke kantornya.
Karyawan kantor sempat kaget dan heran saat barang - barang itu tiba. Tak kalah bingung Erick. Tiba - tiba dalam sekejap kamar istirahat Regan jadi kamar bermain. Al senang bukan kepalang, Al langsung berlari memeluk Regan dan memberikan ciuman berkali - kali sebagai ucapan terima kasih.
__ADS_1
Regan tersenyum puas melihat Al sangat suka dengan apa yang diberikan. Sejak kemarin Regan sudah bertekad menebus kesalahan masa lalunya, termasuk pada Al.
Empat tahun berlalu kehilangan moment dengan Al saat ini tidak mau kehilangan lagi, jadi Regan bertekat melakukan yang terbaik. "Ziona pasti tidak marah lagian kan tidak di bawah pulang" monolog Regan