Amora

Amora
Amora part 71


__ADS_3

#Ruangan Ragan


Regan gelisah dan terus memikirkan isi cat Ziona, Regan takut bukan karena Ziona marah tapi karena kembali melanggar janjinya untuk tidak mengecewakan Ziona, walaupun itu hanya karangan Erick.


Akhirnya Regan punya ide supaya Ziona tidak marah dan mau mendegarkan penjelasannya, siapa lagi kalau bukan sih anak ajaib Al. Regan menghubungi Al dan Al pastinya punya cara jitu membuat mommy nya memaafkan sang daddy. Tapi Ziona tak kalah pintar dari Regan.


Ziona mengajak Al ngerjain balik sang daddy. Ziona sudah tahu kebenarannya, Ziona pun tidak tahu entah ada yang salah pada dirinya akhir - akhir ini sangat sensitif khususnya yang berkaitan dengan sang suami, yang biasanya cuek karena sudah sangat mengenal Regan yang tak mungkin mengkhianati rumah tangga mereka, apalagi sejak pertobatannya.


Setelah menghubungi Al, Regan lumayan tenang dan mengikuti meeting dengan baik mengantikan Erick untuk sementara, selama Erick masih menjalani terapi, yang memang belum bisa fokus kerja.


Selesai meeting Regan mengantar berkas ke ruangan Erick, sebenarnya tugas dari asistennya tapi Regan mau minta maaf pada Erick karena tidak bisa mengendalikan emosinya tadi.


Tok Tok Tok


"Masuk!" perintah Cilla dan Erick bersamaan


"Eh....kak Regan, ada apa kak?" sapa Cilla


"Nggak dek, hanya mau antar berkas" jawab Regan santai

__ADS_1


Berbeda dengan Erick yang masih canggung, takut Regan masih marah. Mau minta maaf tapi tidak tahu caranya secara Erick belum pernah minta maaf kecuali sama Daddy dan mommynya.


Regan mendekat ke meja Erick "Ini berkasnya pak, mohon tanda tangannya" ujar Regan professional


"Humm" gumam Erick


"Maaf ya bro tadi nggak bisa ngontrol emosi, masih sakit ya?" tutur Regan kemudian


"Cih sakit apanya seperti gigitan semut ajah, seharusnya aku yang minta maaf, bercanda keterlaluan" jawab Erick menghapus rasa canggungnya


"Oh tidak terasa ya?, menyesal aku mukulnya hanya satu kali, baru aku lagi yang minta maaf" canda Regan


"Ahhh, kakak aku makin mencintai kakak deh" Ucap Cilla mendekati suaminya lalu memeluknya erat, setelah Regan meninggalkan ruangan sang Suami.


Erick yang mendapati sang istri bertingkah seperti itu membuatnya kaget dan mematung nggak percaya jika Cilla sudah berani menggodanya terang-terangan. Ia pun merasakan kehangatan yang menjalari aliran darahnya dan membuat euforia dalam dirinya meningkat.


"Sekarang, sudah makin berani ya gak malu-malu lagi sama kakak?" Erick kembali membalas pelukan hangat sang istri.


Ini adalah sikap asli Cilla, pribadi yang hangat dalam mencintai tapi selama bersama Erick Ardana, ia memang hangat dan peduli tapi kepeduliannya dibatasi agar tak mengecewakan dirinya sendiri. Tapi untuk kali ini Cilla mencurahkan semua cinta dan kasih sayangnya yang tulus untuk suami setelah Erick menerima Yesus dalam hati sebagai Tuhan dan Juruselamatnya.

__ADS_1


"Maafkan Non selama ini, masih membatasi diri untuk menyerahkan hati sepenuhnya untuk kakak, Non yang masih ragu takut kakak gak bisa jaga hati aku, tapi sekarang Non sudah yakin sepenuhnya pada kakak, jadi hati ini sepenuhnya tanggung jawab kakak sekarang" Ucapnya dengan sungguh.


Erick terharu atas ucapan sang Istri karena selama ini ia memang merasakan jika Cilla peduli padanya tapi seperti membatasi diri.


"Makasih sayang, aku tak mau berjanji pada Adek dan putri kita Amore untuk jadi papi yang baik, tapi kakak pasti membuktikan pada kalian. Ingatlah Adek sudah mengunci hati kakak sejak kita menikah, kakak berusaha menjadi laki-laki baik untuk Adek yang sebaik ini" ucapnya menarik hidung mancung sang istri.


"Iya, kak non percaya sama kakak" ucapnya mengecup pipi sang suami tapi Erick menahan tengkuk sang istri kemudian mengecup bibir manis itu yang jadi candunya.


"Kak, ini kantor stop de, kakak jangan macam-macam" Cilla menyadarkan Erick yang hampir kehilangan kendali.


"Hmm, baiklah kita pulang sekarang" Ucap Erick serius, karena memang kerjaan kantor sudah selesai meskipun jam kantor masih tiga jam lagi.


"Tapi sayang, ini belum jam pulang loh" Cilla mengingatkan.


"Mereka tahu saya masih tahap pulihan dan masih terapi kesembuhan jadi gak masalah" Erick keuke mau pulang.


"Baiklah kak, tapi besok jangan bolos kek gini lagi ya". Cilla akhirnya mengalah.


"Siap BOS" jawab Erick bercanda. Akhirnya mereka kembali tertawa

__ADS_1


__ADS_2