
Sekarang, Aval sedang berada di rumah Amora. dia ingin menjemput tetangganya ini untuk pergi sekolah bersama. Sebenarnya Amora menolak karena ia takut berangkat bareng bersama Aval si tukang bolos.
Amora takut Aval mengajaknya untuk bolos bersama. padahal Aval hanya ingin berangkat bareng karena mobilnya habis bensin, tapi dia sengaja untuk tidak memberi tahu Amora jika dia ingin berangkat bareng lebih tepatnya menebeng dengan gadis cerewet itu.
"gue udah bilang Val, gak usah jemput gue! males gue bareng sama lo!"
Amora duduk disamping Aval sambil memakai sepatu, Aval menoleh melihat Amora yang sedang serius memakai sepatu yang dimulutnya sedang menggigit roti.
Aval mengambil roti dari mulut Amora dan melahabnya. Amora tersentak langsung memukul Aval.
"roti gue...." rengek Amora tidak terima dengan tingkah Aval.
"apasih Ra? ngerengek gitu, jijik ihh"
"jijik-jijik tapi lo pacarin!"balas Amora mengejek.
"udah ahh, mana kunci mobil lo?"tanya Aval
Amora mengernyit "kan bareng sama lo berangkatnya" ucap Amora, karena Aval yang bilang seperti itu malam tadi.
Aval terkekeh "iya bareng gue, tapi pake mobil lo ya Ra? mobil
gue habis bensin!"
Amora mendengus "bilang aja mau nebeng! sok-sokan lagi" ujar Amora lalu memberikan kunci mobilnya pada Aval.
Aval diam, tidak mungkin dia membalas ucapan Amora. Bisa saja gadis cerewet itu meninggalkannya dan tidak mau menebengi dirinya. Alamat bolos lagi nantinya.
Amora menutup pintu mobil, lalu menoleh pada Aval yang telah berada disamping dirinya. lumayan dapet supir gratis.
"jalan..!" perintah Amora
Aval melotot mendengar nada bicara Amora yang memerintahnya. dengan kesal Aval menjalani mobil menuju sekolah.
Amora terkekeh tertahan selama diperjalanan ketika melihat wajah kesal Aval yang disabar-sabari.
...
"besok lo bareng sama gue aja Ra"
"gak, gak pokoknya bareng gue!"
Aval menahan emosinya. Amora terus saja mengejeknya dengan mengulangi bujukan Aval malam tadi ketika mengajaknya untuk berangkat bersama.
"heei, gadis cerewet nan rata yang biasa-biasa aja, mulutnya bisa diam gak!" Aval kesal sekali
Amora menoleh pada Aval "kalo gak bisa mau apa lo? ha?" tanya Amora menantang.
"aisss, lo bikin naik darah ya Ra!"Aval memutar bola matanya jengah.
"selamat pagi, anak-anak" ucap Bu Arini memasuki kelas.
"ini lagi satu, pake acara masuk segala!"gumam Aval
Amora mencebikan bibirnya mendengar gumaman Aval.
"ehh, Aval sudah masuk ya?" tanya bu Arini yang baru melihat Aval
Aval menyengir paksa "udah liat masih lagi ditanya!"ucapnya dengar suara yang kecil
"baguslah, jangan bolos lagi ya Val. nama kamu itu langganan banget di ruang BK sama kalau guru rapat pasti aja nama kamu juga ikut!"
__ADS_1
"yee, ibu namanya itu berkah bu. kan jadi famous Avalnya!" sahut Abay
Amora terkekeh mendengarnya. sedangkan Aval tidak peduli. terserah!
"Abay, kamu ini ya!" balas Bu Arini menggelengkan kepalanya.
"yasudah, buka buku bahasa indonesianya" perintah bu Arini yang mulai menuliskan materi pada papan tulis.
Amora melihat pada Aval yang menopang pipinya menatap lurus bu Arini.
"Val, buku lo mana?"
Aval menoleh sebentar "apasih Ra"
Amora memukul lengan Aval "lo gak bawa tas?"
" as you see Amora"
"Astaga, salah apa Bunda punya anak kayak lo Val! gak habis fikir gue, sumpah!"
"salahnya gue ganteng!" balas Aval ambigu
"maksud lo?"
"lo gak habis fikir kan? yaudah gak usah difikirin!"
Amora meletak bukunya ditengah antar mejanya dan meja Aval.
"Aval, kemana buku kamu?" tanya bu Arini setelah menuliskan materi di papan tulis
"rumah bu"
"karena gak bawa bu"
Amora menyikut Aval "Val yang sopan jawabnya" ucap Amora pelan
"kamu gak mau sekolah? kamu kira ini sekolah orang tua kamu? seenaknya aja kamu!"
Aval menghela nafas kasar "kalo ditanya mau sekolah apa enggak, saya sih milihnya enggak bu pengennya langsung nikahin Amora, kalo ibu nanya ini sekolah ortu saya apa bukan, kayaknya enggak deh bu tapi soon deh, satu lagi semua orang pasti pengen yang enak bu, gak mau yang gak enak!"
bu Arini menatap tajam Aval. tidak membalas ucapannya bisa mumet jika terus-terusan berbicara dengan Aval.
"tugas halaman 20 kerjakan sekarang. dikumpul! saya keluar sebentar!" perintah bu Arini keluar kelas
inilah yang Aval tidak suka. guru hanya memakan gaji buta, memerintah seenaknya! jika benar ini sekolah punya orang tuanya maka Aval memastikan tidak ada lagi guru seperti bu Arini.
Abay mendorong kepala Aval pelan "gila lo Val!"
Aval menatap Abay "lebih gila lo kali"
"kalian berdua yang gila!" timpal Amora yang mulai mengerjakan tugas.
Aval menutup buku Amora "buat apa sih Ra? gak usah dikerjain. kita bukan budak. Gue berani jamin kalo bu Gendut itu gak bakalan masuk-masuk lagi. Ngomongnya aja sebentar, taunya sampe jam habis"imel Aval kesal dengan tingkah guru yang selama ini ia amati
"gue gak mau masa depan gue hancur karena nurutin aliran sesat lo!" balas Amora menepis tangan Aval
"masa depan lo gak bergantung sama nilai pelajaran kali!" sahut Abay
"diam lo, musang air!" sergak Amora pada Abay
"masa depan lo tu bergantung sama kegantengan gue Ra" ucap Aval
__ADS_1
"maksud lo?" tanya Amora yang benar-benar pusing
"yaa, kalo lo nikah sama gue yang ganteng sudah jelas anak kita nanti ganteng, jadi masa depan lo tercapai, memperbaiki keturunan lah istilahnya"
Abay terkekeh " atau sama gue aja Ra? gue jamin deh lo puas!" timpalnya yang tak mau kalah dengan Aval yamg menggoda Amora
Amora mengembungkan pipunya meredam emosi, nampaknya dia harus segara mencuci otak kedua orang yang sangat menjijikan ini.
"kalian berdua sekali lagi ngomong, gue tendang nih!" ancam Amora
Aval dan Abay terkekeh,sangat mudah sekali membuat gadis cerewet itu marah. emosional sekali
...
"Ra, nonton dulu yuk?"
Amora beralih menatap Aval "lo bayarin ya?"
Aval mengangguk dan memarkirkan mobil Amora lalu membuka pintu dan berjalan memasuki mall. Amora keluar dari mobil menyamai langkah Aval, jangan bayangkan jika Aval yang membukakan pintu untuk Amora, Aval membuka pintunya sendiri dan berlalu sendiri! bahkan untuk menunggu Amora saja Aval tidak mau, dasar tidak tahu diri sekali Aval, dia tidak sadar jika dirinya yang mengajak Amora kesini.
Dengan sedikit lari Amora berhasil menyamai langkah Aval meski dengan nafas yang terengah
"mangkanya panjangin tu kakinya"
Amora memukul lengan Aval "kayak punya lo panjang aja!" balas Amora, jika dibandingkan Amora tidak kalah terlalu jauh dari Aval hanya beda beberapa senti saja menurut Amora
"ihh, punya gue panjang lah. mau liat lo?"
Amora bergedik jijik "apaan sih lo!"
"lo yang ambigu!" balas Aval
"yee, bodo Amat, otak lo aja yang gak nyampe nyerna kata-kata gue!" Amora melihat sekeliling yang ramai sedikit malas meladeni Aval yang banyak bicara itu.
Aval menarik lengan Amora dan membuat Amora tersentak menatap Aval "mau kemana sih lo?" tanya Amora heran
"Val, bioskopnya disebelah sana!tunjuk Amora yang bingung dengan sikap Aval.
Aval menarik Amora keluar mall dan masuk kembali pada mobil. Amora melihat wajah Aval yang menegang dan tampak serius, jujur! ia tidak pernah melihat ekspresi ini pada Aval
Aval mengatur nafasnya dan memejamkan mata sejenak. tangannya masih mengenggam tangan Amora erat.
"Val?"
"you okay?" tanya Amora hati-hati
Aval membuka matanya dan dengan satu tarikan Amora berada dalam pelukannya, Amora memberontak tapi Aval lebih kuat.
"I'm fine!" balas Aval melepas pelukannya
Amora terdiam menatap Aval, tidak biasanya Aval seperti ini
"maaf!" ucap Aval akhirnya setelah tadi hening.
"buat?"
Aval menatap Amora serius "gue gak bawa dompet, kita tunda ya nontonnya?"
Amora tertawa mendengarnya, jadi Aval bisa seserius tadi hanya karena dompetnya ketinggalan? Amora menyesal menghawatirkan laki-laki itu.
♡♡♡
__ADS_1