
"Sudalah kamu kan bareng aku nggak usah takut, tidak semua kali orang disini nggak benar" ujar Erick
"Aku tahu, tapi kebanyakan nggak benarnya kan?" timpal Cilla
"Sudah masuk yuck!, tidak enak nolak undangan teman" jawab Erick
"Ok untuk kali ini, aku kerja sama tapi lain kali tidak ada toleransi" ujarnya tegas
Erick tak menanggapi Cilla lagi, langsung merangkul pinggang Cilla tapi langsung di tepis Cilla.
Cilla memeluk erat lengan Erick, takut terlepas dari Erick karena banyaknya tamu yang lalu lalang dan kebanyakan cewek - cewek berpaikaian kekurangan bahan bahkan sampai ada yang setenga telanjang dan dengan santainya di peluk pria.
Cilla risih dengan pemandangan seperti itu, Erick santai ajah itu sudah dunianya sejak SMP. Erick langsung di serbu teman - temannya apalagi melihat cewek cantik menggandeng Erick.
"Hai bro baru nyampe, wa bening bangat bro, kelihatan polos" sapa temannya menatap kagum ke arah Cilla
"Ya, eits kalian nggak bole macam - macam, ini kenalin Cilla tunangan aku" jawab Erick memperkenalkan Cilla
"Cilla" ucap Cilla tiap kali bersalaman teman Erick
Cilla semakin tidak enak karena terang - terangan teman Erick ada yang berani menggodanya.
"Kak , Cilla pulang ya, nggak nyaman disini " bisiknya
"Sabar masa ia, pamit acaranya belum mulai" jawab Erick berbisik sekaligus mengecup pipi Cilla
Cilla memmelototin Erick, Erick hanya terseyum menanggapi reaksi Cilla
Seorang pelayanan mengantarkan minuman pada mereka, Erick meminta untuk mengantarkan jus, karena Cilla menolak menta - menta minuman yang diantarkan.
"Wao lama - lama Erick seperti Joe, ketemu sama yang pas" ledek temannya
"Nggak salahkan" balas Erick santai
__ADS_1
Mereka lagi asyik ngobrol dan Cilla hanya jadi pendegar yang baik tanpa melepas lengan Erick.
Regan juga sudah bergabung dengan membawa seorang cewek cantik yang berpakaian sedikit terbuka.
"Kak Regan", sapa Cilla
"Hei Cilla, kamu ikut Erick?" tanya Regan
"Ya ...terpaksa jelasnya kena tipu" lirih Cilla tapi masih didegar oleh teman - teman Erick dan langsung mereka tertawa
"Tunggu, Cilla kan?" tanya cewek yang bersama Regan
"Ia kenapa, nggak suka?" tanya Cilla santai
"Waaaa, daebak...ternyata selama ini sok bangat ya, ujung - ujungnya ke club juga dan pasti berakhir di hotel" sindirnya
"OMG lagi cerita pengalaman ya, nggak usah cerita aku dah tahu, sialnya kak Regan yang dapat kamu" balas Cilla santai
Cewek itu langsung mengayunkan tangan menapar Cilla tapi langsung di tahan Regan, "Maaf Rick, Cilla" ujar Regan segera menarik cewek itu menjauh
"Kenapa kak, kok natapnya gitu?" tanya Cilla
"Dari mana kenal dia?, terus ada masalah apa diantara kalian?" tanya Erick
"Oh, satu kempus dengan aku, biasalah cewek" jawab Cilla santai
Tiba - tiba seorang cewek datang menyapa Erick dan langsung mengalungkan tangannya di leher Erick dan mencium bibirnya.
Erick kanget dan langsung mendorong cewek itu dengan kasar.
Cilla melepas pelukannya di lengan Erick dan mengamati cewek di depannya, cantik dan modis, seksi apalagi hampir seluruh tubuhnya tersekspos sempurna dengan pakaian minim, Cilla sampai malu sendiri menatapnya.
"Apa sih sayang, aku kangen tahu dah lama tidak ketemu, emang kamu nggak kangen?" ujarnya manja dan ingin mencium Erick lagi tapi langsung di tepis Erick dengan kasar
__ADS_1
"Aku da bilang nggak usah ganggu aku lagi, hubungan kita sudah usai" tegas Erick dan langsung merangkul mesra pinggang Cilla
Teman2 Erick memundurkan langka ke belakang
"Perang dunia ke tiga ni" bisik mereka
"Oh karena cewek ini Rick, kamu ngelupain aku, apa hebatnya dia?" omel cewek itu emosi menatap tajam Cilla
Cilla hanya terseyum santai nggak kepancing
"Paling juga karena, harta kamu kan, aku bisa memuaskan kamu Rick , apapun yang kamu mau aku ngasih" ujar cewek itu tanpa malunya
"Hai... Aku nggak tahu apa hubungan kamu dan sejauh mana hubungan kamu dengan kak Erick, tapi satu hal yang aku mau bilang sesama wanita aku ingatkan, jangan malu - malu bangat, segitu rendahnya kamu menghargai dirimu, bagaimana orang lain menghargai kamu, loh sendiri nggak menghargai diri kamu sendiri, itu bukan cinta tapi obsesi dan budak n***u" nasehat Cilla
"Hei diam loh, aku nggak butuh ceramah kamu, nggak usah sok suci, cewek model kamu aku tahu" sarkas cewek itu
"Oh bagus kalau tahu cewek macam aku, yang benar bukan sok suci, tapi memang berusaha menjaga kekudusan" tanggap Cilla santai
"Alah...munafik bangat loh mana ada cewek yang benar disini, apalagi bareng Erick, oh atau jangan - jangan baru malam ini?" tuduh dengan se enaknya
"Na... benar bangat, baru kali ini aku kesini bareng kak Erick dan aku tunangannya, terus jangan salahkan kak Erick kalau pernah bertindak jauh ke kamu, kamu sendiri yang minta diperlakuin seperti itu, kalau mau orang lain menghargai kamu ya setidaknya hargai diri kamu sendiri, kalau nggak mau di anggap cewek gampangan ya jangan m*****n, pakaian ajah udah nggak benar, apalagi main nyosor segala di depan public" omel Cilla
Cewek itu menghentakkan kaki dan berjalan pergi dengan wajah merah menahan marah.
"Tunggu pembalasan aku j****g" batinnya
Erick dan teman2 nya kagum melihat reaksi Cilla, bijak bangat, jauh dari umurnya.
"Wau...bro dapat dimana ni cewek?, aku suka, kiraian jambak-jambakan ee tahunya lawan kalah telak" ujar salah seorang teman Erick berbisik
"Pilihan Mom" ucap Joe singkat mengajak Cilla duduk di meja yang kosong.
Semua temannya mengekor dari belakang
__ADS_1
"Ngapain ngukutin sih?" protes Cilla
"Mau ngobrol ajah emang salah?"