Anak Genius: Memburu Ayah Konglomerat

Anak Genius: Memburu Ayah Konglomerat
Seperti Apa?


__ADS_3

"Jangan bilang begitu! Dia keponakanku! Dia dedemit yang paling kuat di dunia! Dewa kematian saja enggan menjemputnya! Tidak ingin dia mengacaukan neraka!" Jesseline menatap ke arah kakaknya. Menghela napas berkali-kali, bagaimana ibu dan kakaknya dapat menjadi begitu rumit.


Tidak heran, Sesilia dan Zeyan pergi. Ibu dan kakaknya tidak dapat meyakinkan mereka untuk percaya. Satunya pria kejam yang melecehkan wanita, satunya lagi ibu mertua jahat yang memiliki keinginan memisahkan ibu dan anak."Suami dan ibu mertua durhaka..." Kalimat yang tercetus dari mulut Jesseline.


"Apa kalian lihat-lihat!? Aku sampai malu mengakui kalian sebagai keluargaku. Setidaknya aku berbuat buruk di awal saja. Selebihnya tulus menyayangi keponakanku tercinta! Coba bayangkan jika hal yang dialami Sesilia terjadi padaku. Seorang pria melecehkanku lalu kabur! Kelakuannya lebih buruk dari hewan. Ditambah saat berharap pertolongan tentang anak yang sakit. Kamu malah sibuk masalah perusahaan. Jika jadi Sesilia, dengan wajahku yang mengalahkan Miss Indonesia, aku akan menikahi pria tampan, dan mapan. Daripada mengharapkan pertolongan kalian!" Komat-kamit mulut Jesseline mengomel bagaikan Mbah dukun membaca mantra, mulutnya menyemburkan sedikit serpihan makanan.


"Kamu membuatku merasa lebih buruk." Gumam Fabian bertambah depresi saja.


"Coba bayangkan jika ada pria lain yang saat ini bersama Sesilia. Menyayangi anak kalian sepenuh hati. Aku yakin dalam jangka waktu 7 bulan Sesilia akan luluh. Dalam waktu setahun mereka menikah, kemudian memberikan adik untuk Zeyan." Jesseline menyantap sarapannya dengan lahap sembari mengomel.


"Tidak bisa seperti itu!" Bentak Fabian.


"Tentu saja bisa! Apa modalmu untuk mendapatkan Sesilia!? Hanya sumsum tulang belakang saja! Itupun jika bisa dioperasi! Kalau tidak...ya sudah, jika ada pria lain yang lebih baik, dapat menyembuhkan Zeyan. Berarti kamu mampus! Kisah cinta pertamamu kandas!" Kalimat dari Jesseline membuat kakaknya semakin murung.


"A...apa aku perlu menyebar iklan, di TV dan media cetak mencari keberadaan mereka?" Tanya Fabian, menatap ke arah adiknya.


"Jadilah lebih bar-bar! Kamu tampan dan kaya tapi bodoh! Kerahkan semua usaha! Jika berhasil ketemu langsung selamatkan nyawa anakmu. Kamu akan menjadi superhero bagi mereka. Kurung ibu dan anak itu di rumah! Hidup bahagia selama-lamanya. Tamat!" Tegas Jesseline, meletakkan daging di piring kakaknya."Tapi sebelum melakukan operasi, kamu harus benar-benar dalam kondisi sehat. Makan-makanan sehat yang banyak. Kalau kondisinya lebih buruk dan Zeyan meninggal, kamu juga harus mengurus pemakaman anakmu."


"Anakku masih hidup!" Geram Fabian, pada akhirnya bersedia untuk makan.


*


Sore ini dirinya mendatangi rumah sakit. Hanya ingin mencari sedikit petunjuk lagi. Menurut rekaman CCTV yang diambil hacker. Zeyan sempat di rawat di tempat ini sebelum benar-benar menghilang, rumah sakit negri yang pertama dikunjungi Fabian. Tapi anehnya bagian administrasi mengatakan tidak ada pasien dengan nama itu.

__ADS_1


Satu-satunya kemungkinan, keberadaan putra dan calon istrinya disembunyikan seseorang.


Hari ini dirinya tidak datang sendiri. Membawa dua orang pengacara dan beberapa orang pengawal. Serta petugas kepolisian, yang mungkin datang akibat relasi dari ibunya.


Pria yang berdiri dengan wajah dinginnya menarik perhatian semua orang. Pengacara mendatangi tempat ruangan kepala rumah sakit, diikuti seorang petugas kepolisian.


Dengan alasan apa? Tentu saja alasan yang dibuat-buat. Penculikan dan penyekapan putra tunggal konglomerat. Dengan tuduhan rumah sakit ini turut serta menyembunyikan seorang anak berusia lima tahun tersebut.


Fabian masih berdiri dengan wajah angkuhnya di lobby. Mengenakan setelan jas bernilai tinggi, terlihat berkelas. Rambutnya sedikit pirang, ciri khas yang menurun dari ibunya.


Semua orang berbisik-bisik tentang seisi rumah sakit yang digeledah. Iblis itu tersenyum, dan menunggu dimana Sesilia akan bersembunyi lagi. Tidak akan dibiarkannya pergi lagi kali ini.


Sementara seorang pemuda berpakaian cleaning service, mengenyitkan keningnya menatap ke arah sang pemuda. Kali ini dirinya berada di samping petugas administrasi.


"Katanya anak konglomerat diculik dan rumah sakit menyembunyikan keberadaannya. Paling istrinya kabur dengan pria lain karena suaminya terlalu sibuk kerja, bisa juga karena suaminya selingkuh." Ucap pegawai administrasi.


"Selingkuh? Kenapa topiknya dari penculikan menjadi perselingkuhan?" Derrick mengenyitkan keningnya, tidak mengerti sama sekali.


"Kamu masih perjaka tidak akan mengerti. Lihat suaminya, orang kaya tujuh turunan, tampan, mapan. Sudah pasti istrinya kesepian karena suaminya terlalu sibuk, kemudian melarikan diri bersama anak mereka dan pria selingkuhannya. Kalau penculikan, mustahil, keluarga kaya, kemana-mana pasti diantar supir!" Asumsi sang pegawai administrasi.


Pria yang cukup tinggi, memiliki kharisma mengerikan. Sedikit melirik tajam pada mereka, membuat mereka mengalihkan pandangan salah tingkah. Wajah yang benar-benar dingin tanpa ekspresi.


Sang pegawai administrasi mulai berbisik pada Derrick."Kalian kebalikannya, kamu mengeluarkan pesona good boy bagaikan malaikat. Sedangkan orang itu mengeluarkan pesona bad boy, menbuat merinding terlalu mengerikan. Tapi juga hot father. Aku ingin jadi pengganti istrinya. Tapi aku bingung memilih dia atau kamu, kalian sama-sama menggoda..."

__ADS_1


Derrick mengenyitkan keningnya."Jangan pilih aku! Pilih dia saja! Aku sudah punya ayang!"


Pemuda yang menghela napas kasar. Kembali membersikan bagian lobby, tidak terpikirkan apapun. Siapa yang dicari orang ini, hingga menggeledah seisi rumah sakit?


Menghela napas kasar, itu bukan urusannya. Pria high class, dengan penampilan maksimal, menuduh rumah sakit melindungi penculik putranya.


Matanya menelisik, mengamati tidak ada cincin kawin. Berarti antara sudah bercerai dengan istrinya, istrinya mati, atau memiliki anak di luar nikah. Sekali lagi dirinya tidak peduli.


Hingga salah seorang pengawal datang."Wanita yang anda cari memang sempat ada di rumah sakit ini," ucapnya pada Fabian yang tetap berdiri, tidak bergeming.


Derrick mengenyitkan keningnya, menggelengkan kepalanya heran. Ternyata istri pria itu benar-benar kabur dengan anaknya. Bisa saja pendapat pegawai administrasi benar, istri pria itu kabur dengan pria lain, beserta anak mereka.


"Sungguh berani pria yang membawa kabur istri pria jahat sepertinya." Batin Derrick bergidik ngeri. Tapi untuk saja ayang-nya wanita yang disia-siakan. Dirinya memiliki kesempatan walaupun kecil.


Memikirkan ayang dirinya jadi ingin kembali ke villa. Orang tua Sesilia sudah mengajukan untuk mencari pendonor dari negara lain. Masih dalam tahap mengurus paspor dan visa maka Zeyan dapat diobati, walaupun untuk donor masih harus menunggu.


"Tidak sabar rasanya menunggu hari libur." Gumamnya sedikit melirik ke arah Fabian.


Pemuda yang kali ini akhirnya duduk dan menunggu. Sesekali melihat ke arah jam tangannya. Hingga handphonenya berbunyi.


"Tuan ada rekaman dasbor mobil. Sesilia terlihat beberapa kali mendatangi minimarket dekat rumah sakit dengan seorang pria." Informasi yang diberikan seorang detektif.


"Selidiki siapa pria itu. Ingin bermain-main denganku, dia cari mati..." Fabian memberi perintah penuh senyuman keji.

__ADS_1


Sedangkan Derrick yang mendengar semuanya, hanya terdiam. Dengan ekspresi wajah masa bodoh. Itu urusan mereka, mungkin dua pria yang akan berdebat nanti. Seperti apa pria yang membawa kabur istri orang ini? Dirinya hanya sedikit penasaran.


__ADS_2