Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu

Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu
Ep. 11


__ADS_3

“Unik bagaimana kak?" tanya Edgar


“Wajahnya cantik, benar-benar menampilkan kecantikan alami. Aku masih melihat samar wajah semasa kecilnya di balik pipinya yang masih menyisakan sedikit kesan chubby. Namun aku yakin, ia sudah melewati usia anak-anak, mungkin umurnya sekitar dua puluhan.  Sangat mungil, sangat terkesan segar dan imut. Terus rambutnya panjang mencapai bahu, dibelah pinggir, dan aku sempat merasakan sentuhan rambutnya. Haluss…”


Edgar tidak berkomentar apapun, hanya membiarkanku menyerocos semauku. Aku mendadak memasang wajah masam,


“Sayangnya ia sadis juga. Sangat berbeda jauh dengan tampilan wajahnya. Sumpah, wajahnya menampilkan sosok bak anak-anak yang masih polos, namun juga merekah seperti mawar yang baru mekar. Saat ia tersenyum, sungguh manis sekali. Kita memang tidak bisa menilai buku dari sampulnya” ucapku muram.


“Eh, nona apakah kau mengenal seseorang dengan gambaran seperti itu?”


Wanita hijau itu terdiam, “Rasanya kami tidak memiliki penghibur yang berwajah imut”


“Tidak ada kak, bagaimana?”


“Aku maunya dia, jangan tawarkan aku yang lain Ed. Karena yang aku cari ini cantik sekali” Aku bersikeras menolak dengan alasan demikian.


Masa aku mau bilang kalau aku mencarinya untuk membuat perhitungan karena sudah menendang asetku?? Kemana aku harus menaruh mukaku nantinya.


“Maaf…” sela si wanita hijau,


“Kalau para penghibur kami tidak secantik wanita yang anda cari tuan Abhimanyu”


“Tidak…” bantah Edgar,


“Mereka semua cantik kok, aku bahkan merasa berada di surga saat melihat kumpulan foto ini, iyakan kak?” Edgar menyenggol pahaku sambil melotot kesal.

__ADS_1


Aku beranjak dari dudukku, “Aku mau pulang. Kalau kau mau bersenang-senang Ed, lakukan saja sendiri”


“kak…” panggil Edgar berusaha menghambatku yang sudah bersiap-siap pergi dari sini.


“Kita bersenang-senang dulu disini yah kak, nanti baru kita cari wanita idaman kakak itu”


Aku melotot mendengarnya menyebut wanita misterius itu sebagai wanita idamanku.


Enak saja, aku bela-belain mencari dia hanya untuk…. Eh kenapa aku merasa aneh ya???


Masa aku sebegitu dendamnya sampai bersikeras menemukannya???


Aku bergidik karena pemikiranku sendiri.


“Kenapa?”


“Apa kau benar-benar mau pergi???” Aku mengangguk. Apa yang aku cari tidak aku temukan, untuk apa aku berlama-lama disini.


Si Edgar monkey itu boleh berdiam disini, aku bahkan tidak memperdulikannya. Yang paling aku inginkan sekarang adalah kembali ke rumah.


***


AQILLA POV


Kamarku – -

__ADS_1


Ralatt...


Penjara pribadiku…


Satu hal yang tidak diketahui oleh madam Kim adalah aku bukan hanya dibesarkan dilingkungan pelaku dunia hitam, aku juga mencicipi beberapa pelajaran ala dunia hitam mulai dari trik mencopet, cara bertarung ala jalanan, memakai senjata, sampai cara membuka pintu yang terkunci.


Itu aku pelajari langsung dari pengasuhku – bukan pengasuh biasa lho, karena ke empat pengasuhku memiliki tatto di sekujur tubuh, alias anak buah kepercayaan appa yang merangkap merawatku. Untungnya aku menyimak semua pelajarannya dengan baik, termasuk bagian membobol pintu yang terkunci sehingga sejak berumur lima tahun tidak ada yang bisa mengunciku lagi.


He eh..


Termasuk madam Kim, yang malam ini berusaha mengunci kamarku. Aku hanya butuh jepitan rambut – yang untungnya ada di kamar itu, dan tada…


Pintu kamarku terbuka. Saatnya mencari bantuan nih…


Sandra ; salah satu penghibur disana terkejut saat aku mencoleknya.


Ya iyalah, aku kan seharusnya di kurung bukannya berkeliaran macam ini. Namun aku buru-buru menyuruhnya diam,


"Ssttt, ikut aku"


Untungnya Sandra mau mengikutiku sampai ke arah taman belakang. Sudah cukup aku terkurung disini selama seminggu, ralat sekarang menjadi seminggu lebih sehari. Dan itu cukup lama bagiku. I have to do something. Akupun mengatakan apa keinginanku kepadanya.


"Apa kau yakin nona?"


***

__ADS_1


__ADS_2