
Opsir Yodha (Undercover)’s POV
“Maaf kak, kami terpaksa mengikatmu” sebelum menyumpal mulutku dengan kain entah darimana asalnya, Jerome; juniornya di kepolisian tersebut membisiki permintaan maaf ke telingaku.
Aku menjawab hanya dengan sorot mata. Aku tahu itu teman, kau memang harus mengikatku karena aku adalah pembawa pesan saat ini, iyakan??
Tugas menyusupku disini masih panjang, sehingga identitas asliku tak boleh terbongkar. But, aku senang tidak harus memasak untuk wanita bernama Stella itu. Sekarang Jerome akan membawanya ke tempat aman. Wanita itu akhirnya bebas.
Mataku membeliak kaget saat melihat sebuah sosok mengendap-endap di belakang Jerome. Sayangnya ia keburu menyumpalku, membuatku tidak bisa memperingatinya.
Jerome tidak menyadari kehadirannya karena ia sibuk mengikat penjahat di sebelahku. Begitu juga dengan wanita bernama Aqilla yang tengah mengikat penjahat lainnya. Keduanya tidak menyadari kehadiran penjahat tersebut. Entah bagaimana sepertinya satu penjahat luput dihajar oleh mereka.
__ADS_1
Akupun buru-buru menggerakkan tubuhku, dan berniat mendorong Jerome sehingga terjatuh ke lantai. Aku memejamkan mata seraya menunggu suara peluru menembus antara tubuhku atau tubuh Jerome, namun aku tidak merasakannya. Hanya suara tubuhku dan tubuh Jerome terjerembab ke lantai.
Aku membuka mataku untuk menyadari penjahat yang tadinya berniat menyerang Jerome sudah jatuh pingsan di lantai, sebuah benda serupa PSP terjatuh tak jauh dari kepala si penjahat.
“Kak apa aku baik-baik saja?” tanya Jerome khawatir. Pria itu lumayan kaget akibat aku seruduk secara tiba-tiba, namun ia lebih kaget lagi saat menyadari ada penyusup yang berusaha menyerangnya dari belakang. Lain halnya dengan Aqilla yang malah terpekik, “Edric...”
Aku dan Jerome pun menoleh ke arah pandangan mata Aqilla yang ternyata mengarah ke pintu masuk ruangan, disana berdiri seorang pria yang sedang memamerkan smirk evilnya.
“Sudah aku bilang, aku bisa berkelahi” ucap pria itu bangga.
Pemuda itu malah menggosok telinganya, mungkin telinganya agak berdengung akibat bentakan Jerome.
__ADS_1
“Heehh aku baru menyelamatkan kepalamu, kau malah meneriaki aku” protes pemuda itu. Yang membuat wajah Jerome semakin masam.
Ya ampun, sepanjang sejarah karirku, mungkin ini penyergapan paling nyeleneh nan unik yang pernah aku alami. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana regu penyelamat ini mengikutsertakan dua orang bocah,
Seorang gadis kecil dan seorang anak pemuda sebagai bagian dari regu. Mana si gadis kecil yang tampilan luarnya sangat rapuh, ternyata sanggup merobohkan para penjaga berbadan besar. Sungguh gadis kecil yang menakutkan. Ingatkan aku untuk tidak membuatnya marah.
Belum lagi pemuda barusan, yang dengan entengnya menjadikan PSP sebagai senjata pelumpuh. Oh my God, apakah aku bermimpi atau ini sebuah pertanda?? Mungkin setelah penyamaranku kali ini, aku harus mulai memikirkan cuti panjang.
Andaikata bayi tujuh bulan bisa bicara, maka Seva akan berkata : Jika kakakku yang sehebat wonder woman dan Kak Edric yang keren abis – yang aku putuskan akan menjadi panutanku di masa depanku nanti, sudah beraksi maka Mister K patut waspada. Dan paman John patut menegak aspirin sebagai penghilang sakit.
Sungguh sayang Mister K – si pengkhianat tidak ada disana. Namun aku punya pesan untuknya. Demi semua popok bau di dunia, aku berharap Mister K menua dalam setumpuk seprai pesing. Hey, aku kan masih bayi, kalian tidak mengharapkan aku mengutuk kan??
__ADS_1
PS : Kak Jerome, welcome to family…. (Seva)
*****