Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu

Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu
Ep. 9


__ADS_3

Dengan muka masam, aku menarik bantal di sekitarku. Aku melemparkan satu persatu bantal tersebut ke arah ketiganya yang mengitari ranjangku. Yang membuatku semakin keki adalah ketiganya berhasil berkelit dari bantal-bantalku.


“Oh, diamlah kalian!!” bentakku


Enak saja mengatai asetku kecil begini. Survey membuktikan sebaliknya tauk!!!! Sepuluh dari delapan orang yang sudah merasakan milikku mengatakan aku sangatlah besar. Aku tidak bakalan menjadi playboy selama ini kalau bukan karena asetku yang memang mumpuni, serta kelincahan tanganku dalam bermanuver.


Sial, kalau dipikir-pikir hanya wanita itu saja yang membuatku kesal. Beraninya menyebut asetku lapuk!!!!!!.


Benar-benar aku harus mencari wanita itu kembali, dan membuat perhitungan. Tidak ada wanita yang bisa menolak pesona seorang Arkan Delana Abhimanyu tauk….


“Diamlah kalian, hanya membuatku jengkel saja” ujarku memperingati ketiganya, Memang tawa ketiganya telah mereda namun masih menyisakan cekikikan yang jauh lebih menyebalkan untuk aku dengar.


“Masih untung kami hanya membuat kakak jengkel. Lha barangnya kakak entah bagaimana malah kepentok sampai ngilu. Kasian dah kak….” balas Edric mengejek.


Hahahahhahahahhahhahahhahah……….


Aku benci mendengar tawa mengejek mereka namun aku tidak bisa berbuat sesuatu untuk membungkam mereka selain melemparkan tatapan sebal ke arah ketiganya. Ishhhh…


“Yakkkk diamlah kalian. Berisik sekali!!” sebuah teriakan peringatan mendadak terdengar bersamaan dengan pintu yang dibanting keras.


Blammmm…


Sosok kembaranku berdiri dengan berkacak pinggang tepat di tengah pintu, “Aku ingin istirahat, dan suara kalian membuatku tidak bisa tidur!!” teriakknya.


Ia berjalan menghampiri ranjangku, lalu duduk di sebelah ikan mokpo. Ia melirik penasaran ke arah es batu yang diletakkan di selangkanganku. Aku menatapnya – Jangan – tanya – aku.


“Eh, maaf kak…” ucap Edgar mewakili.


Kembaranku itu mengusap-usap mukanya sebagai bentuk rasa kesal, lalu menatap tajam ke arah tiga makhluk menyebalkan itu,


“Isshhh, entah kenapa aku merasa seperti habis ditendang di selangkanganku sampai ngilu begini. Aku susah tidur jadinya” Damn, aku tahu dia sengaja memancing di air keruh.

__ADS_1


“Hahahahhahahhahhahaha…….” Si peranakan setan, ikan mokpo, dan monyet yadong itu untuk ketiga kalinya kembali tertawa berjamaah saat mendengar pengakuan Kak Arion.


Sial, sepertinya aku harus mencari wanita itu, dialah yang membuatku sampai semalu ini.


Hahahahhahahhahahhahhahahha…………….


Kembali ketawa terbahak-bahak memenuhi kamarku, kali ini Kak Arion juga ikut-ikutan tertawa. Sepertinya ia sudah berhasil memancing cerita dari salah satu ketiga adikku itu.


Sialan….


Isshhhh, aku akan membalasmu wanita nakal,


"lihat saja.."geramku dalam hati.


POV END


***


Di dalam gudang tua, di pinggiran kota, jauh dari keramaian.


“Bagaimana, apa kau berhasil mendapat kabar mengenai bos??” tanya pria satu.


Pria dua mendekati temannya dengan kepala terkulai, lalu pria dua mendongak, sebersit kesedihan terpeta di matanya. Dan pria dua tak perlu berkata sekali pun, si pria satu tahu jawabannya.


Badan si pria satu merosot, lemas akibat berita buruk yang diterimanya,


“Bagaimana ini?apa yang harus kita lakukan sekarang?” Pria dua menggeleng,


“Entahlah. Aku juga tidak mengetahui dimana nona muda berada. Saudara perempuannya bos kecil kita” Pria dua menatap penuh iba ke arah bayi tampan berusia tujuh bulan itu. Sungguh bayi yang malang, sudah ditinggal mati oleh ibunya di hari kelahirannya, sekarang keluarganya yang tersisa pun menyusul.


Ironi, sungguh ironi kehidupan yang kejam.

__ADS_1


Lihatlah bayi itu yang direbahkan temannya di atas kasur itu, bayi berwajah sepolos malaikat itu sibuk tersenyum seraya menggoyang-goyangkan mainan yang berputar-putar di atas wajahnya menggunakan kedua tangan mungilnya. Andai kau tahu bocah kecil, betapa nasib buruk bermain-main di depan matamu….


“Madam Kim!” seru pria satu membuat pria dua kaget.


“Kenapa? Mengapa kau berteriak begitu???” balas pria dua.


“Aku tahu siapa yang harus kita datangi”


“Siapa?” tanya pria dua


“Apa kau masih ingat wanita cantik pemilik rumah bordil itu?”


Pria dua mengangguk, “Ahhh ya, Madam Kim maksudmu???”


“Emm, kita akan mengunjunginya”


Pria dua menjitak kepala temannya si pria satu,


“Yaaaak keadaan gawat begini masih saja kau berpikir tentang bersenang-senang!” bentaknya.


Si pria satu mengusap-usap kepala yang bekas dijitaki oleh temannya, “Tidak, bukan itu maksudku”


“Terus apa? Kau mau mengumpet di balik rok mereka hah?”


“Tidak, aku bilang bukan begitu” balas pria satu sewot, karena sudah disalah pahami.


“Madam itu dan boss sepertinya menjalin persahabatan. Bukan tidak mungkin anak perempuannya bos disembunyikan disana atau kita bisa mencari informasi disana”


“Sungguh?”


***

__ADS_1


__ADS_2