Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu

Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu
Ep. 8


__ADS_3

AQILLA POV


“Apa? Apa yang barusan kau katakan?” teriak madam. Wanita cantik itu awalnya terkejut melihat kedatanganku,


“Mengapa kau kembali kemari nona??? Tanyanya.


Kemudian akupun menghabiskan lima menitku untuk menceritakan kejadian yang aku alami barusan.


Ya, pertemuanku secara tidak disengaja dengan paman otak mesum itu. Aku puas bisa menendang ke arah kejantanannya yang dijamin sekarang pasti bengkak dan sakit sekali. Siapa suruh bersikap bak playboy tengil begitu.


Ishh, paman berotak kotor seperti itu adalah satu jenis makhluk yang paling ingin aku jitak. Mana ia dengan seenaknya mencuri ciuman pertamaku. Aku mengusap-usap bibirku dengan jengkel.


“Bukankah aku sudah bilang supaya kau lewat belakang. Sekarang banyak penjahat mencarimu nona, kau tidak boleh terlihat oleh siapapun paham?” ucapnya dalam nada paling tegas.


Aku menunduk malu karena kecerobohanku, “Maaf madam. Sepertinya aku tidak menyadari betapa kagetnya aku dengan kabar mengenai adikku. Tanpa sadar aku malah berjalan ke arah sebaliknya. Aku bahkan tidak sengaja menabrak tamu anda madam” ucapku pelan.


Untuk sesaat madam mendadak melunak mendengar perkataanku, “Sudah terjadi begini, tidak ada yang bisa disesali. Seperti apa tamuku yang tabrakan denganmu?”


“Tinggi, saat menabraknya tubuhku saja tidak melewati batas bahunya. Muda. Juga berwajah tampan. Hanya saja mesumnya tidak tertolong”


“Tinggi dan muda?” madam berpikir sejenak.


“Oh, pastinya kau bertemu dengan pelanggan terbaruku tuan muda Abhimanyu. Ya, tidak salah lagi, mengingat lima tamu lainnya sudah tua, gendut, dan tidak jangkung. Hanya tuan muda Abhimanyu yang sesuai dengan gambaranmu” gumam madam.

__ADS_1


Tuan muda Abhimanyu??


Aneh, mengapa aku kepikiran temanku Edric??


Oh, mungkin karena nama keluarganya sama dengan nama keluarganya Edric. Aku menggeleng, mengeyahkan pikiran konyolku. Tidak mungkin keduanya memiliki hubungan. Edric teman baikku itu bukanlah pria mesum. Ia hanya pria penggila PSP. Ya, pasti tidak mungkin.


“Nara…” teriak madam ke arah pintu, wanita cantik itu berusaha memanggil salah satu pelayannya. Beberapa menit kemudian seorang pelayan wanita dengan sikap canggung berderap menuju arah madam.


“Iya, ada apa madam???” tanyanya.


“Sekarang kau bawa nona muda ini ke kamarnya. Samarkan ia sehingga mirip salah satu pekerjaku” madam menoleh ke arahku,


“Daun lebih baik disembunyikan di hutan, diantara tumpukan daun juga, jadinya aku akan menyamarkanmu sehingga kau tidak terlihat mencolok. Paham Aqilla?” tanya madam kepadaku.


Aku mengangguk sebagai balasannya, madam lantas memberi instruksi kepada pelayannya yang dipanggilnya Nara.


Ishhh, lagi. Lagi-lagi aku berusaha disembunyikan bak penderita kusta. Sekalian saja jadikan aku tawanan…


***


ARKAN POV


Kediaman Abhimanyu memang tak pernah tenang.

__ADS_1


Hahhh!!!!


Aku tidak tahu siapa yang ingin aku umpat, apakah wanita misterius yang aku temui di The Insomnia itu – yang membuat bagian bawahku ngilu dan butuh dikompres es batu, atau aku ketiga bocah tengik yang sibuk tersenyum bahagia di atas penderitaanku, yang saat ini alih-alih membantuku meredakan rasa ngilu, malah puas melihatku kesakitan begini.


Sial benar diriku, aku justru lupa mengunci kamarku saat sedang mengompres juniorku. Alhasil trio menyebalkan itu si setan Edric, Edgar monkey, serta David si ikan setengah matang, bisa masuk ke kamarku tanpa sempat aku cegah. Ketiganya bahkan langsung main duduk di ranjang King sizeku


“Terbentur apa kak sampai bengkak begitu” ejek si monyet mesum.


Ishhh, batal sudah niatku untuk mengajakmu ke The Insomnia Edgar monkey.


“Ya, setidaknya lihat dari segi positifnya kak” timpal si ikan asin dan ikan-ikan lainnya.


Segi positif dari mana??? Dasar ikan bodoh, dengusku kesal.


“Apa itu segi positifnya Kak David?”


Nah makhluk yang diakui hukum sebagai adik kandungku inilah yang paling membuatku sebal. Sempat-sempatnya Edric nakal itu mengejekku dari sudut matanya.


Yakkk anak nakal, kalau mau main PSP, main saja. Ngapain pakai ikut nimbrung tidak penting begitu.


“Barangnya kakak kelihatan besar akibat bengkak” jawaban ikan asin itu sontak mengundang tawa dua makhluk menyebalkan yang berada di sebelahnya. Mana ketawanya terdengar puassss sekali.


***

__ADS_1


Poor Arkan🤣🤣


Ngga bisa bayangin bentuknya kek apa🙈🙈


__ADS_2