
Nah, kalau menyinggung si bungsu dalam keluarga yakni Edric Abhimanyu, entah anak itu mirip siapa. Andaikata papah tidak mengatakan betapa miripnya Edric dengan papahnya alias kakekku, mungkin aku bakalan mengiranya anak yang dipungut dari neraka.
Habis, nakalnya itu tidak ketulungan. Terakhir kali ia berbuat nakal, ia membuat wanita yang aku pikat lari kebirit-birit gara-gara entah apa penyebabnya. Aku sempat mencurigai kodok-kodok tak bertuan yang menyelinap di tas LV milik wanita itu adalah penyebabnya.
Ish, Edric tidak diragukan lagi. Kamu memang peranakan setan dengan sifat jahil mengalir di darahmu.
Ohhh, aku bahkan tidak bisa mengingat berapa banyak teman kencanku yang merasakan kejahilannya, mulai dari para sekertaris terdahuluku – yeah entah mengapa semua sekertarisku selalu berakhir menjadi penghangat ranjangku, belum lagi beberapa model yang aku kencani untuk waktu singkat – ralat, aku memang selalu menjalani hubungan asmara dengan singkat dimana dua bulan adalah rekor terlama yang masih belum terpecahkan, dan berapa wanita yang aku kencani bahkan tidak mengingatnya. Sebagai catatan, semuanya pernah merasakan sentuhan keusilan adikku itu.
“Tapi aku ingin menjodohkannya denganmu!!!” Dalih papah menolak ideku.
“Tapi kak Arion kan lebih tua papah. Harus sesuai nomor antri dong pah..”
“Aishhh, kalian hanya beda lima menit juga. Lagian, Arion terikat kontrak dengan pihak manajemennya yang tidak memperbolehkannya menikah untuk beberapa tahun kedepan….”
Damn, bagaimana bisa aku melupakan perjanjian terkutuk itu yang membebaskan kakakku dari jeratan pernikahan. Tahu begitu, aku dulunya ikut kakak mendaftar sebagai model saja. Toh, aku jauh lebih seksi dan lebih tampan dibandingkan pria cantik itu.
“Edric juga bisa pah” aku kembali menawarkan saudaraku yang tersisa.
Papah mendelik, “Masih di bawah umur. Tidak boleh” tolaknya tegas.
“Maaf pah, aku tetap menolak untuk dijodohkan, kalau papah ingin cucu, minta saja sama kak Arion, atau bisa minta sama Edric. Kalau dipikir-pikir, mending papah suruh keduanya ngasih papah cucu. Lumayan kan bisa dapat dua cucu sekaligus. Kalau beruntung, mereka mewarisi gen kembar sehingga papah bisa mendapat dua pasang cucu kembar. Itu cukup untuk paaph pamerkan kesana-kemari…” bujukku.
__ADS_1
“Yaak anakku, apa susahnya memberikan aku seorang cucu. Dengan kegiatan malammu itu, minimal kau bisa mewujudkan impianku”
“Itu hanya olahraga pah. Hanya sebatas enak, tanpa anak” bantahku.
Lagian, dalam melakukan kegiatan malamku yang pastinya melibatkan wanita seksi serta ranjangku, aku selalu memastikan tidak ada Arkan - Arkan kecil yang terlahir sejauh ini.
Pletakkk
Saking kesalnya dengan jawaban ngasalku, papah menjitak kepalaku memakai koran yang disitanya dariku tadi. Tidak tanggung-tanggung pria tua itu sempat-sempatnya menggulung korannya, sehingga rasanya pedas sekali ketika mengenai kepalaku.
Sakit, pah…
“Papah mau kamu menikah. Melakukan monogami, dan berikan papah cucu sah” ucapnya ngotot.
“Yang benar??? kamu mau menikah???”
“Maaf pah, monogami terdengar seperti monoton bagiku. Mending, papah sodori saja wanita yang harus kencan denganku. Aku akan membuat cucu papah dengannya secepat mungkin”
Pletakk,,,
Sekali lagi papah menjitak kepalaku. Bedanya kali ini aku mendengar samar-samar suara cekikikan. Itu terdengar seperti cekikikan khas Edric.
__ADS_1
Yup, aku berani mempertaruhkan semua warisanku bahwa setan kecil yang terkekeh di balik tembok pemisah antar ruangan pastinya si Edric.
“Kalau sampai aku memergokimu meniduri putri temanku yang masih perawan, saat itu pula aku akan menyeretmu ke altar pernikahan” teriak papahku kesal.
Yeee, itu bukan ngancam namanya, itu justru keinginan terbesar papah.
“Kalau aku sudah menidurinya berarti bukan perawan lagi. Toh aku lebih suka dengan yang berpengalaman” balasku santai
Pletakkk
sekali lagi pukulan di arahkan ke kepalaku, sekali lagi terdengar kekehan dari balik tembok. Bedanya kali ini ada lebih dari satu suara. Ah, palingan itu suara si monyet Edgar dan si ikan David yang ikut nimbrung.
Keduanya adalah anak dari teman baik papahku yang ikut tinggal disini. Seharusnya mereka berada dibawah tanggung jawab papah, namun entah mengapa justru aku yang ditunjuk sebagai wali mereka.
Sepertinya ayahnya David mengalami halusinasi saat menjelang ajalnya – maaf ya ikan asin bukannya aku bermaksud jelek kepada ayahmu, sehingga alih-alih menunjuk papah yang notabene temannya sebagai wali dari anaknya, pria tua yang baik itu malah menunjuk aku .
Ya ampun, sepertinya aku memang duplikat papahku semasa muda. Bak pinang dibelah dua kayaknya. Sampai sahabatnya sendiri menyangka aku sebagai papah.
Yeah, bedanya, papahku tipikal pria yang setia. Aku juga tergolong pria yang setia, namun dalam pengertian yang berbeda, Selalu ganti wanita.
Nah, kalau ayahnya Edgar monkey – yang masih sehat dan bugar namun berada di benua yang berbeda, memintaku secara khusus untuk menjadi wali monyet mesum selama paman itu dan istrinya berpetualang berduaan entah kemana. Mungkin ayahnya Edgar merasa aku bakalan cocok dengan putranya yang memiliki tingkat kemesuman luar binasa. Makanya, jadilah aku wali bagi si ikan dan si monyet itu.
__ADS_1
***