Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu

Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu
Ep. 27


__ADS_3

Blammm…


Kali ini Aqilla menghentak meja yang untungnya dengan pelan, “Ini apa Paman?”


“Sepertinya kau perlu memeriksakan matamu Sweetheart, itukan sabun dan shampoo”


“Aku tahu, tapi mengapa membeli merk ini??”


“Oh itu, semua kekasihku memakai produk itu. Kayaknya sabunnya bagus buat kulit, membuatnya lembut. Terus shamponya itu wanginya enak. Rambut juga jadi tebal setelah memakai sampo itu secara rutin, begitu sih katanya” aku mengedik ke arah bayi itu yang tampaknya hanya memiliki beberapa helai rambut saja saking tipisnya.


Sadar akan maksudku, Aqilla semakin melotot ke arahku, “Masih bayi, jadi masih banyak kesempatan untuk banyak rambut tumbuh di kepalanya. Ini bayi!!! Jadinya harus beli produknya khusus buat bayiii bukan buat macam kekasih seksi Paman” ucap wanita itu dalam nada tinggi.


Ia lantas mengeluarkan benda lainnya dari kantong belanja, “Ya ampun Ed…”,


Ada apa??


Apalagi yang dikeluhkan oleh wanita ini??


“Kenapa Aqilla” tanya Edric santai.


Ia sibuk bermain PSP bersama si bayi. Dalam posisi duduk bersila di atas meja kerjaku – sungguh posisi duduk yang ekstrim bagiku – sungguh seenaknya saja menjadikan meja kerjaku sebagai alas bokongmu, si bayi diletakkannya di pangkuan, dan keduanya terlihat asik memencet-mencet tombol PSP. Dasar bocah tengik, bayi masih kecil begitu sudah diracuni sama gadget. Tsk..tsk..tsk..

__ADS_1


“Kan di catatan aku tulis baby diapers kenapa malah dibelikan pembalut wanita”


Eh??


Sungguh??


Aku juga kaget karenanya. Ya maaf, aku kan pria, wajar saja kalau kesulitan membedakan keduanya. Aku lebih hafal pernak-pernik wanita yang berhubungan dengan pakaian dalam, daripada perlengkapan bayi tauk…


Hahahahhahahahhahahahahaha….


Tawa Edric itu membuat telingaku semakin merah oleh naik pitam. Kayaknya, hari-hari selanjutnya aku harus mencari cara untuk merebut rekaman itu, atau keduanya bakal membuatku pening…


***


Kediaman Choi, yang kini semakin menyenangkan…


Dulunya aku alergi berat sama bayi, sealergi aku terhadap kucing bulukan milik Kak Arion si Hion kampungan itu.


Namun, adiknya Aqilla mengubah sudut pandangku. Aku menyukai bayi yang ini. Ia malah membuatku semakin tertawa, dan semakin membuat menderita kakakku. Hahahahahaha…


Sebenarnya aku ragu kalau rencana gilaku ini bakalan berhasil – menyembunyikan bayi yang sekarang sedang aktif-aktifnya melata di lantai – sedikit mengingatkan aku akan ulat bulu saja ketika pantatnya naik terlebih dahulu untuk kemudian merosot ke depan, bukanlah hal mudah.

__ADS_1


Namun aku tidak bisa meminta papah untuk mengijinkan adiknya Aqilla tinggal disini tanpa membeberkan alasannya – aku sungguh terkejut saat mengetahui kebenarannya – membuatku tidak habis pikir bagaimana bisa ada orang yang bersikap sekejam itu terhadap wanita dan bayi??


Damn, aku saja si Evil tidak sesadis itu.


Oya, bicara tentang Seva, ada alasan lain yang membuat aku dan Aqilla memutuskan untuk menyembunyikannya.  Karena aku tahu bahwa Papah atau Mamahku adalah para penggemar berat bayi,  kalau sampai mereka mengetahui mengenai keberadaan Seva, yang ada Seva bakal dipamer kesana kemari.


Padahal sama seperti kakaknya, Seva tidak boleh dilihat banyak orang. Besar risikonya, kalau salah satu penjahat yang membunuh Ayahnya Aqilla melihat Seva. Itu sama saja meminta Seva untuk disingkirkan.


Maklum, Aqilla bilang si pengkhianat itu bersikeras menyingkirkan siapapun yang mungkin menjadi pewaris dari si pemimpin klan Gunadhya yakni Tony Gunadhya. Ini bukan hanya persoalan merebut kekuasaan, melainkan juga merampas hartanya. Yeah, harta orang mati lebih mudah untuk dirampas kan???. Hiyy, seram.


Alhasil selama lima hari berturut-turut aku dan Aqilla kewalahan mengurusnya sekaligus menyembunyikan keberadaannya. Untungnya rumahku lumayan besar dan luas, jadinya banyak tempat yang bisa kami pilih untuk menyembunyikan Seva.


Dan untungnya kepala pelayan di rumah ini yang tidak sengaja menangkap basah aku sedang menggendong Seva, pura-pura tidak melihat kami berdua. Ia justru dengan senang hati ikut main sembunyi-sembunyian.


Katanya ini menegangkan seperti film thriller. Yah untunglah aku memiliki kepala pelayan yang aneh begitu. Dan untungnya ia juga membantu kami membereskan sampah domestik yang dihasilkan Seva – Busyeettt bayi ini bobotnya aja kurang dari sepuluh kilo tapi menghasilkan sampah banyak banget.


Dan yang paling membuatku menjadi pria tampan paling bahagia adalah aku bisa menjajah kakakku itu melalui Seva. Ya ampun, aku bisa membungkam mulut geramnya padahal aku sudah dengan sengaja menaruh Seva di atas meja kerjanya – sehingga Seva mengacak-acaknya. Aku juga bisa membuat kakakku tidak berkutik saat aku mengubah kamar bujangan kebanggannya menjadi markas besar persembunyian Seva.


Aku berulang kali membuat kakak gantengku itu kesal akibat terpaksa menggesek kartu kreditnya untuk membeli kebutuhan bayi. Biasanya kartu kreditnya digesek untuk membeli baju kekasihnya di butik, sekarang digesek untuk membeli baju di toko bayi.


Bahkan aku bisa memaksanya mengganti diapers Seva. Dan aku semakin mencintai Seva ketika ia dengan polosnya mengencingi kemeja mahal kakakku. Hahahahhahhah, aku suka itu.

__ADS_1


***


__ADS_2