Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu

Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu
Ep. 18


__ADS_3

Ia semakin mempererat pegangannya, menyentak tanganku sampai akhirnya aku kehilangan keseimbangan dan terjatuh di sampingnya.


Dengan gerakan gesit ala predator ia lantas memerangkap tubuhku yang terbaring di kasur menggunakan tubuhnya. Kedua tanganku dipaku ke arah lembutnya kasur. Aku melotot tajam karenanya.


“Sorry, aku harus menjaga tanganmu my dear sebelum ia main menyelinap ke celanaku. Biasanya aku menyukainya, namun kau adalah pengecualian”


“Dan kau jaga pandanganmu paman, berhenti menatap dadaku!” bentakku


“Sayangnya aku suka dengan apa yang aku lihat sweet pumpkin”


Sialan, pria mesum ini pingin dihajar yah??


Kalau sampai aku mengeluarkan amarahku, dijamin pria ini bakalan berubah jadi perkedel.


Ishhh…


“Terus saja menggeram manis…”


Aku semakin jengkel mendengar nada yang dilembut-lembutkan begitu. Aku benar-benar tidak menyukainya. Dia adalah pria termesum yang pernah aku temui. Dan tertampan – itu kalau aku mau mengakuinya.


Aku tersenyum mengejek, “Terus saja tersenyum, dan kita lihat siapa yang bakal tertawa terakhir. Kau pikir aku bakal mendiamkan semua perlakuan mesummu ini hah?!”


“Dan kau pikir aku bakal diam setelah perlakuanmu kemarin???” balas pria itu.

__ADS_1


“Damn, kau pasti sangat pandai bermain dengan pria sampai sentuhanmu tak terasa begitu”


“Mau bertaruh??” tantangku


“Nope, aku justru berharap merasakan sentuhanmu babe…”


“Aishhh, paman…. kau membuat telingaku sakit dengan panggilan manis itu. Kau terlalu cerewet”


***


ARKAN POV


“Aishhh, paman…. kau membuat telingaku sakit dengan panggilan manis itu. Kau terlalu cerewet”


Then, haruskah aku diam dan mulai menyapamu wanita manis. Dengan caraku….


Aishhh, lupakan kejadian itu…


Aku tersenyum dengan lebar, sekarang lihatlah bagaimana aku berdialog, dengan wanita, di ranjang………..


Sebelum wanita itu tahu arah niatku, aku langsung menyelipkan kakiku diantara kakinya, bukan hanya sekadar pose melainkan untuk memastikan kaki mungilnya itu tidak bakalan menendang asetku lagi.


Aku menindihnya dengan senang hati, sementara mulutku mulai mencari kelezatan. Nyammm, I know it now. This girl feels like sweet orange . Emmm, very tasty to chew, so juicy…

__ADS_1


Dengan lapar aku terus ******* wanita itu. Sedikit sulit, mengingat ia bersikeras mengatup mulutnya serapat mungkin. But itu justru membuatku semakin menginginkannya.


Sebuah pulpy orange  yang sulit untuk dikunyah. Never seen it before. I like it.


Benar-benar mulut yang rapat, siapa sangka mulut semungil ini sulit untuk dibujuk. Aku semakin tidak sabaran untuk memainkan lidahku di dalamnya. Harus pakai cara lain.


Benar, aku harus mengejutkannya supaya mulut manis itu mau membuka. Aku menindihnya, semakin membuat kasur dibawah kami melesak lebih masuk. Damn berhenti menggeliat seperti itu my little cat.


Sebenarnya kau berusaha menolakku atau merayuku hah??? Malah membuat juniorku semakin mendesak celanaku.


Tangannya aku satukan diatas kepalanya, lalu menguncinya dengan tanganku. Terima kasih Tuhan, aku memiliki tangan yang sebesar ini untuk mengunci tangan kecilnya.


***


AQILLA POV


Oh no, aku terlalu anak kecil untuk melihat adegan tujuh belas tahun ke atas ini. Umurku bahkan baru menuju ke angka tujuh belas beberapa bulan ke depan. Namun, pria ini terlalu besar untuk aku bisa melepaskan cengkeramannya.


Tangannya, bibirnya semua mengikatku di ranjang. Dan, ya ampun aku tidak menyangka bahwa ciuman pertamaku – ralat ciuman keduaku rasanya,  sepanas ini. Dan bukan oleh suamiku.


Oh No!!!!!!


***

__ADS_1


*NB; author benar-benar meminta maaf atas adegan ini, semoga tidak terlalu panas.


PMJ -pipi merah jambu* -


__ADS_2