
“Mau nambah paman??” aku menawarkannya sebuah apel lagi. Sejauh ini paman mesum sudah menghabiskan empat apel yang aku kupas, dan jika ia menolak apel selanjutnya maka aku harus mencari cara lain untuk membungkam mulut senonohnya itu.
Ya ampun, selama beberapa jam terakhir ia sudah menggodaku dengan kosakata mesumnya, dan aku sudah memakai berbagai cara untuk membungkamnya.
“Apa kau berniat membungkam mulutku manis?? Kalau begitu kau tahu caranya” ia dengan gaya konyolnya memonyongkan bibirnya.
Tuh kan, buntut-buntutnya selalu mengarah ke hal mesum. “Ogah, aku tidak berminat menciummu pamam mesum. Kau bau obat…”
“Benar, mulutku sudah seperti bau formalin saja. Hey, itu bagus bukan, mungkin bisa membantu mengawetkan ciuman manis kita babe”
Aku tergelak, “Ya ampun paman apa kau berusaha menggombal??”
“Aku akan mengeluarkan semua gombalanku, kosakata mesumku, bahkan aku akan menjabarkan isi kamasutra dengan detil untuk memancing rasa sebalmu sayang”
“Kenapa paman ingin aku kesal??”
“Karena aku tidak tahu cara untuk membuatmu tersenyum saat ini. Setidaknya dengan merasa kesal kepadaku, kesedihanmu akan tersingkirkan untuk sejenak…”
Aku tersenyum, “Apakah itu caramu paman untuk menunjukkan bahwa kau memang peduli kepadaku??”
Ia mengangguk, “Kau satu-satunya wanita yang memenuhi benakku saat ini. Ya Tuhan, bahkan fantasi bercinta dengan model seksi pun tidak bisa menyingkirkan wajahmu pumpkin. Apa kau tahu itu??”
Aku menggeleng, “Aku harap kau tidak berpikiran yang jorok-jorok paman…” aku memberinya warning.
__ADS_1
“Eng, sebenarnya aku memikirkannya sedikit adegan ranjang…” ia tersenyum lebar kepadaku.
Aku melotot ke arahnya, sementara tanganku aku arahkan ke hidung mancungnya. Lalu aku tarik dengan jengkel hidung tersebut.
“Adaaawww, sakiiitttt” protes paman mesum.
“Habisnya paman juga menyebalkan. Main mikir yang jorok begitu”
“Yaaa, aku hanya berpikir suatu hari aku akan terbangun di ranjangku untuk mendapati kau berada di sebelahnya….”
Tuh kan, pikirannya tidak jauh dari ranjang. Aku nyaris melempar pisau yang aku pakai untuk mengupas apel, namun kata-kata selanjutnya menahanku.
“Kau tertidur dengan damainya, sementara aku sibuk menatapmu. Lalu kau akan terbangun dan saat aku ingin menciummu sontak pintu kamar terbuka lebar. Di depan pintu kamar kita, berdiri Seva dengan gaya bak superhero. Ia lantas menyerbu ke arah ranjang, lalu dua bocah mungil yang ada di belakangnya turut melakukan hal serupa. Keduanya adalah anak-anak kita. Mereka bertiga kemudian akan menggelitiki kita sampai kita berdua bangun dari ranjang dan bergegas membuatkan sarapan untuk ketiganya….”
Aku tidak tahu harus berkata apa, hanya saja apa yang diungkapkan oleh paman mesum barusan sangat membuatku ingin tersenyum lebar.
“Aqilla, apakah kau baik-baik saja jika menikahi pria mesum sepertiku??” tanyanya lembut.
Aku menatapnya, “Apakah paman juga baik-baik saja hidup dengan wanita sadis sepertiku??”
Ia mengangkat bahu santai, “Well, aku tidak masalah jika kau ingin membantaiku setiap harinya asalkan kau juga yang harus mengobatiku kemudian. Bagaimana?? Setuju??”
“Tskk…tsk…tskk… aku baru tahu kalau Romeo sedang dirawat di rumah sakit ini” itu suara Jerome yang kini berdiri di ambang pintu dengan posisi kedua tangan disilangkan ke dada.
__ADS_1
“Kemana yang lainnya??? Apakah tidak ada satu orangpun yang bisa menjaga supaya sepupu cantikku tidak diterkam serigala mesum ini???” sindirnya keras.
“Kak Jerome” tegurku jengkel.
“Maaf pak polisi. Sepertinya semua orang sibuk. Hanya kami berdua yang disuruh dokter untuk berdiam diri di kamar” jawab paman mesum santai.
“Edric, tentunya sekolah. Stella masih disembunyikan paman entah dimana. Pelayan sedang menemani ibunya paman mesum, bermain dengan Seva di rumah. Ayahnya paman mesum dan kak Arion, sibuk dengan urusan pekerjaannya, begitu juga dengan Kak David dan Kak Edgar yang juga harus berkutat di perusahaan. Sementara Stiltskin, berhubung aku tidak diperbolehkan keluar oleh Dokter, paman John dan kau, lagi mengejar penjahat, itu artinya hanya Stiltskin saja yang tersisa untuk mengurus segala hal menyangkut persiapan pemakaman” jelasku selengkap-lengkapnya.
Kak Jerome mengangguk, “Stiltskin sudah bertanya kepada paman John kapan kiranya jenazah kelimanya diserahkan ke keluarga”
“Sungguh?? Terus kapan bisa diambil??”
Kak Jerome menggeleng, “Entahlah, yang pasti sampai otopsi selesai dilakukan. Dan jangan memandangku seperti itu. Kau tidak diperbolehkan melihat jenazah mereka”
“Kenapa?” tanyaku tersinggung. Hey, aku kan putri kesayangan mereka.
“Lebih baik kau mengenang mereka dalam keadaan mereka yang paling tampan my Sugar. Bukannya saat tubuh mereka penuh tembakan…” ucap paman mesum lembut.
Benar juga, sebaiknya aku hanya mengingat hal baik mengenai mereka. Mengenang wajah penuh tawa mereka yang selalu memancing senyumku. Tubuh sehat mereka, juga tanpa bolong-bolong bekas tembakan.
“Apa ada berita terbaru mengenai Mister K??” tanya paman mesum
Kak Jeromemengangguk, “Sayangnya informasi yang kami peroleh dari polisi penyusup itu masih kurang sebagai bukti. Oya kami menangkap basah penyusup itu juga kedua kembar menyebalkan yang berusaha melenyapkanmu pas di The Insomnia, ketiganya asik bertukar informasi. Sekarang kami sedang berusaha mengorek informasi itu. Dengan pengakuannya serta jenazah yang berhasil kami temukan, juga kesaksianmu Aqilla maka kami bisa membuat Mister K membusuk di penjara. Kami sedang mengusahakan itu”
__ADS_1
“Aku tahu bagaimana caranya membuat Mister K jelek itu membuka mulut” dan aku pun membeberkannya ke Kak Jerome.
***