Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu

Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu
Ep. 55


__ADS_3

ARKAN POV


Blue Sapphire, kamar Aqilla….


Sepertinya aku mulai peduli kepada Aqilla. Aku tidak tahu kapan semua ini bermula, yang pasti aku semakin larut dalam pemikiranku mengenai wanita tersebut.


Dan sekarang aku merasa cemas luar biasa karena ia dan adikku belum kembali dari acara belanja kaset mereka.


Ya ampun, memangnya berapa lama waktu yang harus dihabiskan untuk membeli kaset??


Apakah Edric lupa kalau Aqilla berada dalam bahaya??


Bisa saja penjahat sadis tersebut menyuruh anak buahnya untuk menghabisi Aqilla di tengah jalan. Oh my, jangan-jangan sesuatu yang buruk terjadi kepada mereka. Aku semakin kalut karenanya. Mana Edric juga tidak bisa dihubungin ponselnya. Damn, kemana kalian berdua hah??


Aku berusaha menepis rasa gelisahku dengan menoleh ke kumpulan orang-orang aneh yang mengelilingi Seva. Aishhh, apa mereka tidak ada kerjaan apa???.


“David, Edgar, apakah kalian tidak berniat kembali ke kantor kalian???” tanyaku kepada kedua anak waliku yang mendadak mengunjungi kamar Aqilla dengan dalih ada barang mereka yang tertinggal di kamar ini.


Ketinggalan apaan, paling akal-akalan supaya bisa main dengan Aqilla dan Seva. Sial, kedua bocah ini mengganggu acara keakraban antara aku dan Seva saja.


“Ngapain balik? aku sudah menyelesaikan urusan kantorku” jawab Edgar yang diikuti oleh angkat tangannya David pertanda ia juga sudah melakukannya.


“Jangan menatapku. Aku sudah menyelesaikan pemotretanku. Justru bukan kau yang seharusnya masih bekerja” timpal saudara kembark.

__ADS_1


Nah, kakakku juga sama banyak akalnya. Pura-pura mau menanyakan sesuatu sama Aqilla, nyatanya mau ngajak main model-modelan sama Seva,


Tuh, lihat saja dia sibuk menilai baju mana yang bakalan dipakaikan ke Seva, sementara David asik memegang kamera digital. Sepertinya David, Edgar, juga kembaranku sepakat untuk menjadikan Seva sebagai model pemotretan mereka. Ya ampun, bagaimana aku bisa menjalin keakraban kalau diganggu mereka terus. Dan, manapula kakaknya Seva?? Kok belum pulang juga??


“Dengan membuat karpet itu berlubang akibat mondar-mandirmu tidak akan membuat Aqilla tiba-tiba muncul di depan pintu” ucap Arionentah menyindir atau memperingatiku.


“Ingat, aku kembaranmu. Aku bisa merasakan kecemasanmu”


“Dan aku bisa merasakan antusias anehmu sehingga menjadikan Seva model begitu. Aku tahu kau juga berniat menyertakan Heebum kan kalau pelayan tidak memperingatimu bahwa Seva mungkin menarik-narik gumpalan bulu kampungan itu” ejekku jengkel.


Arion melemparkan bantalnya ke arah kepalaku, “Berhenti membaca perasaanku Arkan mesum” ucapnya jengkel.


“Kau juga bro…” sindirku.


Ya ampun Aqilla dimana kau?? Aku cemas tauk…


***


Kamar 220, Blue Sapphire.


Hey, aku pindah kamar….


Setelah mendengar pengakuanku mengenai aku membantu paman John membebaskan Stella, paman mesum langsung memindahkan kamarku menuju kamar 220.

__ADS_1


Katanya, ia juga bersikeras untuk menginap di kamar baruku itu, demi menjagaku. Alah, modusmu paman, gak hilang-hilang.


“Apa ini Kak Jerome?” tanyaku saat Kak Jerome mengunjungiku dan menyodorkan kardus coklat kepadaku.


“Siapa itu?” sepupuku itu bertanya balik saat melihat paman mesum ada di kamarku. Ya, mau bagaimana lagi, paman mesum bersikeras menjagaku. Jadi aku hanya membiarkannya. He eh…


“Aku sedang menjaga sepupumu opsir. Aku dengar kau mengajaknya main polisi-polisian tadi pagi?? Adikku juga kau ajak. Iyakan??” ucap paman mesum sarat oleh sindiran.


“Aku tidak mengajak mereka, mereka yang memaksa ikut paman mesum” balas Kak Jerome.


“Lho inikan kura-kura??” aku tambah bingung saat membuka kardus coklat tersebut yang ternyata berisi kura-kura. Mirip kura-kura punyanya paman John. Ini juga memakai Kevlar. Lho??


“Paman John memiliki tiga kura-kura yakni Ddangkoma, Ddangkomi, dan Ddangkoming. Kau ingat kan Ddangkoma yang sering di bawa paman?? Yang dipakaikan Kevlar itu??” ucap Kak Jerome.


Ya iyalah aku ingat, tidak setiap hari aku melihat kura-kura makai rompi anti peluru macam itu. Malahan, aku baru lihat yang namanya kura-kura dipakaikan rompi anti peluru, bahan Kevlar pula. Mungkin, sama kayak anjing polisi yang juga pakai rompi semacam itu – nah kalau yang itu aku pernah lihat di film atau di TV, makanya Ddangkoma sebagai kura-kura polisi juga butuh rompi. Tauk ah….


“Tau, yang pakai Kevlar kan?? Supaya anti pecah, anti peluru?? Iyakan” balasku.


“Juga anti maling, karena di balik Kevlar itu disusupkan chip super canggih yang membuat Ddangkoma juga anti maling. Jadi kalau ada orang tak dikenal berusaha mencurinya maka bakal ada alarm berbunyi”


Hah??


Serius??

__ADS_1


Kura-kuranya mahal ya sampai dipakaikan alarm segala??


***


__ADS_2