
“Bibi, Aqilla mana??”
“Ada di taman dengan tuan besar”
“Kak Arkan??”
“Belum kembali dari kantor”
“Lho, yang pegang Seva siapa??”
“Tenang tuan, aku menidurkan Seva di kamar paling utara di lantai dua”
“Oya, apa yang terjadi selama aku sekolah??” bisikku ke pelayan berbaju putih itu.
Saat ini, aku baru saja pulang dari sekolah, dan baru saja menghempaskan tubuhku ke sofa yang ada di ruang tamu.
Mulai sekarang sepulang sekolah aku selalu menanyakan mengenai keadaan Seva dan Aqilla kepada pelayan disini. Siapa tahu kedua bersaudara itu sudah membuat pusing kakakku. Dan itu gosip yang paling ingin aku dengar.
“Seperti biasa, tuan muda Arkan berusaha menerkam nona Aqilla. Entah apa alasannya ”
Aku tahu, aku mengetahui alasan mengapa dia suka menyeret Aqilla ke sudut tak terlihat. Sepertinya dia masih mencurigai Aqilla sehingga berusaha mengorek keterangan dengan cara menyudutkan.
Sayangnya aku mengenal betapa galaknya sahabatku itu. Jadinya aku bisa memprediksi adegan Kak Arkan mengejar Aqilla sementara Aqilla menghantam kakakku, pastinya bakal terjadi.
Fufufuufu, aku benar-benar pandai memilih sahabat. Maaf kak, sudah tugasku sebagai adik untuk membuatmu susah. Hihihihihi
“Bagian tubuh mana yang lecet kali ini??
__ADS_1
“Oh, bagian jempol kakinya lecet sepertinya. Soalnya tuan muda berusaha menarik nona Aqilla ke sudut dapur. Dengan gesitnya nona Aqilla menghentikan langkah tuan muda” Pelayan mendadak memasang wajah meringis,
“Menghentikan langkahnya secara harfiah tuan, karena nona Aqilla menginjak kaki telanjang tuan muda”
“Hahaha, pastinya dia kesakitan. Iyakan??”
“Bagaimana tidak kesakitan, nona Aqilla kebetulan memakai stiletto pemberian tuan muda Arion”
Hmmm Kak Arion, kelihatannya aku akan menjadikanmu kakak favoritku untuk hari ini. “Kalau Seva, bagaimana kabarnya???”
Sontak pelayan memasang wajah ceria, “Menggemaskan seperti biasanya tuan. Hari ini kebanyakan orang rumah beraktivitas di lantai satu, jadi kami menyembunyikan tuan muda Seva di lantai dua”
“Kalau begitu sebaiknya aku ke tempatnya Seva. Ikut bobok ah…”
“Bobok sama siapa Edric??" Itu suara Kak Arion dari arah belakang.
“Bobok sama siapa??? Apa yang sedang kau bicarakan???” tanya Kak Arion lebih penasaran.
“Bukan itu kak, maksudku aku mau tidur sekarang. Bersama PSP dan guling kesayanganku. Ciao…”
“Ohhhhh begitu…”
Oya, sepertinya aku lupa melakukan sesuatu. Aku kembali memundurkan langkahku. Mendekati kakakku yang cantik itu, untuk memberinya…
Cup…
“Ya Edric, mengapa kau mencium pipiku” tanya Heechul hyung seraya memegang pipi kanannya dengan gaya merona. Aku mengabaikan pertanyaannya itu, memilih untuk mencari kamarnya Seva.
__ADS_1
***
ARKAN POV
Aku benar-benar dikelilingi makhluk paling mengerikan beberapa hari terakhir ini. Yang satu sibuk menggoyang-goyangkan ekornya sampai membuatku tergoda untuk menyeretnya ke pojokan.
Damn, aku rela untuk mengorbankan kontrak pentingku hanya untuk mendapat ciuman darinya, yang mesra dan super duper panas. Aku benci untuk mengakuinya, namun semakin Aqilla menolakku semakin aku berusaha mendapatkannya.
Pokoknya, sebelum aku berhasil mencicipinya dari ujung rambut sampai ujung kaki, aku tidak bakalan berhenti berusaha menyeretnya ke dekapanku – tentunya tanpa sepengetahuan Papah dan Mamah. Atau aku bakal berakhir di altar pernikahan. Entah mengapa wanita itu menciptakan semacam obsesi dalam diriku.
Makhluk mengerikan satuannya lagi lebih parah. Siapa lagi kalau bukan si Evil Edric. Sungguh mengherankan kalau kami berdua memiliki warisan darah yang sama.
Habisan, sebagai saudara ia lebih suka membuatku menderita ketimbang membuatku bahagia. Dan sekarang ia semakin merajalela setelah berhasil menemukan titik lemahku.
Sial, dengan seenak udelnya makhluk PSP itu menjadikan aku sebagai kacung, menyuruhku membeli ini dan itu, pakai uangku pula. Belum lagi ia memaksaku berhadapan dengan makhluk lainnya yang aku panggil Little monster.
Sigh, aku benar-benar kesal kalau mengingat bagaimana setan itu memaksaku untuk menggantikan diaper si monster kecil, sampai akhirnya aku dikencingi olehnya.
Yakkkk, itu menjijikkan. Belum lagi aku pernah diharuskan merayu Seva supaya monster kecil itu mau makan – bayangkan aku yang biasanya merayu wanita kini beralih menjadi perayu anak bayi, dengan disuruh menyanyi plus bergaya.
Herannya, meskipun masih bayi, Seva sangat bisa diajak konspirasi oleh si setan itu. Ia benar-benar menutup rapat mulutnya, menolak sendok berisikan bubur yang disodorkan Edric kecuali ia melihatku menyanyi dan bergoyang konyol. Dodol ini anak, baru makan bubur saja pakai minta dinyanyiin. Tuh pergi ke kafe mahal, barulah kau bisa disuguhi nyanyian ala kafe.
Mana saat aku seharusnya bisa senggang, aku malah diseret oleh setan kecil itu, dimintanya menjaga Seva bermain.
Yakkk, kau pikir aku baby sitter apa??
The super nanny hah??
__ADS_1
***