
***
AQILLA POV
Masih di kamar mandi paman mesum. Aneh, tidak biasanya dia mesum itu bersikap sekalem ini. Padahal, kalau ia tahu aku masuk kamarnya tanpa pendamping, pastinya ia bakalan menyerangku. Kali ini, ia malah memilih untuk melanjutkan tidur. Ishh, rugi aku merasa cemas.
Sampai sekarang aku kerap melayangkan protesku ke Edric mengenai kemesuman kakaknya, namun ia hanya membalasnya dengan senyuman.
“Apa kau melukai kakakku lagi??”
Membuatku sebal karenanya. Andaikata tidak ada pesan singkat yang dikirim Kak Sandra kepadaku, yang mengatakan bahwa madam Kim dan paman menyuruhku untuk bertahan disini, aku bakalan membawa Seva kabur entah kemana.
Kedua pelindungku itu mengatakan hal mengejutkan yakni keluarganya Edric ternyata bukan hanya kaya luar biasa melainkan juga sangat berkuasa. Kalau papahnya Edric ngambek, bisa berdampak kepada ekonomi negara. Itulah yang membuat pamanku menyuruhku bertahan disini, selama aku berada di bawah pengawasan papahnya mereka, maka tidak ada yang berani menyentuhku. Begitu sih kata mereka.
“Dia menyeretku lagi Ed” itu laporanku yang kesekian kalinya.
“Dimana dia melakukannya??”
“Saat aku baru keluar dari kamar Kak Arion. Ia menyeretku ke kamar terdekat, namun aku memukulnya memakai sepatu sol tebal pemberian Kak Arion.”
“Mmm, kelihatannya Kak Arion bakal menjadi Kakak favoritku”
“Edric…”
“Tenang sobat. Aku yakin kau sekuat wanita amazon, sehingga bisa melindungi diri dari serangan kakakku”
__ADS_1
“Tapi tidak bisakah kau menegurnya Ed??”
“Masalahnya dia itu kalau sudah mengejar sesuatu tidak bakalan melepaskannya”
“Apa kau tidak takut ia melakukan sesuatu kepadaku Ed??”
“Hahahaha, itu pertanyaan konyol. Aku tahu kalau kau bahkan bisa mengalahkan empat pria hanya bermodalkan tendangan. Pastinya mudah bagimu melumpuhkan nya, tapi jangan terlalu membuat kakakku lecet yah, selain susah ketok magicnya, dia kan belum laku…”
Dan Edric lantas menepuk-nepuk pundakku dengan tatapan prihatin. Selalu saja begitu, protesku selalu terhenti oleh percakapan semacam itu. Ya ampun, tidak adakah yang menyadari betapa rapuhnya aku??
Tidak ada yang takut apa kalau serigala mesum yang haus akan wanita itu bakal menerkamku kembali??
Menyebalkan…
Hehehe...
Sudah aku duga, pastinya pria tua itu tidak bakalan melepasku semudah ini. Aku mendengus kesal seraya menatap marah ke sosok di balik selimut itu. Pria casanova itu mengunci pintu kamarnya. Membuatku tidak bisa keluar dari kamar ini. Aishhh…
Aku menghampiri ranjangnya, menarik kencang selimutnya. Niatnya mau mengambil kunci – bahkan dengan memakai kekerasan kalau diperlukan, yang ada paman mesum itu malah menggapai tanganku, menarikku sehingga terjatuh di ranjangnya, tepat di sebelahnya dan menghadap langsung wajah tampannya.
Sudah aku duga juga, ia bakal melakukan ini. Mana ia kembali memenjara tubuhku dengan tubuhnya, namun kali ini memakai metode memeluk seerat guling.
“Apa kau tahu Aqilla??” gumamnya. Sementara matanya masih terpejam. Ini bukan mengigau kan??
“Hari ini aku mungkin bakalan menghadapi meeting yang alot. Pastinya akan berakhir dengan migrain ku kumat”
__ADS_1
So, apa hubungannya denganku. Aku sampai lupa untuk membebaskan diriku dari penjara buatannya karena mendengar ucapannya.
“Bisakah sekali ini aku memelukmu, hanya sebentar saja” ia membuka matanya lalu tersenyum.
“Aku butuh suatu yang menggembirakan untuk membuatku bertahan di meeting nanti”
“Apakah aku terlihat seperti penggembira bagimu??” Ia menggeleng
“Kau terlihat cantik. Cukup untuk menyemangati hatiku”
Aku mendengus, yah pantas saja banyak wanita yang melting di pelukannya. Wanita mana yang tidak menyukai pujian, apalagi dibilang cantik.
Karena ia tidak melihat perlawanan dariku, dengan beraninya ia merengkuh belakang kepalaku. Membawa kepalaku berada di bawah dagunya, ia mengetatkan pelukannya.
Ajaibnya, ia tidak melakukan apapun setelah itu. Hanya terdengar nafasnya yang berhembus lembut. Aku mendongak, astaga dia benaran tidak melakukan apapun. Matanya terpejam dan sepertinya ia memang tertidur.
Ya sudahlah. Kali ini aku akan membiarkannya. Anggap saja ucapan terima kasih dariku karena sudah meminjamkan kamar mandinya selama ini. Posisi diam ini membuatku mengantuk jadinya…
Tanpa disadari aku tertidur dan baru bangun satu jam kemudian di ranjangnya, sendirian. Aku langsung memastikan apakah ia melakukan sesuatu saat aku tidur.
Aku mengecek, lalu menghela lega saat mendapati pakaianku masih selengkap tadi. Namun mataku membeliak kaget saat melewati cermin. Sompret, ternyata pria itu meninggalkan banyak kissmark di leherku.
Argggh, lihat saja aku bakalan mengulitimu…😠😠
***
__ADS_1