
AUTHOR POV
Di balik kegelapan malam, di gedung yang berlawanan dengan Blue sapphire, seorang pria menghisap habis rokoknya, membuangnya begitu saja ke bawah kakinya sehingga ia bisa meremas-remasnya di bawah bootnya. Jika berdiam di dinginnya malam bisa membuatku menyelesaikan tugasku, maka biarlah batin pria itu.
Mereka-mereka yang ada di gedung sana bahkan tidak menyadari pandangan mataku yang sedang mengawasi mereka. Entah berapa pergerakan lagi yang bakal dilakukan mereka untuk menyembunyikan sang saksi dan si bayi??
Namun aku harus selalu selangkah lebih maju, bergerak sebelum mereka bergerak…
(Siapakah dirimu hai pria di balik kegelapan?? Then, call me a secret guardian)
***
ANONYMOUS POV
Perjalanan menuju kamar 201, Blue Sapphire. Mencari Prince Charming…
Jika aku tidak bisa membuat diriku menjadi kasat mata, maka aku harus mengkamuflase kehadiranku disini begitulah aku berpikir seraya memperbaiki posisi seragam pelayan yang aku pakai.
Sungguh pelayan yang malang, ia pastinya kedinginan karena bajunya aku pinjam. Mmm, sebaiknya aku menyimpan ini, siapa tahu aku membutuhkannya kelak. So many person to kill here, right?
Sungguh sayang, aku hanya diperintahkan menyampaikan pesan. Damn, aku lebih suka sebagai pembunuh bayaran dibandingkan penyampai pesan.
But, pesan ini cukup menghiburku. Pesan yang harus disampaikan malam ini karena ada hal yang harus diketahui olehmu my Lady; sang saksi. Bukan hal yang menyenangkan – itu artinya menyenangkan bagiku – selalu logika terbalik hah.
Setiap perbuatan pun ada konsekuensinya my sweet lady. Dan kau harus mengetahui konsekuensi dari setiap tarikan nafasmu my lady…
Lorong hotel itu terasa panjang saat aku menyusuri menuju target. Sebuah informasi tiba di tanganku beberapa waktu yang lalu “Perpindahan menuju 201”, then kesanalah kakiku melangkah.
Knok…knok..knok…
__ADS_1
Who is that??
I am will..
Will who??
Will-ing to kill you my Lady….
Ha…ha…ha…ha…
Alangkah baiknya jika aku bisa menghabisi nyawamu my Lady. Sehingga aku hanya harus melakukan satu gerakan saja.
Damn, sungguh kau memiliki sekantung keberuntungan di sakumu my Lady, yang kau sendiri bahkan tidak menyadarinya. Namun, pria itu tahu, pria yang dipanggilnya paman itu mengetahuinya, dan memanfaatkannya.
Membiarkan keponakannya bernaung di bawah sejumlah malaikat pelindung yang bahkan bossnya saja tidak berani menyentuhnya tanpa menimbulkan masalah. Pemikiran tersebut membuatku muak sehingga sekilas memasang wajah muram. Thorny roses made me sick because I knew I could not touch it.
“Siapa??” sebuah suara bertanya kepadaku dari balik pintu itu.
I wish I can tell you my true identity Prince pharming….
“Room service….” aku terpaksa menjawab demikian.
Pintu kamar itu dibuka. Ini dia sang Pangeran charming. Hidupnya pasti menyenangkan karena memegang sendok emas hanya dengan dilahirkan.
Terlahir di kasur milik sang penguasa Hyundai corporation bukan satu-satunya keberuntunganmu rupanya. Terlahir tampan, memiliki postur tubuh semenarik model, dan juga pemikat wanita such as Prince charming. Pastinya malaikat tersenyum lebar saat menurunkanmu ke bumi.
“Aneh, aku tidak memesan pelayanan kamar??”
“Tapi saya diminta mengantarnya kemari tuan, katanya untuk nona Aqilla…”
__ADS_1
“Ohhh, I see” jawab sang Prince charming dengan nada mesum.
Aku sarankan kau berhenti tersenyum seperti itu my Prince. Apakah kau tahu harga yang harus dibayar saat kau tersenyum kepada my sweet Lady??
“Maaf, sepertinya saya salah kamar”
“Tidak…” prince Charming itu menahan kepergianku.
“Biar aku yang menyampaikannya kepada eng…nona Aqilla”
“Tapi tuan…”
Kadang kala bersikap keras adalah bagian dari perperangan my Prince….
“Aku akan mengantarkannya…” tanpa banyak cakap lagi Prince charming itu mengambil nampan yang ada di tanganku. As you wish my Prince
Untuk sekali dalam hidupmu kau akan merasakan menjadi pengantar pesan, pengantar pesan yang sangat buruk. Fufufufufufu….
Dan akupun melangkah menjauh dengan kedua tangan masih bersih. Sebenarnya aku berharap tanganku kotor malam ini, namun aku menahan ketidaksabaranku itu. Selalu ada waktu untuk menjalankan kesenanganku itu. Dan jika aku beruntung, mungkin aku bisa bertemu dengan Prince of Evil.
Mereka bilang, sang pangeran nakal itulah yang menghambat sang boss untuk melacak jejak my Lady. But, he is just a kid.
Tak terlalu pandai menyembunyikannya, sehingga akhirnya anjing-anjing buduk itu bisa mengendusnya. Damn, I hate them, stupid twin dog. Aku harus selalu membersihkan kotoran mereka. Someday I will find a way to kill them
Pihak-pihak itu semakin menunjukkan rupanya saat berusaha meraih my Lady. Tenang saja my Lady, selama kau berada di belakang punggung Casanova, maka kau my Lady dan the baby, mungkin baik-baik saja.
Diluar sana, bayangan hitam semakin membaur. Dibalik kegelapan itu susah membedakan mana hitam, mana putih…
***
__ADS_1