Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu

Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu
Ep. 26


__ADS_3

“Kau mesum…” teriak Aqilla kesal.


Kekekeke… Aku teralihkan oleh suara tawa menyebalkan Edric. Kepalaku memutar ke arahnya.


Yaaa anak setan apa yang sedang kau lakukan??? Mengapa kau memegang ponsel dengan posisi seakan-akan sedang…


“Kak, aku sudah merekam adegan barusan. Kakak kasih tahu Papah, maka aku juga kasih tahu Papah” ancamnya. Sial, aku benar-benar tidak menyukai bocah ini.


“Dijamin kakak sama Aqilla bakal dinikahi secepat mungkin. Fufufufu”.


Damn, menikahi titisan penjahat sadis macam wanita ini, Tidak mau.


Aku mendapatkan alasan mengapa aku enggan menjadikannya istri, karena selanjutnya ia malah menendang bagian juniorku – karena kaget oleh tindakan Edric dengan bodohnya aku melonggarkan penjaraku,  lalu ia mendorong tubuhku yang mengkeret kesakitan sampai terjatuh ke lantai. Dasar wanita mungil yang sadis.


“Bagaimana Ed, apa yang harus kita lakukan???”


“Tetap seperti rencana awal, kita harus menyembunyikan adikmu ini. Kau bisa menjaga diri, tapi tidak adikmu”


“Terus kakakmu ini, apa yang harus kita lakukan???”


“Selama aku memegang rekaman di ponselku, maka kita bisa membuatnya bungkam”


Yaaaa, apa yang kalian lakukan. Apa kalian tidak melihatku??


Makhluk tampan yang baru saja dianiaya??

__ADS_1


Berbaring di dinginnya lantai, apa kalian melihatnya??


Dan kalian berdua malah sibuk bercakap-cakap dalam bahasa alien. Huft....


————Still with Arkan POV————


Bedanya, scene kamar berganti ruang kerjaku, yang dikunci rapat dari luar.


Seharusnya aku tahu kalau menandatangani perjanjian dengan makhluk setan itu sama saja dengan membiarkan diriku menderita. Mana sekarang ia ditemani makhluk mengerikan lainnya si guminho Aqilla, yang kerap mempesona pria polos sepertiku – polos???Huweeekkkk, dengan pesonanya.


Ya ampun, gumiho itu hanya perlu menggoyang-goyangkan ekornya, aku langsung tergoda menyeretnya ke ranjang. Dunia benar-benar berputar. Dulu para wanita yang menyeretku ke ranjang, kini aku yang menyeretnya. Menyebalkannya lagi, aku tidak pernah bisa menuntaskan ritual ranjangku, hanya kesadisannya yang aku dapatkan. Ck…


“Ini apa???” dengan nada supervisor galak Aqilla mengambil satu barang dari kantung belanjaan.


“Susu. Kan di daftar belanjaan ditulis kalau aku harus membeli susu” benar-benar kedua anak ini kurang asem. Masa aku yang biasanya jadi bos, mendadak diubah jadi kacung yang disuruh membeli kebutuhan bayi. Mana belinya pakai kartu kreditku pula.


“Mana uangnya???” tanyaku saat meminta uang untuk belanja


“Tidak ada” dengan entengnya Edric menjawab demikian.


“Uang sakuku sedikit kak, mana cukup buat beli susu, popok, dan teman-temannya. Pakai uang kakak saja yah???”


Uang saku sedikit gundulmu. Kau pikir aku tidak tahu kalau kau hanya butuh menabung sakumu selama sebulan untuk membeli Hyundai NF Sonata kesayanganmu!!!!


Benar-benar kedua anak menyebalkan itu, pokoknya aku harus mengirim mereka ke negeri antah berantah, sebelum aku benar-benar diubah jadi kacung seumur hidup.

__ADS_1


“Paman ini kan susu untuk usia golden age???” protes Aqilla.


“So what” jawabku.


“So what??? Paman!!” teriak Aqilla.


“Ini susu untuk yang usianya lima puluh tahun ke atas alias buat manula. Bukan buat bayiiiii” kembali ia berteriak.


“Sama saja kan, toh bayi dan manula memiliki minimal hanya dua gigi saja. Lihat saja tetangga sebelahku, usianya delapan puluh dan giginya cuma dua seperti bayi itu” Edric tertawa mendengar argumenku, Aqilla memilih menarik nafas, menahan kesal.


“Ini apa???” si guminho mengeluarkan seperangkat perlengkapan mandi yang aku beli dari kantong belanjaan, lalu ia menderetkannya di meja. Yaaa kau buta apa, itukan sabun, sampo, sikat gigi dan odol.


“Paman buat apa ini” si guminho mengacungkan sikat gigi dan odol ke mukaku.


“Buat sikat gigi begooo” balasku sewot


“Memangnya Seva punya banyak gigi buat disikat apa???” teriaknya. Damn, kecil-kecil teriakannya nyaring juga ya.


“Seva???”


“Nama si bayi kak” Edric menjawab pertanyaanku.


Oh benar juga, dia kan belum butuh sikat gigi. Giginya aja baru dua begitu. Aku hanya melihat dua gigi di bagian bawah saat bayi itu tersenyum ke arahku. Manis juga, beda dengan dua pengasuhmu itu…


***

__ADS_1


__ADS_2