Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu

Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu
Ep. 14


__ADS_3

“Ohhhh….” Pria yang bertanya itu ber-oh ria seakan-akan paham maksud ucapan eoni.


“Kami akan memberikan tuan-tuan layanan gratis jika tuan berdua bersedia mengantar kami” ucap Sandra mengiming-imingi supaya mereka mengiyakan permintaan kami yang berarti kami bisa segera kabur dari sini. Takutnya kami berdua keburu ketahuan oleh dua anjing buduk itu kalau kelamaan tertahan disini.


“Oh tentu saja…” sambut si pria yang bertanya itu, ia bahkan membukakan pintu sehingga kami bisa masuk. Untunglah, tuan muda yang tak terdengar suaranya sedari tadi – yang seramah dinginnya kuburan itu tidak melayangkan protes. Mobil yang kami tumpangi pun meluncur meninggalkan The Insomnia.


“Paketnya mau diantar kemana???” suara pria itu terdengar makin mesum saja. Tapi setidaknya ia cukup ramah. Tidak seperti tuan muda yang itu – si suara bak kuburan yang berada di balik kemudi itu.


“Black diamond hotel” aku mencengkeram tangan Sandra saat ia menyebut hotel itu.


"Aduh jangan hotel yang itu Sandra. Soalnya Black diamond adalah hotel milik ayah. Banyak orang yang bakalan mengenaliku disana" Aku buru-buru membisiki Sandra


***


ARKAN POV


Sebuah perjalanan mencurigakan baru saja meluncur di jalanan…


Paket??

__ADS_1


Aku baru tahu kalau dalam dunia prostitusi ada yang namanya delivery macam ini. Kau tinggal pesan, lalu paket diantar. Terdengar janggal bagiku. Atau memang ada, hanya aku tidak mengetahuinya.


Toh, aku memang kurang mengerti dunia malam mereka, karena biasanya aku mendapatkan wanita tanpa harus mengunjungi tempat semacam itu. Kecuali kemarin, aku hanya iseng saja sih. Dan hari ini, karena penasaran saja.


Apalagi aku merasa tingkah laku keduanya sedikit mencurigakan. Wanita yang berbaju hijau itu sepertinya mencemaskan sesuatu kalau dilihat dari berapa seringnya ia menoleh ke belakang, seakan-akan ada yang mengejarnya. Temannya yang satunya, yang memakai jubah hitam juga terlalu diam. Aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas akibat tudung yang dipakainya, aku juga tidak mendengar suaranya. Itu sudah cukup bagiku untuk menyebutnya mencurigakan.


Sekilas aku menangkap bagaimana tangan wanita berjubah hitam itu menggenggam tangan wanita berbaju hijau dengan eratnya. Sedikit bergetar pula tangan wanita itu, itu kalau aku tidak salah lihat.


“Eh maksudku Blue Sapphire” tiba-tiba wanita berbaju hijau itu meralat ucapannya setelah mendapat bisikan dari si jubah hitam.


“Bisakah tuan berdua menurunkan kami disana? kami akan sangat berterima kasih”.


Namun mengapa ia terlalu tenang?


Apakah suaranya tak boleh dikenali??


Sama siapa??


Mengapa??

__ADS_1


Ya ampun lagakku ini sudah macam detektif saja.


“Eh Blue sapphire, itukan…”


“Diamlah….” Aku membentak si monyet itu sebelum ia mengatakan kepada kedua wanita mencurigakan itu bahwa akulah pemilik hotel tersebut.


Benar, Blue Sapphire adalah hotel berbintang lima yang sudah menjadi anak asuhku sejak lima tahun yang lalu. Papah memberiku hotel tersebut sebagai hadiah ulang tahunku yang ke 20 tahun.


“Aku tidak bisa berkonsentrasi menyetir kalau mendengar suaramu Ed” aku langsung melemparkan alasan konyol supaya wanita-wanita di kursi belakang tidak mencurigai tindakan membentak tiba-tibaku.


Bentakanku bukan hanya membuat Edgar yang duduk disebelahku terdiam sepanjang jalan menuju Blue Sapphire, mereka yang dibelakang juga tidak mengatakan apapun.


Baguslah, keheningan membuat otakku lebih jernih dalam berpikir. Hanya saja, si wanita berbaju hijau yang terlihat sibuk mengirim pesan secara diam-diam. Aku mengetahuinya melalui tindakan melirik secara diam-diamku melalui spion. Satu keanehan lagi.


Seperti yang aku bilang bahwa Blue Sapphire adalah anak asuhku, yang membuatku mengenal hotel itu seperti telapak tanganku sendiri. Aku yakin sekali kalau tidak ada pengunjung di hotelku yang bisa melakukan “Serah terima paket” semacam ini tanpa sepengetahuanku.


Aku benar-benar menjaga ketat reputasi hotelku seketat sabuk perawan. Jadinya, mustahil kegiatan tersebut berlangsung. Kecuali, ada beberapa karyawanku yang mempunyai bisnis terselubung di belakang punggungku. Sial, aku harus menanyai kedua wanita ini sesegera mungkin.


Harus mencari tahu….

__ADS_1


***


__ADS_2