Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu

Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu
Ep. 60


__ADS_3

“Paman John apa-apaan ini??” teriakku jengkel saat melihat sejumlah pasukan berbondong memasuki ruang kamar paman mesum.


Oh baiklah aku mengakuinya, aku lebih banyak menghabiskan waktu bersama di ruang kamar paman ketimbang di ruanganku sendiri. Bahkan dokter dan perawat yang menjagaku pun mengetahuinya dan langsung mencariku di kamar paman mesum ketika aku butuh diperiksa. Hey, lebih mudah untuk merawat kami kalau kami berada di ruang yang sama kan….


“Apa yang sebenarnya terjadi???” tanyaku menuntut penjelasan lebih rinci.


“Eng, aku sedang menangkap penjahat sialan itu yang lebih sialnya lagi berada di pesta Pria musang tua. Mister K malah menjadikan empunya pesta sebagai sandera. Untungnya Pria ******** itu dilepaskan begitu saja, di tengah jalan. Sayangnya Mister K keburu kabur jauh” jelas paman John tanpa menyembunyikan rasa kesalnya.


“Apakah wanitaku dalam bahaya??” tanya paman mesum.


“Iya… eh sejak kapan keponakanku jadi wanitamu hah??” bentak paman John kesal.


“Apa kalian berdua juga harus gencatan senjata??” ucapku jengkel. Sudah tahu lagi genting begini masih sempat-sempatnya bertengkar.


“Oh, maaf aqilla…” ucap paman John meminta maaf.


“Aku akan menaruh lima orang di ruangan ini, sementara sisanya berjaga di depan pintu. Aku bla…bla…bla…” terus saja paman John menjabarkan keinginannya yang sepertinya berusaha memastikan semua orang mulai dari aku, paman mesum, bahkan sampai Stiltskin mendapat penjagaan ketat supaya aman dari sentuhan Mister K.


Alhasil, paman mesum mendadak sewot karena kamarnya dipenuhi lima pria asing yang mungkin membuatnya tak leluasa merayuku dengan nada mesumnya. Hahahahahaha, sayang sekali paman, aku tidak bisa mendengar mesum tingkat akutmu hari ini….

__ADS_1


“Oya Aqilla, aku punya pakaian khusus buatmu, maukah kau memakainya sayang…” ucap paman John sebelum meninggalkan ruangan ini.


***


ARKAN POV


Apakah ini akal-akalan pamannya Aqilla yang menyebalkan itu sampai menaruh lima pasang mata yang selalu menatap ke arahku, memastikan aku tidak menyentuh Aqilla, atau memang bahaya mendekati kami??


Aishhh, itu paman benar-benar memanfaatkan kesempatannya yah. Menyelam sambil minum air, berpura-pura menjaga kenyataannya menaruh pengawas diantara aku dan Aqilla. Jadinya aku kan tidak bisa merayu wanita cantikku sedari tadi. Aku bahkan tidak bisa membisiki Aqilla dengan penjabaran mesumku, sesuatu yang entah mengapa selalu ingin aku lakukan saat berdekatan dengan Aqilla. Damn…


Aku melirik ke arah Aqilla yang sepertinya berusaha menahan ngantuk.


“Mengantuk Sugar??” Wanita itu mengangguk.


“Tidak bisa nona…” tegur salah seorang pria bertatto.


“Kami berlima harus menjaga nona dan tuan dalam satu ruangan”


Aku melotot ke arah pria yang barusan bicara itu namun tak menghasilkan apapun, “Aqilla, naiklah ke ranjangku. Eiiiy, jangan memandang curiga dulu. Kau tidur saja disini sedangkan aku tidur di sofa…”

__ADS_1


“Tapi paman…”


“Tapi kau mau aku juga tidur seranjang denganmu?? Percayalah babe, kalau kau memaksa mungkin kita berdua akan tidur namun bagian tubuhku yang lain akan terbangun…” ucapku kepedean, mengabaikan pelototan pengawal-pengawal sialan tersebut.


Aqilla mendadak merona mendengarnya. “Mesum…”


“Yeah, but you love this nasty man…” aku mengedip nakal kepadanya. Lalu membantu tubuhnya untuk naik ke ranjang.


“Sleep well my princess, have a dream about me okey…” bisikku.


“Nope my pervert man….” Jawab Aqilla menggodaku.


Aish, andai tidak ada pria-pria itu di ruangan ini, mungkin aku akan menghukum Aqilla dengan caraku. Aishhh…


“Pamam..”


“Hmm…”


“Bangunkan aku satu jam lagi, key…”

__ADS_1


“Okey my sweety pumpkin…”


***


__ADS_2