Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu

Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu
Ep. 62


__ADS_3

ARKAN POV


Saat makan siang….


“Apa kau tahu Aqilla, aku dikenal sebagai pria yang penuh perhatian. Terutama kepada wanita yang berada di atas ranjang” godaku pada Aqillabsambil menyendokkannya bubur ke mulutnya.


“Aku tahu. Kau selalu memastikan mereka terpuaskan, iyakan??” tanya Aqilla.


Damn, jahat sebenarnya namun aku suka nada cemburu yang terdengar dari suaranya itu.


“Yup, dan sekarang aku ingin memastikan kau merasa puas. Dengan makanan ini..”


“Paman makanan ini lebih banyak menempel di tenggorokanku ketimbang melekat di lambungku” protesnya jengkel.


Yah, aku tidak menyalahkannya, bubur ini memang dibuat untuk membuatnya sehat bukannya untuk memenangi kontes memasak. Habis rupanya sudah jelek, hambar pula. Hanya putih dan menggumpal.


“Tetap saja kau harus memakannya. Atau aku akan melakukan hal ekstrim supaya makanan ini bisa berpindah ke perutmu”


“Apa itu??” tanya Aqilla penasaran. Aku menyeringai senang, merasa umpanku mengenai sasaran.


“Buka mulutmu babe…” perintahku seraya menyendokkan bubur ke dalam mulutku. Lalu aku condongkan tubuhku, sampai bibirku menempel di bibirnya.


Emmm, bubur itu yang tadinya terasa hambar berubah menjadi manis saat teraduk dalam mulutnya Aqilla. Sepertinya, aku baru menemukan metode teranyar untuk menyuapi Aqilla. Aku suka metode ini, mungkin aku harus menyuapkan sisa bubur tersebut degan metode baru ini. He eh…


***


Satu bulan kemudian


Baiklah, para penjahat tersebut sudah berada di balik jeruji. Artinya, wanita cantikku aman dari tangan penjahat. Ia bisa melanjutkan kuliahnya kembali, berjalan-jalan dengan kedua sahabatnya Stella dan Edric.


Atau menghabiskan waktu dengan sepupunya, pamannya serta pria lainnya yang malas aku sebutkan namanya. Sebut saja Stiltskin, monyet yadong, dan ikan setengah matang. Ia bahkan leluasa untuk membawa Seva kemana-mana dengan pelayan membuntuti di balik punggungnya.


Ia bisa melakukan banyak hal, kecuali hal-hal yang ingin aku lakukan kepadanya. Damn, mereka bahkan melakukan semacam konspirasi tingkat tinggi untuk memastikan aku tidak melakukan sesuatu terhadap Aqilla, selain bercakap-cakap mengenai cuaca hari ini. Aku mencurigai mereka memiliki semacam jadwal untuk menjaga Aqilla dari preadator macamku. Aishhhh…

__ADS_1


Satu-satunya pihak yang mendukung hanyalah papah dan mamahku, kata mereka aku boleh saja nakal terhadap Aqilla, asalkan aku menjanjikan sebuah pernikahan secepat mungkin plus segudang cucu di masa depannya.


Okelah kalau begitu, aku hanya harus melakukan sesuatu yaitu menjadikan wanita itu sebagai milikku, menjadi Nyonya Abhimanyu.


Aku bahkan sampai memanggil paman John untuk berbicara, aku juga meminta bantuan kepada Edric dan Jerome untuk lain hal. Kemudian, aku mengumpulkan semuanya di ruangan kerjaku pagi ini. Semoga saja semuanya berjalan sesuai rencana.


“Apa kau ingin bicara denganku??” tanya paman John saat melangkah memasuki ruang kerjaku. Di balik pundaknya aku melihat Aqilla, Jerome, dan Edric membuntuti.


“Ehem, aku ingin mengatakan sesuatu…”


“Apa??” tanya Paman John yang bahkan bersikeras berdiri di hadapanku ketimbang duduk.


Ya, aku terpaksa berdiri juga karenanya. Hanya Aqilla yang memilih duduk di kursi. Sementara Jerome dan Edric berdiri di pojok bak dua murid yang dihukum. Aku mengabaikan keduanya. Akupun merogoh catatan yang ada di dalam kantong celanaku, lalu membacanya.


“Aku Arkan Abhimanyu memang tidak setampan adikku, juga tidak setampan paman dan sepupunya Aqilla. Aku juga tidak sepintar mereka. Aku bahkan laki-laki paling mesum di negeri ini. Intinya aku tidak memiliki kelebihan selain otak mesum dengan kadar tinggi….” Aku menghirup nafas sejenak.


“Eng, Aqilla kau tahu apa yang dikatakan bocah ini?? Apa maksudnya??” aku terdiam sejenak saat mendengar pamannya Aqilla berbicara.


Oh, sepertinya paman John memang bertanya kepada Aqilla, karena wanita itu menimpali perkataannya. Aku menoleh ke arah Edric ia malah memberiku tatapan memerintah, menyuruhku untuk terus melanjutkan.


Akupun kembali menatap kertas contekanku, “Eng, aku memang pria paling bodoh sehingga kedua bocah tampan itu bisa mengerjaiku, dan aku tidak mengetahuinya….”


Aku lanjut membaca perkataanku, dan mendapati Aqilla serta pamannya melongok kaget. Eh, apa aku salah??


Aku mengabaikan dengan tetap membaca,“Tidak heran dengan sikap mesumku yang parah, kebodohan seperti otak ayam…”


Eh, kayaknya aku salah ucap dah, karena saat mendengar perkataanku barusan, pamannya Aqilla malah berusaha menahan geli.


Tapi sudah kepalang tanggung, jadinya aku tetap kekeuh membaca contekanku, “Bahkan kedua bocah tampan, pintar, dan mempesona yang berdiri di belakangku menyebut aku sebagai orang paling mesum yang tidak pantas mendapat bidadari sepolos dan secantik Aqilla. Namun keduanya juga menyadari ketulusan perasaan cintaku sehingga dengan setulus hati memberikan restu. Aku harap paman juga melakukan hal yang sama seperti mereka” aku menarik nafas lega.


Akhirnya aku menyampaikan juga pidato lamaranku. Aku menatap paman John untuk menilai reaksinya. Ia terdiam, amat diam.


“Oh, Edric, Kak Jerome that so sweet…” aku malah mendapati Aqilla yang mendesah kagum.

__ADS_1


Lho kok ke mereka??


Bukannya aku??


Aku mulai kesal karenanya. Namun semuanya padam ketika melihat ekspresi Aqilla. Well, sepertinya tidak sia-sia aku meminta Jerome dan Edric untuk menuliskan pidato lamaranku agar tampak keren di mata Aqilla.


“Ya sudah. Kelihatannya aku memang harus menyetujui lamaranmu, dengan syarat…” akhirnya paman John berucap.


“Apa??” tanyaku gugup bercampur senang. Yes, aku berhasil melamar pujaan hatiku.


“Jangan sentuh keponakanku sebelum malam pertama…” dan paman John pun melangkah keluar.


Namun aku sempat melihat pria itu melotot ke arah Jerome dan Edric. Keduanya malah membalas dengan senyum jahil.


Aqilla menghambur ke arah tubuhku, dan aku memeluknya erat. Aku membalasnya lebih erat lagi.


“Sepertinya kau sudah menjadi milikku pumpkin” bisikku bahagia.


“Hmm. I love you paman mesum”


“I love you too. Mungkin aku tidak bisa menyentuhmu sampai malam pertama karena aku sudah berjanji kepada paman John. Tapi, aku tidak berjanji untuk tidak bercerita kan?? So, aku bisa menceritakan kepadamu apa saja yang ingin aku lakukan sesudah menjadikanmu sebagai Nyonya Abhimanyu. Sesuatu menyangkut ranjang babe”


Aqilla tergelak, ia semakin cantik saat senyum lebar penuh kebahagian terlukis di wajahnya. Sepertinya akhir yang bahagia bagi casanova sepertiku dengan berujung di pelukan Lady secantik Aqilla..


Finally, between me; the casanova, you the lady, pun berakhir bahagia. Kami memutuskan untuk menikah di akhir musim gugur. Dan mendapatkan seorang bayi tampan bernama Rehan Abhimanyu di tahun selanjutnya. Itulah yang terjadi between me, and you…


- END -


***


Ehem, untuk detil selanjutnya author tidak memiliki keberanian untuk menjabarkannya.


Mengingat tokoh paman mesum alias si Arkan memiliki kadar mesum setara dengan seluruh koleksi yadongnya Edgar. Sehingga bisa diperkirakan apa saja yang bakal dilakukan pria mesum terhadap istri mungilnya di malam pertama, kedua, serta malam-malam selanjutnya. So, kita lewatin saja bagian mereka yang banyak melibatkan, ehem kegiatan ranjang.

__ADS_1


__ADS_2