Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu

Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu
Ep. 48


__ADS_3

AUTHOR POV


Berhubung sekarang adalah hari minggu, jadinya Edric terbebas dari bangku sekolah. Ia pun memutuskan untuk mengunjungi kamar temannya.


Jam sepuluh pagi, pastinya temannya itu sedang asik main dengan Seva pikir Edric. Lagipula ia memang ingin memperkenalkan Seva pada game terbaru di PSPnya.


Ternyata Seva lebih berminat main dengan pelayan keriputan itu. Alhasil Edric terpaksa menyeret kakaknya Seva sebagai lawan tandingnya ke arah sofa yang ada di kamar tersebut. Emm, sepertinya memang Arkan kakaknya tidur disini, karena ia bisa mencium aromanya Arkan dari dekat, atau bukan sofa ini….


“Aku sudah mandi Ed, jadi berhenti mengendusku” Aqilla mendorong kepala sahabatnya itu. Ia lumayan kesal karena Edric mendadak mendekatkan kepalanya ke arah tubuhnya terus main mengendus begitu saja.


“Aku mencium bau kakakku melekat di tubuhmu. Apa dia sudah menjadikanmu miliknya??” Edric menyipitkan mata membentuk ekspresi curiga.


Aqilla menunduk malu, semburat merah mulai membentuk di kedua pipinya. Ingatannya pun melayang ke kejadian sejam yang lalu.


Flashback On


“Tenang saja, kalau aku menjadi suamimu, aku tidak bakalan mengeluhkannya. Malahan aku berniat menambah banyak jejaknya…”


Memang paman mesum berkata demikian namun kenyataannya kemudian ia hanya mencium pelan keningku lalu melepaskanku begitu saja. Entah mengapa justru ciuman sesederhana itu malah membuat hati melambung.


“Aku sudah menandaimu, awas kalau ada pria lain yang menyentuhmu….” Ancamnya kemudian.


Dan aku hanya bisa membalasnya dengan senyuman. Ternyata paman mesum itu memang tidak semesum dugaanku. Ia membiarkanku tetap semurni sebelumnya. Hanya hatiku yang diambilnya pagi itu…


Flashback Off


“Kau semerah kepiting rebus Aqilla” tegur Edric seraya menjitak pelan kepala temannya itu.


“Aww sakiitt” ucap Aqilla cemberut,

__ADS_1


“Kau mau tahu rahasiaku?” bisiknya


“Apa??”  tanya Aqilla turut berbisik. Menjaga supaya pelayan tidak menangkap pembicaraan yang dianggap rahasia oleh Edric.


emang keberadaan pelayan itu tidak jauh dari arah sofa karena dia dan Seva sedang bermain di atas ranjangnya – entah apa nama permainannya – lebih banyak saling berguling-guling tidak jelas sekaligus menghambur permen langsung dari toplesnya.


“Kakakku belum pernah menyentuh bahkan menyeret wanita ke ranjangnya sejak bertemu denganmu. Ia terlalu sibuk menerkammu. Aku belum pernah melihatnya bersikap demikian”


“Bagaimana kau bisa yakin. Kan dia sudah dewasa sehingga tak perlu melapor kalau mengencani wanita”


“Karena Kak Arion juga bilang begitu. Kau tahu tidak, Kak Arion bisa mengetahui mood saudara kembarnya. Kalau beruntung, Kak Arion kadangkala merasakan apa yang dirasakan Kak Arkan. Katanya, ia merasakan cinta pada Kak Arkan”


“Eh sungguh??”


Edric mengangguk, “Rasanya aku harus mengirim tuxedoku ke laundry. Siapa tahu aku harus menghadiri pernikahan dalam waktu dekat ini”


Satu hal yang tidak diketahui oleh dua bersahabat itu adalah, seseorang mendekat ke arah mereka.


Pria yang membawa sebuah pesan mengejutkan, yang berusaha mendekati keduanya saat mendapat celah.


Empat pria lainnya yang mengelilingi Aqilla sedang sibuk dengan pekerjaan mereka, jadinya ini adalah waktu yang tepat untuk keduanya mendapat informasi terbaru…


Datanglah ke babtols sepupuku….


Bantuanmu dibutuhkan


Satu jam lagi, setelah jalan aku bersihkan


Jangan lupa pakai samaran ini….

__ADS_1


–          S


Pesan itu disampaikan ke keduanya hanya berselang beberapa menit sesudahnya…


***


OPSIR YODHA (UNDERCOVER) POV


Tempat yang tak boleh diketahui oleh orang lain….


(Maklum ini tempat persembunyian penjahat, jadinya rahasia)


Kadangkala bertubuh gemuk membuatmu sanggup mengecoh orang lain. Tidak ada yang melihat bahaya datang dari pria bertubuh gemuk yang selalu belepotan bumbu  dapur.


Dan aku berhasil melakukannya selama enam bulan belakangan. Tidak sia-sia aku mengkonsumsi coklat Dach yang memang digunakan untuk menambah berat badan selama ini.


Hanya untuk memudahkannya menyusup ke sarang penjahat yang bukan dengan posisi keren melainkan sebagai koki namun justru posisi itu membuatku bisa melenggang lebih bebas.


Percayalah, satu-satunya hal yang dicurigai oleh penjahat-penjahat itu dari spy koki sepertiku adalah apakah aku lupa menaruh garam pada makanan buatanku atau tidak??


Dan tugasku saat ini adalah mencari cara untuk mengeluarkan wanita malang itu dari kurungan. Tanpa menimbulkan kecurigaan…


Siasatnya sudah berjalan setengah,  pesan sudah terkirim. Meskipun bagian terberatnya adalah membuat wanita itu percaya bahwa ia adalah di pihaknya.


Yaakkk nona, mungkin saja kau beranggapan bahwa aku bagian dari orang-orang jahat itu, tapi aku bukan. Aku adalah polisi yang sedang dalam penyamaran taukkk.


Ingin rasanya pria berbadan gemuk itu membentak wanita itu sambil membongkar identitas. Tapi, ia tidak bisa melakukannya.


***

__ADS_1


__ADS_2