Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu

Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu
Ep. 30


__ADS_3

Hal sama berlaku untuk Edgar – ya ampun telingaku sampai berdengung akibat ulahnya yang menyatakan cinta dalam berbagai bahasa selama seharian saat itu.


Sebelum ia benar-benar mengubah kediaman Abhimanyu menjadi markas besar Perserikatan bangsa-bangsa dengan ocehan multilingualnya itu – aku bahkan malas bertanya darimana ia mempelajari beragam bahasa tersebut, aku menjatuhkan titahku.


Aku memaksanya berkutat di Jewel enterprise milik ayahnya. Semuanya itu untuk membuat Aqilla bebas dari ikan dan monyet itu. Damn, wanita itu bahkan tidak berterima kasih kepadaku atas usahaku itu.


Bicara tentang Aqilla, itu hanya mengingatkanku bahwa masih tersisa pasangan setan-guminho itu yang belum bisa aku singkirkan hawa jahatnya, selama aku belum berhasil merebut rekaman sialan itu. Aishhh….


Terakhir kali aku berusaha mengendap ke kamarnya Aqilla untuk mendapatkan rekaman tersebut, aku malah tertangkap basah langsung oleh penghuninya. Aku tidak bisa mendeskripsikan kesadisan Aqilla yang melibatkan melemparkan deretan koleksi sepatu pemberian Kak Arion – yang sebagian besar adalah golongan high heel.


Sial, ia bahkan mengkombinasikannya dengan koleksi kaset Edric, juga beberapa koleksi tak teridentifikasi yang kayaknya pemberian monyet dan ikan. Semuanya, benda-benda itu, ajaibnya mendarat dengan mulus di kepalaku. Sial, aku merasa kembali ke masa lalu saja, masa dimana Edric masih suka melempariku remote.


Sakit…


Menyelinap ke kamar Edric jauh lebih parah lagi. Saat aku membuka kamarnya, tahu-tahu bom berupa popok kotor mengenai wajahku.


Yeakkk, menjijikkan. Aku lebih kesal lagi saat mendapati sebuah pesan yang ditempelkan ke dinding kamarnya, yang dekat dengan pintu masuk. Tulisannya begini,


Jangan coba-coba mencarinya kak.


Aku memang sekolah, tapi kamarku sudah dipasang jebakan…

__ADS_1


Selamat menikmati kotorannya Seva, kak.


Muachhh…


  - Edric pintar nan tampan -


Arghhh, benar-benar pasangan mengerikan. I hate them so much.


Pagi ini, seperti biasanya ketenangan kamarku kembali diusik oleh mereka. Seperti hari-hari sebelumnya pelayan masuk dengan seenak udelnya ke kamarku untuk melakukan cuci-mencuci barang milik penumpang gelap itu.


Aku menajamkan telingaku dari balik selimutku. Aneh, aku mendengar derap langkah seseorang memasuki kamar. Namun derapnya terdengar ringan, tidak seperti langkah yang biasa aku dengar kalau pelayan memasuki kamarku.


Biasanya, suara sepatu pelayan selalu terdengar agak keras dari ini, saat bersinggungan dengan lantai. Akibat penasaran aku mengintip dari balik selimutku. Oh my, this is my lucky day…


“Kalau kau berpikir untuk menyergapku paman, maka kau akan mendapati cucian pesing ini melayang ke wajahmu”


Aku membuka pintu kamar mandi semakin lebar dengan ekspresi bersungut kesal,


“Bagaimana kau tahu kalau aku mengendap-endap???” aku menyandarkan tubuhku di pintu itu dengan gaya santai.


“Karena aku bisa mencium bau mu” Eh yang benar. Aku mengendus-endus bagian ketekku.

__ADS_1


“Badanku tidak bau kok”


“Dengan parfum mahal yang kau pakai tentunya tidak bakalan bau badan. Dasar konyol” ejeknya.


“Tapi kau berbau mesum”


Aku baru tahu kalau mesum bisa dideteksi oleh indera penciuman, “Wah berarti si monyet bau sekali dong. Dia kan raja bokep”


“Kalian berdua sama-sama bau mesum”


Aku mengerucutkan bibir sebagai bentuk rasa kesal. Belum pernah aku diejek selama ini. Kebanyakan wanita lebih suka memujiku atau lebih banyak hanya mendesah karena sentuhanku.


Tapi wanita di depanku ini bahkan tidak merespon setiap kali aku berusaha merayunya. Seakan-akan ciumanku, sentuhanku tidak membangkitkan gairahnya. Lihat saja, aku bakal menemukan cara untuk menyulutmu my little pumpkin…


“Ya sudah, aku mau melanjutkan mimpiku. Dah”


“Paman…”


“Hmm…”


“Jangan mimpi yang jorok-jorok yah…” aku melotot kesal karena ejekannya itu. Aku bakalan mimpi tentangmu babe, dalam keadaan full naked…😈😈😈

__ADS_1


***


__ADS_2