Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu

Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu
Ep. 24


__ADS_3

“Mereka memaksaku memakai baju yang membuatku terlihat murahan Ed” jeritku.


Yah sebenarnya itu juga curahan hati sih. Madam Kim berusaha menyamarkanku sehingga berbaur diantara penghibur miliknya, yang berarti aku harus memakai pakaian minim – yang memperlihatkan lebih banyak tubuh daripada menutupi,  yang  aku merasa tidak menemukan kegunaan dari berbaur itu.


But, aku menemukannya sekarang,  aku masih memakai baju seksi itu sampai saat ini, dibalik jubahku so…


Aku sengaja menjatuhkan jubahku supaya mereka melihatnya, helaan nafas terkejut memenuhi ruangan.


Sontak, setelah pulih dari rasa kagetnya, Edric buru-buru mengambil jubahku yang melorot ke lantai lalu menyampirkannya kembali menutupi tubuhku.


Pria bernama David itu buru-buru membalikkan badannya, menatap dinding seakan-akan dinding itu menarik minatnya.


Papahnya pria mesum mengarahkan tangannya untuk menutupi mata pria bernama Edgar, sementara pria bernama Arion melempar bantal ke arah paman mesum yang melongok melihat betapa banyaknya bagian kulitku yang terekspos akibat pakaian yang dipakaikan madam Kim.


Sialan, ia memandangku dengan mesum tingkat akut. I hate that…


“Ya ampun Aqilla, kasian sekali kau. Pah, boleh aku membawanya pulang ke rumah?” Suara Edric memecahkan kecanggungan akibat aku mempertontonkan tubuhku barusan.


Hah??


Edric juga memanggilnya Papah, itu artinya??

__ADS_1


Oh mh Gosh…👻👻


***


ARKAN POV


A several days later, Kediaman Abhimanyu…


Aku benci untuk mengakui ini namun aku benar-benar kepikiran oleh wanita itu. Entah mengapa aku merasa ada sesuatu dari cerita Aqilla yang mengusikku. Ada yang tidak benar disini.


Benar, aku yakin itu. Pertama, pertemuan awal kami sangatlah tidak biasa. Itu membekas di benakku. Dan dijuniorku juga tambahku dengan gerutuan. Seingatku, wanita itu tidak terlihat seperti tawanan di The Insomnia saat itu. Ia tampak bebas bukannya terkurung. Buktinya kami bisa bertemu.


Kedua, ya ampun wanita itu sadis, galak, dan predator paling mungil yang pernah aku jumpai. Tak kurang dalam dua hari, bagian atas dan bawahku menjadi santapan keganasannya. Juga kasur di hotelku. Bukan tipikal wanita yang mudah diimintidasi kan??


Juga tidak mudah untuk dicium – mukaku langsung membentuk muka sebal. Namun tidak ada yang mempercayai kecurigaanku itu. Mereka memilih menganggap Aqilla sebagai korban dari paman jahatnya. Sehingga semuanya, atas bujukan Edric memutuskan untuk menampung wanita itu disini.


Setidaknya sampai ayah wanita itu kembali dari luar negeri. Nah itu satu cerita lagi yang membuatku bingung. Masa wanita itu tidak mau mengadu kejahatan pamannya ke ayahnya, aneh kan??


Hanya saja, saat aku secara diam-diam menyeretnya ke sudut tak terlihat untuk menginterogasinya ulang – ehem yang entah mengapa jadi membuatku malah ingin mencicipinya, yang ada wanita itu malah bersikap sadis kepadaku. Mulai dari menjambak rambut, menendang kaki, sampai menggigit lenganku.


Tuh kan, tidak mudah untuk diintimidasi…

__ADS_1


Anyway, sudah entah berapa hari Aqilla berada diantara kami. Sejauh ini, ia dan Edric terlihat kompak sekali. Kemana-mana selalu berdua.


Aku saja yang kembaran dengan Kak Arion tidak sebegitu lengketnya. Anehnya, papah menyukai kehadiran Aqilla. Setali tiga uang, mamahku dan Kak Ariin juga senang, maklum mamah memang menginginkan anak perempuan.


Sedangkan Kak Arion ingin punya adik perempuan. Sehingga Aqilla menjadi jawaban bagi keinginan mereka.


Aku ingat, saking pengennya, keduanya pernah mendandani Edric layaknya wanita. Itu adalah masa paling membahagiakan bagiku.


Hahahahaha…


Please, jangan tanyakan aku tentang tingkah laku kegirangan monyet mesum itu ketika berada di sekitar Aqilla, ia sangat menyukainya.


Buktinya ketika papah dan mamahku tidak ada, ia melancarkan berbagai rayuan mautnya.


Sesuai dugaanku, Aqilla hanya menanggapi angin lalu tindakan si monyet. Kemarin malahan aku melihat si monyet Edgar menyatakan cinta dalam bahasa entah dari negara mana ke hadapan Aqilla.


Kemarin selama seharian aku merasa seperti berada di markas besar United Nation alias perserikatan bangsa-bangsa, saking aku harus mendengarkan ucapan “Aku cinta padamu” dalam berbagai bahasa di dunia ala si monyet kasmaran itu.


Ishhh…


***

__ADS_1


__ADS_2