Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu

Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu
Ep. 17


__ADS_3

AQILLA POV


Kamarku, siapa yang mengetuknya??


Ahhh, sepertinya makanan yang dipesan Sandra sudah tiba karena saat aku mengintip melalui lubang pintu aku melihat seorang pelayan hotel berdiri di depan pintu lengkap dengan sebaki makanan di salah satu tangannya.


Layanannya cepat juga yah, aku bergegas membuka pintuku. Belum sempat aku mengatakan sesuatu kepada pelayan itu, mendadak aku dikejutkan oleh sosok seorang pria yang berdiri secara tiba-tiba di depanku.


Pria itu mendorongku masuk, menutup pintunya dan menarik tudung kepalaku. Pria itu, Oh my… Itukan pria mesum yang aku temui dengan sialnya kemarin.


Si pria mesum yang mendapat kenang-kenangan berupa tendangan lutut dariku. Si paman itu...


“Kau…” pekiknya kaget. Tidak menyangka bahwa wanita dibalik tudung adalah aku.


Belum sempat aku merespon, ia mengejutkanku dengan tindakannya yang mengangkatku dan menggendongku dengan mudahnya seakan-akan mengendong anak kucing saja, lalu menghempaskanku ke ranjang,


“Siapa yang memesanmu? Siapa diantara pegawai hotel ini yang membiarkanmu kemari? Dan sejak kapan pengiriman paket ini berlangsung?" Serbuan pertanyaan terucap darinya.


Hah??


Dia bicara apa sih??


“Aku tidak tahu apa maksud paman?” Sanggahku,


Ya iyalah, aku memang tidak tahu apa tujuannya melesak masuk ke kamarku dan mengajukan pertanyaan sebanyak itu.

__ADS_1


Tunggu dulu...


Kok suaranya mengingatkan aku akan??


Astaga!!


Suaranya mirip dengan suara pria yang mengantarkan kami kemari. Si pria kuburan itu.


“Paman… kau yang mengantarkan kami barusan?Bagaimana bisa paman?”


“Kau tidak mengenaliku? Sungguh membuat hati terluka”


Aku mendelik kesal mendengar sindiran itu. Yaaa pandanganku tertutup jubah jadi bagaiamana aku bisa mengenalimu bodoh. “Tudungku terlalu menutupi” jawabku.


“Kau ikut ke kantorku, ada banyak hal yang harus aku ketahui dari mulut manismu itu”


Apa itu artinya aku bakal diseret entah kemana??


Lagi??


Setidaknya bisakah aku beristirahat sejenak. Aku sudah capek diseret kesana kemari sejak tragedi itu.


“Ini hotelku. Kau tidak tahukan? Itu sebabnya aku harus mencari tahu siapa yang menjadikan hotelku sebagai tempat antar pesan wanita macammu”


Oh I know it.

__ADS_1


Aku tahu kemana arah pembicaraan ini. Rupanya paman ini mengira aku “Si paket” adalah wanita yang dipesan untuk “one standing night” oleh salah satu tamu di hotel ini.


Dan paman ini adalah pemilik hotel ini??Pantas saja ia kembali kemari untuk mencari tahu.


“Ini tidak seperti dugaanmu. Aku bukannya menginap disini untuk melayani seseorang” jelasku yang dibalasnya dengan pandangan tidak percaya.


“Paman sudah salah paham, aku benar-benar menginap sendirian disini, tapi aku tidak bisa menjelaskan alasanku menginap disini, maaf” aku meminta maaf kepada pria itu – entah mengapa aku lebih suka memanggilnya, Paman??


Pria itu menghempaskan tubuh jangkungnya ke ranjang, “Apa yang paman lakukan?” tanyaku kaget.


“Memastikan kalau kau memang menginap disini sendirian. Jika memang kau bukan pesanan salah satu tamuku, maka tidak akan ada orang yang mengetuk pintu kamarmu kan. Dan aku harus memastikan sampai pagi, tidak ada pria yang menghampiri ranjangmu secara diam-diam” ia memberi penegasan pada ucapannya yang terakhir.


Apa??


Apa maksudmu??


Jangan bilang kau mau semalaman disini???


“Mau kemana??” tanyanya seraya mencekal tanganku, ketika aku berniat beranjak.


Yang benar saja, memangnya aku mau semalaman bersama pria macam ini. Yang ada nantinya ia bakal main ngegeranyangi lagi. Terbaca jelas dari matanya yang menatapku seperti serigala yang tergiur akan daging berkualitas nomor satu.


Lapar..


“Bukan urusan mu!!”

__ADS_1


***


__ADS_2