Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu

Antara Aku, Kamu, Dan Bayi Itu
Ep. 6


__ADS_3

“Ada apa madam???” tanyaku kepada madam cantik itu yang kini sedang tersenyum ke arahku.


“Apa kau tahu kalau kau memiliki adik laki-laki Aqilla?” todongnya begitu saja. Aku bahkan belum menyempurnakan posisi dudukku.


Hah???


Adik laki-laki???


Perasaan aku adalah anak tunggal, alias satu-satunya putri dari Tony Gunadhya pemimpin klan Gunadhya.


Ya, terdapat empat klan dari dunia hitam yakni Klan Gunadhya, klan Baldwin, klan Calvert, klan Franklin. Dan ayahku dari klan Gunadhya adalah pemimpin tertingginya.


“Sudah aku duga, dari ekspresimu nona muda, sepertinya kau tidak mengetahuinya. Sebenarnya ayahmu sudah menikah untuk yang kedua kalinya tahun lalu. Ia menikahi wanita asing, masih dari Asia juga namun bukan Indonesia”


Hah???


Ayah menikah???


Aku punya ibu tiri???


Wow, hidupku sudah macam drama saja. Dalam sekejap aku memiliki paman, terus adik laki-laki, dan ibu tiri dari luar negeri.


Ishh, kelihatannya ayahku memiliki ketertarikan terhadap wanita asing atau minimal blasteran kayaknya. ibuku contohnya, yang notabene berdarah campuran antara Jerman dan Indonesia. Entah adik baruku ini keturunan campuran mana???


Keluarga-keluarga baruku ini yang muncul mendadak bak jerawat usil, bagaimana bisa mereka baru muncul sekarang???


Dimana mereka bersembunyi sebelumnya???

__ADS_1


Habisnya semuanya tidak aku ketahui keberadaannya sebelumnya. Jangan-jangan minggu depan aku sudah punya calon suami yang juga aku tidak ketahui???


Woah, temanku Stella dan Edric pastinya bakal kaget setengah mati kalau mendengar ceritaku ini.


“Maaf. Ayahmu sengaja merahasiakannya, ini semua demi kebaikan kalian. Sudah susah baginya untuk manjagamu, jika musuh-musuhnya mengetahui mengenai istri dan putranya, pastinya mereka menjadi incaran juga” ujar madam Kim masih berbicara panjang lebar mengenai rahasia ayahku.


“Dimana adikku sekarang???”


“Dilindungi oleh kedua anak buah ayahmu. Mungkin minggu depan kau baru bisa menemui adikmu itu. Oya, nama adikmu itu Aksa Keanu Gunadhya. Diambil dari nama pemain bola Schevenko, soalnya ayahmu lumayan penggemar sepakbola” ucap Madam Kim.


“Darimana asal adikku???” tanyaku.


“Sama sepertimu. Malahan, sebenarnya ibu tirimu itu masih teman dekat ibumu. Kelihatannya mereka tidak sengaja bertemu dua tahun yang lalu saat ibu tirimu mengunjungi makam ibu kandungmu. Lalu cinta keduanya bersemi”


“Madam memintaku kemari untuk menceritakan hal itu???” potongku.


Itu saja??


Madam Kim memanggilku untuk mengatakan hal itu??


Yah, aku tidak terlalu terguncang atau marah saat mendengar berita mengejutkan ini. Aku sudah cukup mendapat syok terapi di hari kematian ayah, jadi tidak ada yang bisa membuatku lebih kaget lagi.  Aku rasa begitu sih…


“Tidak madam, sekarang boleh aku kembali ke kamarku???” pintaku dengan tampang tenang nan datar.


See, no more place for more surprise….


“Oh, ya kembalilah. Tapi jangan keluar bangunan lewat pintu depan ya”

__ADS_1


“Kenapa tidak boleh madam???” tanyaku. Tanpa disadari kami berdua sedari tadi melakukan dialog yang menyerupai dialog tanya-jawab saja. Aku bertanya, sementara madam Kim menjawab.


“Karena kau tidak boleh terlihat oleh siapapun. Tamu-tamuku yang menginap biasanya saat hendak pulang kerap lewat sana, takutnya mereka melihatmu pas melintas”


“Baiklah…” jawabku patuh.


***


ARKAN POV


Berjalan keluar dari The Insomnia…..


Tidak diragukan lagi, The Insomnia memang tempat hiburan berkelas, dengan layanan super memuaskan. Saking memuaskannya, aku sampai kelelahan sehabis menunggangi wanita itu semalam, dan berakhir tertidur pulas di ranjangnya sampai pagi menyambut. Mungkin aku bisa mengajak Edgar pada kunjunganku selanjutnya.


Aku terlalu sibuk berpuas diri sampai tidak menyadari kehadiran wanita yang berjalan di depanku itu.


Bruaghhh, aku menabraknya dengan lumayan kencangnya.


Wanita itu membungkukkan badannya seraya mengucapkan maaf, jadi aku membiarkannya. Aku terlalu puas untuk marah-marah pagi ini. Aku bergeser ke samping, anehnya wanita itu juga bergeser ke samping sehingga kami kembali bertubrukan.


Wanita itu membungkuk meminta maaf untuk kedua kalinya. Aku lantas menggeser tubuh seksiku ke arah sebaliknya, eh sekali lagi wanita itu melakukan hal serupa.


Aku menggeser ke arah satuannya lagi, wanita itu menggeser ke arah yang sama. Alhasil untuk sejenak kami seakan-akan bermain halang-menghalangi saja.


Supaya ia tidak menghalangi langkahku, aku mendorongnya, mendesaknya sampai menempel di tembok. Saat itulah mataku mendadak membesar saking terkejutnya.


Astaga, wanita ini ternyata cantik juga. Dan terlihat sangat muda, sangat segar. Kenapa aku tidak menyadarinya tadi??

__ADS_1


***


__ADS_2