Assalamu'allaikum Jodoh!

Assalamu'allaikum Jodoh!
Ulang Tahun Pertama Tanpa Bapak


__ADS_3

Hubungan Alena dan Topan sudah berjalan hampir dua bulan, dan selama itu Alena merasa Topan lebih dominan di bandingkan dengannya. Topan lebih sering memberi di bandingkan menerima, Alena sempat merasa kasihan dan bermaksud untuk menyerah. Ia tak mau jika Topan semakin dalam lagi dalam mencintainya, entah mengapa sampai saat ini Alena masih tal sepenuhnya bisa menerima Topan.


Tepatnya awal bulan Desember, Alena berulang tahun.


Ia merasa tak ada yang spesial di bulan kelahirannya tahun ini, tahun ini adalah ulang tahun pertamanya tanpa sosok seorang Ayah.


Siang itu di pabrik, Alena lebih banyak murung. Kerinduannya terhadap sang ayah, muncul menyeruak di dadanya.


Alena tak tahu harus berbuat apa, jeritan kerinduan bahkan telah kehilangan suaranya.


"Len. Kenapa?" Tanya Yusuf yang sedari pagi memperhatikan Alena yang tengah bersedih.


"Nggak, Cup. Cuma lagi kangen aja sama Bapak," ucap Alena.


Yusuf menghela nafasnya, Ia tak tahu harus menghibur Alena dengan cara apa. Ia tak tahu persis apa yang Alena rasakan, pasalnya Ia belum mengalami apa yang Alena alami.


"Emm ya udah yang sabar, ya. Bapak Kamu udah bahagia, jadi Kamu disini juga harus bahagia!" Seru Yusuf.


Alena mengangguk, Ia bahkan tak berharap apapun di hari ulang tahunnya itu.


Namun pada sore hari, setelah bel pulang berbunyi.


Beberapa dari karyawan Pak Iyan belum membubarkan diri, Alena pun memang kebetulan lembur. Ia akhir-akhir ini sering lembur, karena upah tambahan lembur cukup lumayan baginya.


Ketika itu, Alena hendak keluar dari gudang untuk mencari jajanan.


"Si Ucup kemana? Biasanya Dia ngajak jajan," gumam Alena.


Lena pun keluar dari gudang, dan seketika Ia terkejut dengan segerombolan orang yang berdiri tepat di depannya.


"Selamat ulang tahun!" Sorak teman-teman kerja Alena.


Alena menutup mulutnya, Ia tak menyangkan akan mendapat kejutan dari teman-temannya.


Terlihat Topan memegang sebuah cake dengan lilin yang menyala di atasnya, semua juga menyanyikan lagu selamat ulang tahun bersama.


Alena merasa terharu, pasalnya Ia tak pernah memberi tahu tanggal lahirnya tetapi Mereka bisa memberi kejutan padanya.


"Tiup lilinya, tiup lilinya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga!" Seru semuanya.


Alena pun meniup lilin, dan saat kue di potong Alena memberi potongan pertama pada Topan.

__ADS_1


"Makasih ya, Kak. Udah repot-repot bikin beginian," ucap Alena.


"Sama-sama."


Sore itu menjadi sore yang menyenangkan bagi Alena, Ia pun berbagi kue kepada semua teman-temannya.


Selesai itu, beberapa orang pulang. Dan sebaiannya lagi, masih ada di dalam pabrik.


"Len. Beruntung banget sih Kamu di kasih kejutan ulang tahun sama Kak Topan," ucap Nur.


Alena tersipu, "Aku juga gak nyangka Nur, Dia bisa tahu ulang tahun Aku."


"Udah itu mh fiks sih Dia serius sama Kamu, Len!" Seru Alin.


Alena mengerutkan keningnya, "serius apa, sih. Belum kepikiran sejauh itu, Lin!" Timpal Alena.


"Ya kenapa? Jarang tahu dapet cowok kayak gitu," ujar Alin.


"Emm, ya gimana. Emang belum ada keinginan buat ke jenjang yang lebih serius aja," jawab Alena apa adanya.


Ketika tengah berbincang, tiba-tiba Topan datang sembari membawa sebuah kado besar untuk Alena.


"Hey." Topan menyapa.


"Eh pada mau kemana?" Tanya Topan.


"Mau keluar, takut ganggu." Alin menjawab.


"Ih gak usah! Disini aja!" Pinta Topan.


Alena menatap kado besar yang di bawa oleh Topan, "itu apa, Kak?" Tanya Alena.


Dengan antusias Topan duduk di depan Alena, dan menyodorkan kado itu pada Alena.


"Buat Kamu!" Seru Topan.


"Hah? Buat Aku? Gede banget, ini isinya apa?" Tanya Alena.


"Buka aja!" Pinta Topan.


Dengan penasaran, Alena pun membuka bungkusan kado itu. Dan ketika di buka, sebuah boneka menyembul membuat Alena, Alin, dan Nur membuka matanya lebar.

__ADS_1


"Hah. Boneka teddy bearnya gede banget! Ini mah sama badan Aku juga gedean boneka!" Seru Nur.


Alena menatap boneka besar pemberian Topan, "Kak, ini pasti mahal, ya?" Tanya Alena.


Topan tersenyum, "gak apa-apa, gak sampe jual rumah kok belinya!" Seru Topan sembari tertawa.


Untuk pertama kalinya, Ia mendapat hadiah selain dari kedua orang tuanya.


Alena merasa Topan memang terlalu baik, Ia tak tahu harus membalasnya dengan cara seperti apa.


"Makasih banyak ya, Kak." Alena kembali berucap dengan haru.


"Iya, sama-sama. Emm mau pulang sekarang?" Tanya Topan.


Alena mengangguk, namun sebelum itu Alin dan Nur meminta sesuatu pada Alena.


"Bentar dulu! Kak, fotoin Kita bertiga dong." Alin menyodorkan ponselnya dan meminta Topan untuk mengabadikan momen ulang tahun Alena.


Sembar memeluk boneka besar itu, Alena berfoto bersama Alin juga Nur.


Selesai itu, Topan dan Alena pun keluar dari gudang.


Saat melewati gerbang, Alena tak mengaja bertabrakan dengan seorang pria.


Bruk!


"Aduh, maaf, Kak." Alena berucap, langkahnya memang sedikit terjalang oleh boneka besar yang di peluknya.


"Iya gak apa-apa." Alena dan pria asing itu saling bertatap sekilas.


Setelah itu, Alena kembali melanjutkan langkahnya.


"Kak. Tadi siapa? Kok Aku baru lihat?" Tanya Alena pada Topan.


"Oh, Dia namanya Arka. Pegawai pabrik ini juga, tapi di cabang yang lain." Topan menjawab.


"Oh, iya. Aku dengar bakal ada tamu besar ya kesini, jadi Bu Novi minta karyawan yang kerja di cabang buat pindah kesini sebagian." Alena menuturkan.


"Nah iya. Kayaknya Mereka di pindahin kesini," jawab Topan.


"Kenapa? Ganteng, ya?" Tanya Topan sambil tertawa kecil.

__ADS_1


"Hemm, apaan sih Kak!" Seru Alena.


__ADS_2