Assalamu'allaikum Jodoh!

Assalamu'allaikum Jodoh!
Informasi Untuk Arka


__ADS_3

Alena dan Arka masih belum bersikap seperti biasa, keduanya menjauh karena lebih memikirkan perasaan teman Mereka.


"Eh, gimana rasanya pacaran sama Kak Arka?" Tanya Nur pada Alin.


"Emm gimana ya? Ya gitulah, kalau malem bisa ngobrol dulu di depan mes. Kadang Dia juga main ke kontrakan," jawab Alin.


"Dih udah main ke kontrakan aja, pada ngapain hayoh?" Tanya Nur.


Alin tertawa, sedangkan Alena Ia hanya jadi pendengar saja.


"Gak ngapa-ngapin, Kak Arka itu beda sama cowok yang biasa main ke kontrakan." Alin menjelaskan.


"Bedanya gimana?" Tanya Nur.


"Bedanya, Dia gak mesum!" Seru Alin dengan jujur.


"Wah, berarti Kak Arka cowok baik-baik, tuh!" Seru Nur.

__ADS_1


Alin mengangguk, Arka memang berbeda dengan kebanyakan laki-laki yang pernah dekat dengannya.


"Yang gak bisa bikin Aku lupa, waktu Aku minta di cariin buah mangga malem-malem. Terus Kamu tahu gak Kak Arka bilang apa pas si pedagang nanya kenapa nyari mangga malem-malem?" Tanya Alin.


"Apa emangnya?" Tanya Nur.


"Arka bilang, Aku ini istrinya lagi ngidam pengen mangga malem-malem!" Seru Alin dengan sumringah.


Alena menghela nafasnya, Arka memang tak bisa Ia tebak. Sikapnya yang memang selalu membuat kaum hawa penasaran, bahkan hampir kebanyakan perempuan yang mengenal Arka diam-diam menyimpan perasaan pada Arka.


"Udah kalau gitu Kamu setia aja, jangan pacaran sama yang lain juga!" Pinta Nur.


"Ih, Kamu tega bener. Kasian Arka tahu!" Seru Nur.


Alena merasa tak bisa diam saja, ketika Arka mendapatkan wanita yang salah. Alin bukan perempuan yang baik untuk Arka, apalagi dengan terang-terangan Ia menduakan Arka dengan pria yang juga mengenal Arka.


Sementara itu, Arka masih mendapat omongan tak enak dari Topan dan Kakak sepupunya. Arka tak pernah membalas, namun Ia juga merasa kesal dengan perlakuan keduanya.

__ADS_1


"Gua udah bela-belain jauhin Alena demi menjaga perasaan Dia, malah tetap aja nyindir! Tahu gini mending jadian sekalian sama Alena," gerutu Arka.


Ia terkejut ketika melihat Alena mengirim pesan padanya, Arka sedikit senang namun Ia juga penasaran mengapa tiba-tiba Alena mengirim pesan padanya.


"Kak. Aku bukannya mau ikut campur sama urusan Kamu dan Alin, cuma Aku gak tega aja lihat Kamu di bohongin terus sama Alin." Isi pesan Alena.


"Alin bohong apa?" Balas Arka pada Alena.


"Ok, maaf sebelumnya. Aku terpaksa ngasih tahu semuanya, Alin selain pacaran sama Kakak, Dia juga pacaran sama Kak Bule. Aku denger sendiri kalau Dia gak akan mau putusin Kak Bule karena Kak Bule itu bisa menuhin isi dompetnya. Sedangkan sama Kakak, Dia manfaatin untuk senang-senang aja. Aku cuma mau ngasih tahu itu aja, setelah ini Aku gak akan ikut campur apapun lagi." Alena kembali membalas.


Arka tersenyum tipis membaca balasan pesan dari Alena, Ia sudah merasa tak kaget dengan kabar Alin yang ternyata memiliki hubungan dengan pria lain.


"Len, Len. Semua cowok juga udah tahu kali si Alin itu gimana," gumam Arka.


"Ok, makasih ya infonya." Arka membalas.


Setelah memberitahukan semuanya pada Arka, Alena sempat merasa tak enak pada Alin. Namun, Ia juga tak tega jika Arka terus-terusan di selingkuhi oleh Alin.

__ADS_1


"Maaf, Lin. Mungkin Kamu bisa cari cowok lain buat jadi mainan Kamu," gumam Alena.


__ADS_2