Assalamu'allaikum Jodoh!

Assalamu'allaikum Jodoh!
Berbeda


__ADS_3

Alena sampai di tempat kerja Arka, Ia menunggu di motor tepat di seberang gerbang pabrik.


Alena juga sudah mengirim pesan namun belum di buka oleh Arka, Alena tetap sabar menunggu walau jam pulang Arka masih setengah jam lagi.


Alena kembali merasakan perih di perutnya, Ia mengedarkan pandangannya mencari pedagang makanan. Terlihat sebuah warung yang sebelumnya tak pernah Alena lihat, Ia memutuskan untuk mencari makanan di warung tersebut.


"Eh itu ada warung baru, Aku kesana dulu kali ya."


Alena mengunci ganda motor terlebih dulu, lalu Ia berjalan menyeberang jalan menuju warung yang ada di samping gerbang pabrik.


"Punten, Bah." Alena menyapa pada seorang bapak-bapak paruh baya yang tengah menggoreng bakwan sayur.


"Mangga, Neng. Bala-balana masih anget, Neng!" Abah pemilik warung menawarkan gorengannya pada Alena.


"Iya, mau, Bah. Mau bala-balanya dua, tempe mendoannya satu." Alena menuturkan.


"Mangga, sakedap!" Pinta Abah pemilik warung. Sementara menunggu gorengannya di bungkus, Alena mengambil uang di dompetnya.


"Berapa, Bah?" Tanya Alena.


"Tiga ribu, Neng." Abah menjawab sembari memberikan plastik berisi gorengan yang di minta Alena.

__ADS_1


"Ini, Bah. Makasih," Alena memberikan uang pas, Ia pun langsung keluar dari warung dan kembali menuju motor.


Setelah mengganjal perutnya dengan gorengan, Alena masih menunggu Arka yang belum juga pulang.


Alena mengambil ponselnya, Arka masih belum membaca pesannya.


"Apa Aku pulang aja, ya? Capek banget," gumam Alena.


Alena memainkan kunci motor yang tergantung, bahkan Ia sempat hendak menyalakan mesin motornya. Namun tak lama, gerbang pabrik di buka lebar. Terlihat dari kejauhan karyawan berhamburan, ada yang berjalan ada pula yang menggunakan sepeda motor.


"Nah, pulang juga." Alena kembali menstandarkan motor, dan memutuskan untuk menunggu Arka.


Saat tengah mengedarkan pandangannya untuk mencari Arka, ponsel Alena berbunyi.


"Halo." Alena menyapa masih sambil mencari keberadaan Arka.


"Maaf, gak lihat hp. Kamu masih di depan?" Tanya Arka, suaranya terdengar ngos-ngosan.


"Masih," jawab Alena.


"Aku kesana!" Seru Arka sembari mematikan panggilan teleponnya.

__ADS_1


Dari kejauhan, Alena melihat sosok yang tengah berlari dan tersenyum padanya.


Alena menatap Arka, Arka begitu terihat senang menyambut kedatangan Alena.


Dari sekian banyak orang, ada satu orang yang begitu menaruh harap padanya. Ya, Dia adalah Arka. Laki-laki yang awalnya tak pernah Alena sangka akan mengisi hatinya, laki-laki yang awalnya tidak pernah berani untuk berkomitmen, kini seakan menjadikannya tujuan.


"Hey," sapa Arka.


"Hey." Alena menyahuti.


"Udah lama nunggunya yah?" Tanya Arka sembari mengatur nafasnya.


"Emm lumayan," jawab Alena.


"Ya udah, yuk!" Arka langsung naik dan duduk di motor.


"Kemana?" Tanya Alena.


"Nyari makan buat Kamu! Pasti laper, kan?" Tanya Arka. Alena terdiam, Arka begitu peka tanpa harus menunggu ajakan Alena.


Alena naik ke atas motor, Arka pun melajukan motornya tanpa bertanya terlebih dulu pada Alena.

__ADS_1


Kembali Alena di buat kagum oleh Arka, dari kebanyakan laki-laki yang selalu menanyakan mau makan apa, mau kemana, tetapi Arka berbeda. Ia tahu apa yang tengah Alena rasakan, Ia tahu apa yang di butuhkan oleh pasangannya. Dan laki-laki seperti Arka, tentu sangat jarang di temui.


Alena semakin merasa bersyukur, dan yakin bahwa Arka memang pelabuhan terakhirnya.


__ADS_2