
Bel istirahat berbunyi, semua karyawan keluar untuk beristirahat. Sementara itu, Alena yang masih belum mengenal teman satu bagiannya, memilih untuk keluar dan menuju pos satpam.
Alena mengambil botol minum dan ponsel di dalam tas yang di titipkan di loker umum pos satpam, Ia langsung menegak air mineral yang di bawanya.
"Alhamdulillah, bisa minum juga." Alena membuka ponselnya, Ia melihat beberapa pesan yang di kirim oleh Arka.
"Aduh, Arka ngchat banyak banget." Alena segera membalas pesan Arka dna menjelaskan semuanya.
"Maaf, baru bales. Aku lanjut training, ini lagi istirahat. Gak sempet chat lagi tadi," balas Alena.
Saat tengah menunggu, ada beberapa orang yang juga training saat itu tengah menyantap makanan yang Mereka bawa. Sementara Alena, Ia hanya bisa minun air putih karena memang tak membawa makanan.
"Tahan, tahan. Minum lagi ajalah biar keganjel perutnya!" Seru Alena.
Tak lama, Arka mengirim balasan.
"Oh, alhamdulillah kalau lanjut. Terus gimana sekarang? Kamu kan gak bawa makan?" Tanya Arka yang khawatir dengan Alena.
"Gak apa-apa, untung bawa air minum." Alena kembali membalas.
"Ya ampun, pasti laper, ya? Kamu nyari kantin atuh, atau di depan gerbang pabriknya ada yang jualan, gak?" Tanya Arka.
__ADS_1
Alena kembali membalas pesan Arka, dan mencoba untuk menenangkannya.
"Gak ada, mau ke kantin juga malu. Gak apa-apa, kuat kok. Besok kalau lanjut training, Aku bawa makan." Alena menuturkan.
"Hemm, ya udah kalau gitu. Semoga lancar trainingnya, terus lolos juga!" Seru Arka.
"Aamiin." Tak terasa, jam masuk telah tiba, bel berbunyi dan Alena bergegas masuk kembali.
Alena kembali mendapat penjelasan dan mengerjakan pekerjaan yang lainnya, Ia juga mulai berkenalan juga berkomunikasi dengan teman barunya.
Kesan pertama yang Alena dapat adalah, kerja sama. Semua membantu Alena dengan baik, bahkan tak jarang Mereka membantu tanpa di minta.
Lima belas menit sebelum bel pulang Alena di ajak oleh teman barunya untuk membersihkan pakaian, atau sekedar cuci muka.
Alena mengangguk, Ia pun keluar gudang bersama Rapika untuk bersih-bersih.
Masih ada waktu sekitar 10 menit, Alena dan yang lainnya menyempatkan lebih dulu untuk shalat Ashar.
Setelah bel berbunyi, semua keluar dari gudang.
"Oh, rame juga, ya." Alena berucap.
__ADS_1
"Kenapa? Tadi pas masuk kayak sepi ya tiap gedungnya?" Tanya teman baru Alena yang lainnya, yaitu Dini.
"Iya, tadi kayaknya sepi. Istirahat juga gak sebanyak ini," ujar Alena.
"Heem, kan pada bawa makan. Besok Kamu bawa tas jinjing aja, bawa alat kerja, minum, makan ke gudang. Makan bareng sama Kita aja di gudang, di tempat tadi!" Ajak Dini.
"Oh, iya kalau gitu. Itu emang tempat makannya?" Tanya Alena.
"Iya, Kita bikin ruangan sendiri terus di kasih fasilitas loker buat simpan tas. Biarpun lokernya gak pake tutup, tapi aman kok." Dini menuturkan.
"Oh, iya kalau gitu besok mau bawa tas." Alena menjawab.
"Eh, kamu naik apa kesini?" Tanya teman yang lain, Asri.
"Bawa motor," jawab Alena.
"Oh, bagus kalau gitu. Kalau gak bawa juga ada bus jemputan kok buat karyawan, kalau berangkat titik jemputnya udah di tentuin kalau pulang pas Kita bubaran biasanya bus udah pada nunggu di gerbang belakang deket parkiran motor." Asri menjelaskan.
"Oh, ada jemputan. Enak dong," sahut Alena.
"Lumayan, ngirit ongkos." Asri melanjutkan.
__ADS_1
Semua bepisah di parkiran motor, Alena pun langsung menjalankan motornya dan bermaksud untuk mengunjungi tempat kerja Arka sebelum pulang ke rumah.