Assalamu'allaikum Jodoh!

Assalamu'allaikum Jodoh!
Reaksi Alena


__ADS_3

Alena baru saja sampai di rumah, Ia langsung memarkirkan motor di teras rumahnya. Mendengar suara motor asing, Nenek Alena mengintip dari balik jendela.


Terdengar suara kunci pintu yang di buka, dan tak berselang lama sang Nenek keluar dan menyapa Alena.


"Len. Motor siapa?" Tanya Nenek Alena.


"Oh, ini motor temen, Nek." Alena membuka helm yang masih terpasang di kepalanya.


"Motor temen? Kok motor orang lain Kamu pakai, sih? Kalau ada apa-apa gimana?" Sang Nenek merasa khawatir karena untuk pertama kalinya, Alena membawa motor sendiri dengan jarak yang lumayan jauh.


"Aku gak niat buat pakai, Nek. Tapi Dia yang minta Aku buat pakai motornya, katanya biar Aku gak usah naik angkot terus." Alena menuturkan.


"Ya udah masuk dulu, sekalian masukin aja motornya. Takut ada maling!" Seru Nenek Alena.


Alena mengangguk, Ia pun mendorong motor dan memasukannya ke dalam rumah.


"Kok temenmu baik banget sampai percayain motornya buat di bawa sama Kamu," ujar Nenek Alena.


"Emm, iya. Gak tahu juga sih kenapa sampai bisa percaya sama Aku," jawab Alena apa adanya.


"Temenmu cewek atau cowok?" Tanya Nenek Alena.

__ADS_1


"Cowok." Alena mendudukkan tubuhnya di sofa, dan meluruskan punggungnya sebentar.


"Oh, pantesan. Mungkin ada sesuatu itu!" Seru Nenek Alena.


"Sesuatu apa sih, Nek?" Tanya Alena sembari memejamkan matanya yang terasa lelah.


"Ya mungkin cowok itu suka sama Kamu, terus lagi berusaha buat deket sama Kamu. Kalau nggak suka, mana mungkin sampai ngebolehin motornya di pakai orang lain." Nenek Alena mengutarakan pendapatnya.


Alena terdiam, menatap kosong langit-langit rumahnya.


"Apa iya Kak Arka suka sama Aku? Haduh!" Alena mengusap kasar wajahnya, entah mengapa tujuan awal Ia bekerja hanya ingin fokus mencari uang. Alena tak terpikirkan sebelumnya akan terjerat dalam suatu hubungan dengan rekan kerjanya, selama ini Alena hanya meyakini bahwa yang masih bertahta di hatinya adalah Ezra. Namun seiring berjalannya waktu, Alena bahkan sempat melupakan Ezra tanpa usaha yang Ia buat sendiri.


Saat bersama Topan, Alena bahkan masih selalu tak bisa menggantikan sosok Ezra dengan Topan yang begitu banyak berkorban untuknya. Tetapi saat mengenal dan dekat dengan Arka, Alena merasakan hal yang tak Ia rasakan ketika bersama Topan.


Alena pun beranjak dari tempatnya, Ia menyimpan tasnya sebelum akhirnya memutuskan untuk membersihkan diri dan mengisi perutnya yang mulai keroncongan.


Di tempat lain, Arka tengah lembur. Ia harus menyelesaikan pekerjaannya yang masih menumpuk. Sesejali Arka juga aktif membalas pesan yang masuk ke ponselnya, entah dengan siapa Arka berbalas pesan.


"Eh iya, Alena kemana? Harusnya sih udah sampai rumah," gumam Arka.


Ia pun kembali mengambil ponselnya dan berniat untuk mengirim pesan pada Alena.

__ADS_1


"Hey," sapa Arka.


Alena yang baru saja selesai mandi, mendengar ponselnya berbunyi saat Ia tengah mengambil pakaian di dalam lemari.


"Arka," ucap Alena.


Ia pun membalas pesan Arka, "iya, Kak. Kenapa?" Tanya Alena.


Tak lama, Arka pun kembali membalas pesan Alena.


"Udah sampai rumah? Kok gak ngabarin?" Tanya Arka.


Alena membaca pesan Arka, Ia pun baru ingat bahwa Arka memintanya untuk memberi kabar ketika sampai di rumah.


"Oh, iya maaf Aku lupa. Udah sampai tadi, ini baru mau makan." Alena kembali membalas.


Arka membaca balasan pesan Alena, Ia tampak terlihat tersenyum.


"Oh, lupa. Ya udah makan, gih!" Pinta Arka.


"Iya." Alena membalas singkat, tanpa berpikir apapun, Alena pun menaruh kembali ponselnya dan keluar dari kamar untuk makan malam.

__ADS_1


Sedangkan Arka, Ia tengah terheran dengan sikap Alena yang terkesan datar padanya.


"Segini aja? Hemm, menarik." Arka bergumam sembari menatap pesan singkat Alena di ponselnya.


__ADS_2