Assalamu'allaikum Jodoh!

Assalamu'allaikum Jodoh!
Masalah Baru


__ADS_3

Sesampainya di pabrik, Alena segera menuju gudang. Sementara Arkaz Ia tengah membereskan barang bawaannya di mes.


Setelah di gudang, Alena melihat Yusuf yang tengah duduk beralaskan sejadah.


Alena berjalan perlahan, dan memanggil Yusuf dengan pelan.


"Cup!" Panggil Alena.


"Astagfirulloh! Kaget, Lena!" Seru Yusuf yang tak menyadari kedatangan Alena.


"Dih, gitu aja kaget. Kamu... Abis shalat?" Tanya Alena.


Yusuf mengangguk, "heem. Nunggu Kamu lama!" Seru Yusuf.


"Yah, padahal Aku udah beli bukunya!" Seru Alena.


Yusuf menatap buku yang di belikan oleh Alena, dan Ia segera mengambil buku itu.


"Ya udah sini, Aku ganti. Lagian kemaren-kemaren belajarnya lewat hp," ujar Yusuf.


"Jadi mau di pakai bukunya?" Tanya Alena.


"Ya maulah. Tapi bayarnya nanti ya, kalau gajian. Hehe," ujar Yusuf.

__ADS_1


"Iya gak apa-apa. Gimana, udah mulai ada sensasi-sensasi perubahan gak?" Tanya Alena.


"Hemm. Yang pasti, lebih tenang sih. Kalau dulu, sering ngerasa gelisah kalau malem. Pokoknya kayak gak tentu arah aja sih," ujar Yusuf.


Alena merasa terenyuh melihat perubahan Yusuf, Ia berharap Yusuf dapat secepatnya menjalani kehidupannya dengan normal.


"Semoga istiqomah, ya!" Pinta Alena.


"Aamiin." Yusuf sangat berharap proses taubatnya berjalan dengan lancar, dan Ia dapat secepatnya kembali ke fitrahnya.


***


Sore itu, entah mimpi apa. Alena mendapat masalah dalam pekerjaannya, Ia mendapat laporan bahwa uang untuk pembayaran anak produksi yang di kelolanya mengalami tekor.


Alena mendapat laporan bahwa penggajian minggu kemarin melebihi batas yang di ajukan, menurut manager perusahaan seharusnya Alena mengembalikan uang lebihnya senilai enam ratus ribu rupiah. sedangkan hitungannya sedari awal sudah di rasa betul, bahkan Alena menghitung kembali uang setiap karyawan dan hitungannya memang sesuai yang di ajukan olehnya.


Alena menggelengkan kepalanya, Ia tak mengerti mengapa bisa sampai mengalami hal seperti itu.


"Aku gak tahu, Cup. Sabtu kemarin Aku bener kok hitungnya, dan uang yang di kasih Bu Novi juga sesuai sama ajuan Aku. Gak ada lebih seperanpun!" Seru Alena dengan yakin.


Ketika tengah merasa gusar, tiba-tiba Teh Lita datang ke gudang.


"Len. Kenapa? Nilep uang perusahaan?" Sindir Teh Lita.

__ADS_1


Alena terdiam, Ia memilih tak menimpali perkataan Lita.


"Mau apa Kamu kesini? Kalau cuma mau ngerecokin aja sana pergi!" Pinta Yusuf.


Alena menundukkan kepalanya, Ia sangat takut jika kesalahpahaman ini akan berdampak pada kontrak kerjanya.


"Gimana dong, Cup?" Alena merasa frustasi.


"Udah sih ganti aja, 6 ratus ribu doang, kan? Gak nyampe satu juta!" Seru Teh Lita.


"Yey, Kamu. Pergi sana!" Yusuf mendorong Lita dan mengusirnya dari gudang.


Yusuf merasa sangat kesal pada Lita yang terus memojokan Alena, Ia juga tengah mencari tahu mengapa masalah itu sampai terjadi.


Yusuf kembali menatap Alena, terlihat jelas raut wajah Alena yang khawatir.


"Len. Kamu hitung ulang, sementara Aku mau ke lapangan." Yusuf menuturkan.


"Mau ngapain ke lapangan?" Tanya Alena.


"Mau tanya ke anak-anak, apa ada yang uang gajiannya kelebihan atau nggak." Yusuf menjawab.


"Cup. Kalaupun ada yang kelebihan, apa mungkin ada yang mau jujur?" Tanya Alena. Yusuf terdiam, apa yang Alena katakan memang masuk akal.

__ADS_1


"Ya Kita jangan putus asa dulu, siapa tahu ada orang baik yang mau jujur kalau emang gajinya kelebihan. Intinya Kita harus buktiin kalau Kamu emang gak bersalah!" Seru Yusuf.


Alena memilih diam, Ia membiarkan Yusuf untuk melakukan apa yang diinginkannya. Sementara itu, Alena kembali menghitung ulang dan mengecek semua slip gaji anak produksi.


__ADS_2