Assalamu'allaikum Jodoh!

Assalamu'allaikum Jodoh!
Arka


__ADS_3

Hari ini Alena sangat sibuk, Ia harus membantu mengerjakan perpiasan penyambutan tamu besar yang akan mengunjungi tempat kerjanya.


Manager perusahaan meminta Alena untuk menyiapkan karyawan yang berada di bawah naungan Pak Iyan, Alena harus mendata ulang untuk pembagian seragam baru.


Alena pun harus lembur, karena tamu akan datang besok hari sementara persiapan belum selesai.


"Mesinnya rapihkan, harus sejajar gak boleh ada yang miring!" Intruksi Bu Novi.


Beberapa kali Alena melirik jam dinding, jam sudah menunjukkan pukul delapan malam namun pekerjaannya belum juga selesai.


Saat tengah fokus mengerjakan tugasnya, tiba-tiba Ibu Novi memanggil Alena.


"Len. Udah jam segini kerjaan masih belum selesai," ujar Bu Novi.


"Iya, Bu. Seragamnya masih ada yang belum selesai, kayaknya butuh tambahan orang." Alena menuturkan.


Sekejap Ibu Novi menatap ke arah bagian produksi, banyak karyawan yang membantu menjahit seragam namun masih belum selesai juga.


"Emm gini deh, Kamu panggil Arka di Mes. Suruh Dia bantuin juga!" Pinta Ibu Novi.


"Arka?" Alena lupa-lupa ingat dengan nama itu.


"Iya, Bu. Lena ke Mes dulu," ujar Alena.


Ia pun berjalan cepat menuju Mes karyawan laki-laki, sembari mengingat-ingat orang yang bernama Arka.


Sesampainya di Mes, Alena mengetuk pintu.


Seseorang membuka pintu, dan menanyakan kepentingan Alena.


"Eh, Lena. Ada apa, Len? Tumben main ke Mes?" Tanya salah satu penghuni Mes.


"Emm iya. Mau manggil Kak Arka," ujar Alena.


"Wah, wah, ada apa nih manggil Arka. Tahu aja Kamu kalau ada pendatang baru," ledek Arman teman Alena juga.


"Ih, nggak gitu. Kak Arka di panggil Bu Novi," tutur Alena.


Terlihat seorang pria berdiri, dan berjalan menghampiri Alena.


"Bu Novi manggil Aku?" Tanya pria yang bernama Arka.


Alena terdiam, sembari menatap ke arah Arka.


"Oh. Ini kan yang waktu itu," Alena ingat dengan pria yang tak sengaja di tabraknya tempo hari.


"Iya, Kak. Bu Novi suruh Kakak bantuin anak produksi buat jahit seragam!" Seru Alena.


"Oh ya udah, yuk!" Arka pun keluar dari Mes dan berjalan menuju pabrik bersama Alena.


Saat tengah menuju pabrik, tanpa sengaja Topan melihat Alena yang berjalan berbarengan bersama Arka.


Saat di sapapun, Alena tak bisa menyempatkan waktu untuk berbincang lebih dulu dengan Topan.


"Len. Kamu..."


"Bentar, ya. Aku ke Bu Novi dulu!" Seru Alena sembari melewati Topan.


Topan mendengus, Ia sedikit kesal melihat Alena bersama Arka. Dan sejak kapan Alena berkenalan dengan Arka, pasalnya Arka terkenal sebagai pria yang dingin ketika di dekati oleh wanita.


Alena mengajak Arka menuju ruangan manager, "Bu. Ini Kak Arka," ujarnya.


"Oh, iya. Suruh ke lapangan langsung, Len! Terus minta Iki buat jelasin ke Arka yang harus Dia kerjakan apa!" Pinta Bu Novi.


"Oh, iya." Alena pun mengajak Arka menuju bagian produksi, tampak semua orang menatap ke arah Alena ketika Ia berjalan menuju lapangan bersama Arka.


"Nur, Nur! Lihat! Lena sama Kak Arka!" Seru Alin.


"Wah, iya. Kok Alena bisa sih kenalan sama Kak Arka, Kita aja yang dari dulu ngefans susah banget buat deketin Dia." Nur menimpali.


Ya, Arka memang tidak bekerja di pabrik yang sama dengan Alena namun Ia di kenal banyak karyawati karena pesonanya. Arka sering mengunjungi pabrik pusat ketika di butuhkan, dan kabarnya Arka akan di pindahkan dari pabrik cabang ke pabrik pusat.

__ADS_1


"Eh katanya Kak Arka kerjanya pindah kesini, jadi Kita bisa tiap hari lihatin Dia!" Seru Nur.


"Masa sih?" Tanya Alin.


"Iya, beneran. Syukur-syukur Kita bisa kenalan," jawab Nur sembari tertawa kecil.


"Awas nanti si Iki cemburu lagi!" Seru Alin.


"Ah gak apa-apa, akhir-akhir ini si Iki emang posesif banget. Bikin gak nyaman," ucap Nur.


Alena pun telah sampai di mesin Iki, dan menjelaskan perihal kedatangannya.


Arka pun segera mengerjakan tugasnya, Ia membantu menjahit seragam yang akan di kenakan besok hari.


"Udah jelaskan, Kak? Aku tinggal, ya!" Seru Alena pada Arka.


"Oh, iya. Makasih," ucap Arka.


"Sama-sama." Alena pun pergi kembali mengerjakan pekerjaannya.


***


Jam menunjukkan pukul sepuluh malam, akhirnya Alena sudah bisa pulang. Namun Ia bingung malam sudah larut, dan Topan tidak bisa mengantarnya pulang karena Topan di minta Pak Iyan untuk membantu membongkar muatan pada mobil countainer yang baru saja tiba.


"Kamu nginep aja di Mes perempuan buat malam ini kan ada Nur," ujar Topan.


"Gak bisa, Aku harus pulang. Ya udah Aku pulang sendir aja lah," ucap Alena.


"Jangam gitu dong, Aku kan gak tahu kalau Pak Iyah bakal suruh bongkar muatan. Lagian udah malem, takut gak ada angkot!" Seru Topan.


"Ada, mungkin. Gak apa-apa, Aku pulang aja, takut makin malem." Alena pun berjalan cepat meninggalkan Topan yang masih menatapnya.


Saat melewati kantin dan Mes laki-laki, Alena tak sengaja berpapasan dengan Ibu Novi.


"Len. Pulang sama siapa?" Tanya Bu Novi.


"Eh, Bu. Aku pulang sendiri," jawab Alena.


"Sendiri? Naik angkot?" Tanya Bu Novi lagi.


"Duh, udah jam segini masih ada angkot emang?" Tanya Bu Novi.


"Emm, gak tahu. Mudah-mudahan ada, Bu. Kalau gitu Lena pulang, ya!" Seru Alena.


"Eh, bentar!" Pinta Bu Novi, beliau tampak mengedarkan pandangannya.


Dan tak lama, beliau memanggil Arka yang keluar dari kantin hendak masuk ke Mes.


"Eh, Ka. Sini!" Pinta Bu Novi.


Arka menoleh, dan segera menghampiri managernya itu.


"Iya, Bu. Ada apa?" Tanya Arka dengan sopan.


"Kamu punya motor, kan?" Tanya Bu Novi.


Arka mengangguk, "iya, punya. Kenapa memangnya, Bu?" Tanya Arka.


"Saya boleh minta tolong, gak?" Tanya Bu Novi.


"Oh, boleh. Minta tolong apa, Bu?" Tanya Arka.


"Tolong anterin Alena pulang!" Seru Bu Novi.


"Hah? Gak usah, Bu. Lena bisa pulang sendiri, kok." Alena menolak, sebab Ia tak begitu mengenal Arka dan Ia juga tak ingin merepotkan orang lain.


"Gak apa-apa, khawatir juga kalau Kamu pulang sendirian. Rawan tahu!" Seru Bu Novi.


"Ya udah Aku antar aja, gak apa-apa kok." Arka menyanggupi.


Alena tak menjawab, Ia akhirnya di antar pulang oleh Arka.

__ADS_1


Arka pun tampak mengeluarkan motornya, dan segera mengajak Alena untuk naik.


"Yuk!" Ajak Arka.


Alena mengangguk dengan canggung, Arka pun melajukan motornya.


Sepanjang jalan, Alena tak berbicara sepatah katapun.


Ia memang tak biasa untuk memulai pembicaraan dengan orang baru, maka dari itu Alena memilih untuk diam.


Namun tiba-tiba saja, Arka yang memulai pembicaraan.


"Lena!" Panggil Arka.


"Eh, iya. Kenapa, Kak?" Tanya Alena.


"Rumahnya masih jauh?" Tanya Arka.


"Oh, emm lumayan sih. Kenapa gak? Aku ngerepotin, ya? Kalau gitu berhenti di depan aja, Kak. Aku nunggu angkot aja!" Pinta Alena.


"Ih, enggak bukan gitu. Cuma mau tanya aja," ujar Arka.


"Oh, tanya apa, Kak?" Tanya Alena.


"Kamu pacarnya Topan?" Tanya Arka.


"Emm, iya. Kenapa Kakak tahu?" Tanya Alena.


"Ya tahulah, siapa yang gak tahu Kamu sama Topan." Arka menuturkan.


Alena sedikit malu, kabar hubungannya dengan Topan bahkan di ketahui oleh karyawan baru.


"Banyak yang bilang, kalau banyak juga yang suka sama Kamu. Tapi Kamunya malah udah di dapetin sama Topan!" Seru Arka.


"Hah? Banyak siapa, nggak ah. Ngaco!" Seru Alena.


"Loh beneran. Sebenarnya banyak yang penasaran sama Kamu, katanya Kamu punya daya tarik sendiri. Cuma Mereka pada segan," ujar Arka.


Alena tak terlalu menganggap perkataan Arka, "ganti topik, deh. Kakak kok bisa di pindahin ke pusat?" Tanya Alena.


"Emm, gak tahu." Arka menjawab singkat.


"Rumah Kakak dimana? Kok tinggal di Mes?" Alena kembali bertanya.


"Di ciwidey, jauh. Makannya gak memungkinkan buat pulang pergi," jawab Arka.


"Wih, Ciwidey. Deket ke tempat wisata dong, Kak?" Tanya Alena yang mulai berani berbincang dengan Arka.


"Nggak juga, setengah jam lagi kira-kiralah." Arka menjawab.


"Oh, gitu. Kakak udah nikah?" Alena bertanya, namun Ia tak tahu mengapa Ia menanyakan hal pribadi seperti itu.


"Eh, maaf Kak. Nanyanya berlebihan, ya!" Seru Alena.


"Nggak apa-apa. Emm Aku... Udah nikah. Malah udah punya anak, dua!" Seru Arka.


"Oh iyakah? Kirain masih bujan, ternyata udah punya dua anak. Berarti Kakak awet muda, ya!" Seru Alena.


Arka tak menjawab, Ia hanya tertawa menanggapi pernyataan dari Alena.


Alena meminta Arka untuk menghentikan motornya, dan Ia pun turun dari motor.


"Makasih, Kak. Maaf udah ngerepotin." Alena berucap.


"Iya sama-sama, Aku pulang ya!" Seru Arka.


"Iya." Alena pun memperhatikan Arka yang memutar balikan motornya, Arka pun berpamitan dan kembali pulang.


Saat hendak berbalik, Alena mendengar ponselnya berbunyi. Sebari berjalan, Alena merogoh ponselnya yang berada di dalam tas.


"Topan?" Alena mendapat panggilan telepon dari Topan.

__ADS_1


Alena tak langsung menjawab, Ia kembali memasukan ponselnya ke dalam tas.


"Nanti aja, deh."


__ADS_2