Assalamu'allaikum Jodoh!

Assalamu'allaikum Jodoh!
Kagum


__ADS_3

Di tengah perjalanan menuju tempat kerja, Arka mulai membahas seseorang yang berada di depan Alena sebelum Ia datang tadi.


"Alena." Arka mulai berbicara.


"Iya, kenapa?" Tanya Alena.


"Emm, Kamu kenal sama laki-lakitl tadi?" Tanya Arka dengan hati-hati.


"Laki-laki yang mana?" Tanya Alena.


"Memangnya ada berapa laki-laki yang berhenti di depan Kamu tadi?" Tanya Arka.


Alena terdiam, sekarang Ia tahu siapa yang di maksud oleh Arka.


"Oh, yang tadi. Dia... Teman Aku waktu sekolah," jawab Alena.


"Oh, teman. Tapi tadi kayaknya Kalian gak lagi ngobrol," lanjut Arka.


"Iya. Ya soalnya apa yang mau di obrolin," sahut Alena.


"Maksudnya gimana? Kan kalau sama teman seenggaknya bertegur sapa gitu," ujar Arka.


Merasa jika Arka sangat ingin tahu siapa sebenarnya Ezra, Alena pun bermaksud untuk memberitahukan yang sebenarnya.


"Emm, sebenarnya yang tadi itu... Mantan," ujar Alena.


Tampa sepengetahuan Alena, Arka menanggapi pernyataan Alena dengan tersenyum.


"Oh, mantan. Seneng dong ketemu mantan," ujar Arka.


"Apaan, sih. Gak gitu, orang ketemunya juga gak sengaja." Alena menjawab seadanya.


Arka menarik tangan Alena yang sedari tadi berada di pinggangnya, sontak apa yang di lakukan Arka membuat Alena terkejut karena posisinya kini seolah Alena memeluk Arka dari belakang.


"Aku percaya, kok. Tapi kenapa kayak pada diem gitu?" Tanya Arka.


Alena menghela nafasnya, Ia kira Arka akan marah karena hal itu padanya.

__ADS_1


"Emm, gak tahu juga. Kaget aja tiba-tiba Dia berhenti depan muka, setelah sekian lama tiba-tiba ngilang gak ada kabar. Kan gak lucu juga kalau Aku ujug-ujug say hay dengan sumringah setelah sekian lama gak ketemu dengan akhir yang gak ngenakin," ujar Alena dengan jujur.


"Oh, jadi putusnya secara gak baik gitu?" Tanya Arka.


"Mana ada putus yang baik-baik aja, Sayang!" Seru Alena.


Arka terdengar tertawa, untuk pertama kalinya Alena memanggilnya dengan sebutan 'sayang'.


"Ciee yang udah berani manggil Sayang!" Ledek Arka yang sejujurnya sangat bahagia ketika Alena memanggilnya dengan panggilan tadi.


"Emangnya Kamu gak sayang?" Tanya Alena.


"Haha. Ya sayanglah, malah sebelum Kamu juga Aku duluan yang sayang!" Seru Arka sembari mengelus lembut tangan Alena yang melingkar di pinggangnya.


Alena tersipu, sangat jarang sekali Arka mengungkapkan perasaanya.


"Ok bahas yanh tadi, jadi tadi itu pertemuan setelah putus atau gimana?" Tanya Arka.


"Nggak. Setelah putus itu masih berlanjut komunikasinya, nah selama berkabar itu sikap Dia sama seperti pas masih pacaran. Bedanya waktu itu Dia gak ngasih kepastian sama status Kita, kayak Kamu waktu itu." Alena menyindir.


"Hemm, iya deh percaya. Nah, pas lagi berkabar itu, tiba-tiba Dia ngilang. Terakhir komunikasi itu pas Kita sama-sama mulai kerja, mungkin Dia sibuk sama dunia barunya dan..."


"Dan udah dapet pacar baru!" Sela Arka.


Alena terdiam, tebakan Arka sepertinya memang tepat.


"Nah, iya kali." Alena menjawab seadanya.


"Kok gitu jawabnya, masih belum move on, ya?" Ledek Arka lagi.


"Nggak lah, udah lupa juga. Udah ah jangan bahas mantan, nanti malah berantem lagi!" Pinta Alena.


"Haha ,iya deh." Arka menghentikan bahasannya tentang Ezra.


"Eh, berhenti di toko buku depan pasar dulu, ya!" Pinta Alena.


"Mau ngapain?" Tanya Arka.

__ADS_1


"Mau beli buku buat Ucup." Alena menjawab seadanya.


"Buat Ucup? Buku apa?" Tanya Arka.


"Ada deh, nanti Kamu juga tahu. Pokoknya berhenti dulu!" Pinta Alena.


Arka menurut, Ia pun menepikan motornya dan mengantar Alena masuk ke dalam toko buku.


"Mangga, Neng. Cari buku apa?" Tanya pegawai toko.


"A, Aku mau cari buku yang tuntunan Shalat gitu, ada?" Tanya Alena.


"Oh, ada. Sebentar Neng!" Pegawai toko itu mencari apa yang Alena butuhkan dan tak lama Ia kembali sembari membawa buku yang di maksud oleh Alena.


"Ini, Neng!" Seru pegawai itu.


"Oh, iya. Berapa, A?" Tanya Alena.


"Lima beras ribu," jawab pegawai toko.


"Oh, ini. Makasih A," ucap Alena setelah membayar buku yang di belinya.


Arka dan Alena pun keluar dari toko dan kembali menaiki motor.


"Buat apa beli buku itu?" Tanya Arka.


"Ya buat di praktekin, lah." Alena menjawab.


"Ya maksudnya kenapa Kamu beliin buku itu buat Ucup?" Tanya Arka lagi.


Alena pun menceritakan apa yang terjadi pada Yusuf, Arka pun menaruh rasa simpati terhadap apa yang di alami oleh Yusuf.


"Kamu baik banget, sih. Mau bantuin Ucup," ucap Arka.


"Siapapun yang denger cerita Ucup, pasti mau kok bantuin Dia. Apalagi Ucup mau berubah dan mulai ngejalani fitrahnya sebagai seorang laki-laki!" Seru Alena.


Arka semakin kagum dengan kebaikan hati Alena, Ia merasa beruntung karena bisa menjadi laki-laki yang di pilih oleh Alena untuk menjadi pasangannya.

__ADS_1


__ADS_2